Anggaran Terbatas, Pemkab Kulon Progo Genjot Perbaikan Jalan Menoreh dengan Skala Prioritas

Bagikan :
Pemkab Kulon Progo prioritaskan pembukaan dan perbaikan jalan di kawasan Menoreh di tengah keterbatasan APBD. (Ist)

TUGUJOGJA – Kabut tipis pagi masih menggantung di perbukitan Menoreh ketika alat berat mulai membuka jalur tanah di Dusun Jarakan, Kalurahan Kebonharjo, Kapanewon Samigaluh.

Di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten Kulon Progo tetap melangkah dengan pendekatan bertahap.

Pemerintah daerah memilih menyasar prioritas dan memastikan setiap jengkal lahan yang telah dibebaskan tidak berubah menjadi aset tidak produktif.

Pemkab Kulon Progo memfokuskan perhatian pada pembukaan akses jalan di kawasan perbukitan yang selama ini relatif terisolasi.

Wilayah Menoreh menjadi salah satu kawasan strategis karena berperan sebagai penghubung antardaerah sekaligus penopang aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.

Infrastruktur jalan dipandang bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga penentu akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pertumbuhan ekonomi.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan bahwa pembukaan jalur di Dusun Jarakan merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda.

Pemerintah daerah memilih membuka lahan terlebih dahulu meskipun pembangunan konstruksi permanen belum dapat dilakukan.

Langkah ini bertujuan memastikan status hukum tanah agar dapat disertifikatkan sebagai aset daerah.

Baca juga  Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2025: Dorong Budaya Inovasi Kulon Progo

โ€œKalau jalur ini belum dibuka, pemerintah daerah tidak bisa mengajukan bantuan karena status tanahnya belum tersertifikasi sebagai milik Pemda. Pemerintah harus bergerak setahap demi setahap, dan saya meminta pemahaman dari masyarakat,โ€ ujar Agung saat meninjau lokasi di Dusun Jarakan, Selasa (13/1/2026).

Menurut Agung, legalitas aset menjadi syarat utama untuk mengakses dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

Tanpa sertifikat, pembangunan berisiko terhambat oleh persoalan administrasi dan hukum.

Agung juga mengakui adanya ketimpangan antara luas wilayah yang membutuhkan perbaikan infrastruktur dengan kemampuan fiskal daerah.

Transfer keuangan dari pemerintah pusat dinilai belum sebanding dengan kebutuhan riil di lapangan.

โ€œTanpa mengecilkan arti transfer keuangan daerah dari Pusat, faktanya anggaran tersebut belum seimbang untuk membiayai perbaikan seluruh jalan di Kulon Progo,โ€ katanya.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah menerapkan skala prioritas dengan mengutamakan perbaikan jembatan vital, pembukaan jalur baru, pengamanan aset, serta sertifikasi tanah jalan.

โ€œKami mengajak semua pihak memahami bahwa pemerintah harus melakukan skala prioritas. Pemerintah mengutamakan perbaikan jembatan, membuka jalur, dan menawarkan jalur yang telah disertifikasi kepada Pemerintah Pusat maupun Provinsi agar mendapatkan dukungan pembangunan,โ€ tegas Agung.

Baca juga  DIY jadi Percontohan Embarkasi Haji Berbasis Hotel Nasional, Kesiapan Operasional Embarkasi YIA Capai Hampir 80 Persen

Jalur Strategis Kebonharjo dan Dukungan Masyarakat

Lurah Kebonharjo, Sugimo, menjelaskan terdapat dua ruas jalan utama yang kini menjadi fokus pembangunan.

Ruas pertama adalah jalur Prangkokanโ€“Ngori sepanjang sekitar tiga kilometer. Proses pembebasan lahan telah dimulai sejak 2018 dan dilanjutkan dengan pengukuran serta penggabungan bidang tanah oleh DPUPKP dan Dispertaru.

Sebanyak 11 bidang tanah telah bersertifikat atas nama Pemkab Kulon Progo, dengan nilai appraisal berkisar Rp29.000 hingga Rp79.000 per meter persegi. Jalur ini menjadi akses penting menuju Kabupaten Purworejo.

โ€œHarapan kami, pengerjaan fisik yang sudah berjalan sejak 2022 dapat terus berlanjut karena jalur ini menjadi akses jalan antarwilayah dan antardaerah,โ€ ujar Sugimo.

Ruas kedua adalah jalan Pringtaliโ€“Jarakan sepanjang 3,5 kilometer. Pada jalur ini, warga menunjukkan dukungan penuh dengan menghibahkan tanah, bangunan, dan karang kitri tanpa menuntut ganti rugi.

โ€œWarga merelakan tanah, bangunan, dan karang kitri tanpa ganti rugi demi terwujudnya akses jalan ini,โ€ ungkapnya.

Pemerintah daerah telah memperlebar sekitar 2,5 kilometer jalur tersebut, lengkap dengan talud, drainase, dan gorong-gorong. Namun, masih tersisa sekitar satu kilometer yang belum tertangani.

Baca juga  Program Saemaul Undong: Korea Selatan Fokus Kembangkan Pembangunan Pedesaan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kulon Progo

Jalur ini diproyeksikan menjadi penghubung penting antara Kebonharjo, Purwosari, dan Pagerharjo, sekaligus mendukung konektivitas kawasan Menoreh.

Sugimo mengakui masih terdapat tantangan sosial, terutama ekspektasi warga yang berharap pembangunan fisik segera dilakukan setelah lahan dihibahkan.

Selain itu, faktor kerawanan longsor di kawasan perbukitan menuntut perencanaan teknis yang matang agar infrastruktur yang dibangun aman dan berkelanjutan.

Di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan alam, Pemkab Kulon Progo tetap melanjutkan pembangunan dengan pendekatan legalitas aset dan skala prioritas.

Jalan-jalan yang dibuka di kawasan Menoreh diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan aksesibilitas, konektivitas antardaerah, serta masa depan ekonomi masyarakat perbukitan.

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13โ€“19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

6129583033871878726

Ketika Display Kebudayaan Menambah Meriah Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara Yogyakarta

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus