Bacaan Takbiran Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Beserta Waktu Pelaksanaannya

Bagikan :
Ilustrasi Bacaan Takbiran Idul Adha Lengkap Arab, Latin, dan Artinya Beserta Waktu Pelaksanaannya/Unsplash

TUGUJOGJA – Simak bacaan takbiran Idul Adha lengkap bahasa Arab, latin, dan artinya. Ketahui juga waktu pelaksanaan takbir muthlaq dan muqayyad selama bulan Dzulhijjah.

Bacaan takbir Idul Adha menjadi salah satu amalan yang dianjurkan umat Islam ketika memasuki hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah. Takbir dikumandangkan sebagai bentuk dzikir, pengagungan, dan pujian kepada Allah SWT, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha hingga berakhirnya hari tasyrik.

Dalam Islam, sepuluh hari pertama Dzulhijjah termasuk waktu yang memiliki keutamaan besar. Amal saleh yang dilakukan pada hari-hari tersebut disebut lebih dicintai Allah SWT dibanding hari-hari lainnya.

Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti dzikir, doa, puasa sunnah, hingga mengumandangkan takbir.

Keutamaan Takbir di Bulan Dzulhijjah

Takbir menjadi bagian dari amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah. Dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan bahwa umat Islam dianjurkan berdzikir kepada Allah pada hari-hari yang ditentukan, yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik.

Baca juga  Simulasi TKA SD dan SMP 2026 Resmi Pusmendik: Link Akses, Jadwal Lengkap, Materi Bahasa Indonesia, dan Contoh Soal

Riwayat lain juga menyebutkan Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah keluar menuju pasar pada awal Dzulhijjah sambil bertakbir, kemudian masyarakat mengikuti lantunan takbir tersebut.

Mengutip penjelasan dalam buku Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyrik karya Muhammad Abduh Tuasikal, umat Islam disunnahkan mengeraskan suara takbir di berbagai tempat seperti masjid, jalan, maupun pasar, khususnya bagi laki-laki.

Jenis Takbir Idul Adha

Dalam pelaksanaannya, takbir Idul Adha terbagi menjadi dua jenis, yakni takbir muthlaq dan takbir muqayyad.

Takbir Muthlaq

Takbir muthlaq merupakan takbir yang tidak terikat waktu tertentu. Takbir ini dapat dibaca kapan saja dan di mana saja selama awal Dzulhijjah hingga hari tasyrik.

Dalam madzhab Syafi’i, takbir muthlaq dimulai sejak terbenam matahari pada malam Arafah atau setelah Maghrib tanggal 9 Dzulhijjah hingga sebelum Maghrib tanggal 13 Dzulhijjah.

Takbir Muqayyad

Takbir muqayyad merupakan takbir yang dibaca setelah salat wajib berjamaah.

Bagi umat Islam yang tidak berhaji, takbir muqayyad dimulai sejak Subuh hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah hingga Ashar hari tasyrik terakhir.

Sedangkan bagi jamaah haji, takbir dimulai sejak Zhuhur hari Nahr atau 10 Dzulhijjah sampai akhir hari tasyrik.

Bacaan Takbir Idul Adha Singkat

Berikut bacaan takbir pendek yang umum dikumandangkan umat Islam:

Baca juga  Seleksi Capaska 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat, Jadwal, dan Tahapan Lengkapnya

Arab

اللهُ اكبَرْ، اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَلِلّهِ الحَمْد

Latin

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar walillaahil hamd.

Artinya

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”

Bacaan Takbir Idul Adha Lengkap

Selain versi singkat, terdapat pula bacaan takbir panjang yang sering dibaca saat malam Idul Adha maupun hari tasyrik.

Arab

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Latin

Allahu akbar kabiiraa, walhamdulillaahi katsiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiina walau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

Artinya

“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama bagi-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh-Nya sendirian. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”

Baca juga  Dugaan Pungutan MTs Negeri 9 Bantul: Keluhan Wali Murid Menggema hingga Pemkab Bantul Turun Suara

Takbir Menjadi Syiar Hari Raya Idul Adha

Takbir bukan sekadar lantunan pujian, tetapi juga menjadi syiar Islam yang menghidupkan suasana Hari Raya Idul Adha. Tradisi mengumandangkan takbir biasanya terdengar di masjid, musala, hingga lingkungan permukiman menjelang salat Id.

Momentum ini juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbanyak rasa syukur serta mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan yang penuh kemuliaan.***

bandar togel

situs togel

toto togel

situs toto

situs togel

toto togel

situs slot

toto togel

link slot

situs gacor

toto togel

situs gacor

situs toto

situs slot

slot gacor

situs gacor

toto togel

link gacor

slot gacor

slot gacor

togel online

slot gacor hari ini

toto togel

link togel

slot gacor

toto slot

cabe4d login

situs toto

situs gacor

situs togel

bandar togel

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

6129583033871878726

Ketika Display Kebudayaan Menambah Meriah Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara Yogyakarta

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan