300 Pekerja Sosial Keagamaan Kota Yogyakarta Resmi Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, Bukti Nyata Sinergi Pemkot, Baznas, dan BPD Syariah

Bagikan :
Wakil Wali Kota, Wawan Harmawan, menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis kepada pekerja sosial keagamaan. (Dok Pemkot Yogyakarta)

TUGUJOGJA – Sebuah kabar menggembirakan menggema di Kota Yogyakarta.

Sekitar 300 pekerja sosial keagamaan yang selama ini mengabdikan diri di masyarakat akhirnya mendapatkan jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Mereka adalah marbot masjid, pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), karyawan panti asuhan, pekerja pondok pesantren, hingga pekerja informal yang setiap hari berpeluh tanpa pamrih.

Bantuan berharga ini hadir berkat sinergi Bank BPD Syariah DIY dan Baznas Kota Yogyakarta, yang menyalurkan dukungan tersebut sebagai wujud nyata kepedulian sosial.

Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Wakil Wali Kota, Wawan Harmawan, turun langsung menyerahkan kartu BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis, disaksikan jajaran BPD Syariah, Ketua Baznas Kota Yogyakarta Syamsul Azhari, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kota Yogyakarta Rudi Firdaus, serta perwakilan Kementerian Agama Kota Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Wawan Harmawan menegaskan bahwa kehadiran program ini menjadi bukti konkret betapa pentingnya kolaborasi.

Hal ini menjadi bukti nyata sinergi dan kolaborasi yang berjalan dengan sangat baik. Baznas dan BPD DIY rutin melakukan kegiatan sosial bersama Pemkot Yogyakarta, dan ini harus terus kita jaga.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Dorong Kerja Sama Lintas Daerah, Buka Ruang Kolaborasi Strategis Sektor Pertanian melalui Program UPLAND

Ia menegaskan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan rasa aman bagi para pekerja sosial keagamaan yang setiap hari berjuang menjaga nilai religiusitas masyarakat.

Menurutnya, kiprah mereka tidak hanya menguatkan moralitas umat, tetapi juga menopang Yogyakarta sebagai kota wisata, budaya, dan pendidikan.

“Ini kepedulian kita bersama. Tanpa pekerja sosial keagamaan, denyut spiritual kota ini tidak akan sekuat sekarang,” ujar Wawan.

Wakil Ketua Baznas Kota Yogyakarta Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Abdul Samik, menambahkan bahwa penyerahan kali ini merupakan tahap kedua.

Sebelumnya, pada 13 Agustus 2025, Baznas telah menyerahkan jaminan BPJS Ketenagakerjaan kepada 500 marbot masjid.

Iuran BPJS tahap pertama dan kedua dibayarkan sepenuhnya oleh Baznas dari dana bantuan Bank BPD Syariah DIY, yang mencakup periode September 2025 hingga Februari 2026 dengan total nilai Rp 50,4 juta.

“Kami berterima kasih kepada Pemkot, Bank BPD Syariah, dan seluruh pihak yang terlibat. Ini bagian dari tugas kami untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menanggulangi kemiskinan di Kota Yogyakarta,” kata Abdul Samik.

Baca juga  Kota Yogyakarta Bergerak: dari Botol Sekali Pakai Menuju Revolusi Kaca Ramah Lingkungan, Hadapi Plastik Kian Mahal

Tak berhenti di situ, Baznas juga menyerahkan berbagai program bantuan lain.

Antara lain Rp 135 juta untuk penanganan stunting, program rumah layak huni, hingga pemberdayaan ekonomi di kampung-kampung binaan.

  • Kampung Mrican Takwa menerima Rp 20 juta
  • Kampung Jlagran Berkah menerima Rp 20 juta
  • Kampung Sudagaran Sejahtera menerima Rp 12,5 juta
  • Kampung Bener Pintar menerima Rp 10 juta
  • Penyediaan air bersih untuk RW 1 Jlagran sebesar Rp 40 juta

Deretan bantuan tersebut menjadi bukti bahwa sinergi Pemkot, Baznas, dan BPD Syariah tidak hanya berhenti pada jaminan ketenagakerjaan, tetapi juga merambah ke problematika sosial yang lebih luas.

Bantuan jaminan sosial ini bukan sekadar angka statistik. Di baliknya ada 300 wajah tulus, para penjaga masjid, pendidik Al-Qur’an, dan pengasuh anak-anak yatim yang kini bisa bekerja dengan tenang.

Pemerintah Kota Yogyakarta berharap, langkah ini menjadi inspirasi dan penguat tekad untuk menjaga pekerja sosial keagamaan sebagai pilar moral masyarakat.

Dengan kolaborasi yang konsisten, Yogyakarta semakin kokoh menegaskan diri sebagai kota religius, humanis, sekaligus berdaya saing.

Baca juga  Malioboro Tidak Ditutup Total saat Nataru 2025–2026, Penerapan Full Pedestrian Bersifat Situasional

situs toto

situs togel

toto slot

toto togel

toto togel

situs toto

situs toto

toto slot

situs slot

toto togel

link slot

toto togel

situs toto

toto togel

toto slot

situs togel

situs toto

bandar togel

toto slot

situs toto

situs slot

link slot

toto slot

slot gacor

situs slot

slot gacor

situs toto

link gacor

situs gacor

link slot

bandar togel

link gacor

link togel

situs togel

agen togel

slot gacor

togel online

situs toto

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan