
Kasus perusakan makam kembali memicu kegemparan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Minggu (18/5/2025) pagi, warga Kalurahan Baturetno, Kapanewon Banguntapan, Bantul, dikejutkan dengan temuan sejumlah nisan di kompleks pemakaman Ngentak dalam kondisi rusak. Aksi ini diduga dilakukan oleh pelaku tak dikenal saat malam hari.
Yang membuat masyarakat makin geram, seluruh makam yang dirusak diketahui merupakan makam non-Muslim dengan nisan bercorak salib. Dugaan vandalisme bermotif intoleransi pun mencuat, apalagi kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Kotagede pada hari yang sama.
Berikut enam fakta yang telah dihimpun terkait peristiwa ini:
1. Total 10 Nisan Dirusak, Didominasi Kayu dan Bermotif Salib
Dalam penyelidikan awal di lokasi, pihak kepolisian mencatat total 10 makam mengalami kerusakan. Tujuh nisan berbahan kayu dan tiga lainnya dari keramik. Semuanya merupakan makam non-Muslim dengan nisan bercorak salib, menandai adanya pola tertentu dari aksi perusakan ini.
2. Warga Temukan Saat Bersih-Bersih Makam Keluarga
Hermawan Riyadi (54), warga setempat, menjadi saksi pertama saat hendak membersihkan makam keluarga. Ia mendapati papan nisan milik almarhumah Wasinem Adi Supatmo patah, dan nisan milik Andreas Rohadi hancur disertai bongkahan tembok. “Saksi kemudian langsung menghubungi saksi lainnya dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Banguntapan,” ujar Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry.
3. Polisi dan Aparat Desa Lakukan Pemeriksaan di TKP
Mendapat laporan dari warga, tim dari Polsek Banguntapan bersama Babinkamtibmas, Babinsa, dan jajaran kelurahan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan data. Hingga kini, motif pelaku belum teridentifikasi. “Motif pengrusakan nisan masih dalam penyelidikan,” tegas AKP I Nengah Jeffry.

4. Aksi Diduga Sengaja, Pemakaman Tak Dijaga
Lurah Baturetno, Sarjoko, menyebutkan bahwa kerusakan nisan tampak disengaja berdasarkan kondisi fisiknya. Ia mengatakan pihak kelurahan telah meminta rekaman CCTV dari SMA 1 Banguntapan yang lokasinya berdekatan. “Kami belum tahu siapa pelakunya. Tapi kalau dilihat dari kerusakannya, kemungkinan besar disengaja,” ungkapnya.
5. Publik Geram hingga Informasi Viral di Media Sosial
Unggahan dari akun Instagram dan X @merapi.uncover mengenai kejadian ini langsung viral dan memicu kemarahan publik. Warganet menilai aksi ini sebagai bentuk pelanggaran kemanusiaan dan intoleransi. “Udah meninggal dan cuma nisan masih aja jadi korban SARA,” tulis akun @danielajisukma.
6. Kejadian Serupa Terjadi di Kotagede, Yogyakarta
Tak hanya di Bantul, perusakan serupa dilaporkan terjadi di kawasan pemakaman depan SD Baluwarti, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. Informasi dari akun @zaboodeee menyebut sejumlah makam dengan simbol salib juga ditemukan rusak pada Minggu pagi. Kepolisian tengah menyelidiki apakah kedua kasus ini saling berkaitan atau dilakukan oleh pelaku yang sama.
Saat ini, pihak berwajib terus mengumpulkan informasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di area pemakaman.