
TUGU JOGJA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (BEM FISIP UAJY) menggelar kegiatan nonton bareng dan diskusi film bertajuk “Pesta Babi” di Halaman Parkir Kampus IV Gedung Teresa UAJY. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus forum diskusi mahasiswa untuk membahas isu kemanusiaan dan lingkungan di Papua yang dinilai masih jarang mendapat perhatian luas dari media arus utama.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Dr. Phil. Lukas Ispandriarno, M.A. sebagai akademisi, Bambang MBK dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta, serta Margen Enembe yang merupakan anggota Forum Komunikasi Mahasiswa Papua (FOKMAPA). Diskusi dipandu oleh Olivia Lewi Pramesti, S.Sos., M.A. selaku dosen FISIP UAJY.
BEM FISIP UAJY Hadirkan Ruang Diskusi dan Kebebasan Berekspresi
Melalui kegiatan tersebut, BEM FISIP UAJY menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang kebebasan berekspresi bagi mahasiswa di tengah dinamika situasi politik yang berkembang saat ini. Forum diskusi dipilih sebagai sarana untuk membuka percakapan kritis mengenai berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang terjadi di Papua.
Selain membedah isi film “Pesta Babi”, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengulas berbagai realitas sosial yang dialami masyarakat Papua, termasuk isu lingkungan dan kemanusiaan yang dinilai belum banyak mendapat sorotan media mainstream.
Presiden BEM FISIP UAJY, Fanuel, mengatakan mahasiswa perlu terus menjaga kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Papua. Menurutnya, solidaritas sosial harus tetap dibangun melalui langkah-langkah yang positif dan kritis.
“Mahasiswa sangat dekat dengan media sosial, maka manfaatkanlah itu untuk berani bersuara. Di samping itu, bertemanlah dengan orang-orang kecil agar kita dapat belajar dan memahami susahnya realitas kehidupan,” ujar Lukas.
Akademisi dan Jurnalis Soroti Peran Mahasiswa dan Media
Dalam diskusi tersebut, Dr. Phil. Lukas Ispandriarno, M.A. menyoroti besarnya potensi mahasiswa dalam menyuarakan isu-isu sosial melalui perkembangan teknologi digital dan media sosial. Kedekatan generasi muda dengan platform digital dinilai menjadi modal penting untuk membangun kesadaran publik terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mahasiswa memahami langsung realitas sosial masyarakat agar memiliki empati yang kuat terhadap kelompok-kelompok yang menghadapi berbagai kesulitan hidup.
Sementara itu, Bambang MBK dari AJI Yogyakarta mengajak peserta diskusi melihat film sebagai medium yang mampu membangun kesadaran sosial di masyarakat. Menurutnya, karya film memiliki pengaruh besar sebagaimana karya sastra maupun jurnalistik yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai tanggapan dan pertanyaan dari mahasiswa yang hadir. Sejumlah peserta menilai kegiatan seperti ini penting untuk terus diadakan di lingkungan kampus sebagai ruang bertukar pemikiran dan memperkuat budaya dialog yang sehat.
Mahasiswa Apresiasi Ruang Dialog Isu Sosial dan Kemanusiaan
Kegiatan nobar dan diskusi film “Pesta Babi” mendapat apresiasi positif dari mahasiswa FISIP UAJY. Mereka menilai forum semacam ini dapat memperluas sudut pandang mahasiswa terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia.
Mahasiswa berharap ruang diskusi yang diinisiasi organisasi kemahasiswaan dapat terus dihadirkan secara berkelanjutan. Selain menjadi wadah bertukar gagasan, kegiatan tersebut dinilai mampu memperkuat empati sosial, solidaritas kemanusiaan, dan budaya berpikir kritis di lingkungan akademik.
Melalui kegiatan ini, BEM FISIP UAJY juga menunjukkan peran organisasi mahasiswa tidak hanya sebagai wadah aktivitas kampus, tetapi juga sebagai ruang edukasi sosial yang mendorong mahasiswa lebih peka terhadap berbagai persoalan masyarakat.