Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 1,5 Km Minggu Sore, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Bagikan :
Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari lereng gunung saat meluncur ke sektor barat daya menuju Kali Sat dan Kali Putih. (BPPTKG)

TUGUJOGJA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali terjadi pada Minggu sore ketika awan panas guguran meluncur dari puncak gunung tersebut sejauh sekitar 1,5 kilometer. Peristiwa itu terjadi pada pukul 15.51 WIB dan bergerak ke arah barat daya menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih.

Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih menunjukkan dinamika aktivitas vulkanik yang terpantau oleh petugas pemantau.

Kejadian awan panas tersebut tercatat dengan amplitudo maksimum 17,2 milimeter dan durasi sekitar 134,86 detik.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santosa, mengatakan peristiwa tersebut masih sesuai dengan karakter aktivitas Merapi yang saat ini berstatus Siaga.

“Terjadi awan panas guguran pada pukul 15.51 WIB dengan estimasi jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya,” kata Agus.

Runtuhan Kubah Lava Memicu Awan Panas

Pada Minggu sore itu, kondisi puncak Gunung Merapi sempat terlihat jelas meskipun awan tipis menutupi sebagian kawasan gunung. Dari pos pengamatan, aktivitas kawah pada awalnya terpantau relatif stabil.

Baca juga  Kronologi Begal di Prambanan: Tega Curi Emas Ibu Pencari Rumput, Pelaku Masih Buron

Asap kawah berwarna putih terlihat tipis dengan tekanan lemah dan ketinggian sekitar 25 meter di atas puncak. Kondisi tersebut berubah setelah terjadi runtuhan material panas dari kubah lava yang berada di puncak Merapi.

Runtuhan tersebut memicu terbentuknya awan panas guguran yang meluncur menuruni lereng gunung. Awan panas guguran merupakan campuran material vulkanik, gas panas, serta abu yang bergerak cepat mengikuti jalur lembah sungai.

Dalam kejadian tersebut, aliran awan panas bergerak ke sektor barat daya. Wilayah hulu Kali Sat dan Kali Putih menjadi jalur aliran material panas yang keluar dari puncak gunung.

Aktivitas Guguran Lava Masih Terpantau

Sebelumnya, laporan pemantauan aktivitas Gunung Merapi pada periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB juga menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup intens.

Petugas mencatat sebanyak 37 gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 27 milimeter. Durasi gempa tersebut berkisar antara 64 hingga 179 detik.

Selain itu, pengamat juga merekam 24 gempa hybrid atau gempa fase banyak dengan amplitudo mencapai 35 milimeter.

Dalam periode pengamatan yang sama, tercatat lima kali guguran lava yang mengalir menuju sektor barat daya melalui jalur Kali Sat dan Kali Putih. Jarak luncur maksimum aliran lava tersebut mencapai sekitar 1.800 meter dari puncak Merapi.

Baca juga  Daftar Tol Jawa Berlaku Diskon Tarif Tol Juni 2025, Tanggal Berapa?

Kondisi cuaca saat pengamatan menunjukkan langit berawan dengan suhu udara berkisar antara 23 hingga 24,2 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara tercatat antara 76 hingga 80,9 persen, sementara arah angin bertiup tenang ke timur.

Status Gunung Merapi Masih Level Siaga

Saat ini Gunung Merapi masih berada pada Level III atau status Siaga. Status tersebut telah ditetapkan sejak 5 November 2020 dan hingga kini belum mengalami perubahan.

Para ahli dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan bahwa suplai magma dari dalam tubuh Merapi masih terus berlangsung. Kondisi tersebut memungkinkan terjadinya awan panas guguran sewaktu-waktu akibat runtuhan kubah lava di puncak.

Potensi bahaya saat ini terutama berada di sektor selatan hingga barat daya. Beberapa jalur sungai yang perlu diwaspadai antara lain Sungai Boyong dengan potensi jangkauan hingga lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan potensi jangkauan hingga tujuh kilometer.

Selain itu, sektor tenggara juga memiliki potensi bahaya pada Sungai Woro dengan jangkauan hingga tiga kilometer dan Sungai Gendol hingga lima kilometer.

Baca juga  Hujan Mengantar Kepulangan Terakhir Fajar Reza, Warga Gunungkidul yang Meninggal di Malaysia

Apabila terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik dari puncak gunung berpotensi mencapai radius hingga tiga kilometer.

Warga Diminta Meningkatkan Kewaspadaan

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan yang termasuk dalam zona potensi bahaya yang telah ditetapkan. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya awan panas guguran dan aliran lahar.

Curah hujan di kawasan puncak dapat memicu lahar karena material vulkanik yang terbawa air hujan mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik apabila terjadi erupsi.

Para peneliti terus memantau aktivitas Merapi melalui berbagai instrumen pemantauan yang dipasang di sejumlah titik lereng gunung. Jika terjadi peningkatan aktivitas secara signifikan, para ahli akan melakukan evaluasi terhadap tingkat aktivitas gunung tersebut.

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan terbaru aktivitas Gunung Merapi melalui layanan pemantauan resmi yang disediakan oleh Badan Geologi.

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis