
TUGUJOGJA – Simak bacaan takbiran Idul Adha lengkap bahasa Arab, latin, dan artinya. Ketahui juga waktu pelaksanaan takbir muthlaq dan muqayyad selama bulan Dzulhijjah.
Bacaan takbir Idul Adha menjadi salah satu amalan yang dianjurkan umat Islam ketika memasuki hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah. Takbir dikumandangkan sebagai bentuk dzikir, pengagungan, dan pujian kepada Allah SWT, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha hingga berakhirnya hari tasyrik.
Dalam Islam, sepuluh hari pertama Dzulhijjah termasuk waktu yang memiliki keutamaan besar. Amal saleh yang dilakukan pada hari-hari tersebut disebut lebih dicintai Allah SWT dibanding hari-hari lainnya.
Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti dzikir, doa, puasa sunnah, hingga mengumandangkan takbir.
Keutamaan Takbir di Bulan Dzulhijjah
Takbir menjadi bagian dari amalan sunnah yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah. Dalam hadits Ibnu Abbas disebutkan bahwa umat Islam dianjurkan berdzikir kepada Allah pada hari-hari yang ditentukan, yakni sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan hari-hari tasyrik.
Riwayat lain juga menyebutkan Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah keluar menuju pasar pada awal Dzulhijjah sambil bertakbir, kemudian masyarakat mengikuti lantunan takbir tersebut.
Mengutip penjelasan dalam buku Amalan Awal Dzulhijjah hingga Hari Tasyrik karya Muhammad Abduh Tuasikal, umat Islam disunnahkan mengeraskan suara takbir di berbagai tempat seperti masjid, jalan, maupun pasar, khususnya bagi laki-laki.
Jenis Takbir Idul Adha
Dalam pelaksanaannya, takbir Idul Adha terbagi menjadi dua jenis, yakni takbir muthlaq dan takbir muqayyad.
Takbir Muthlaq
Takbir muthlaq merupakan takbir yang tidak terikat waktu tertentu. Takbir ini dapat dibaca kapan saja dan di mana saja selama awal Dzulhijjah hingga hari tasyrik.
Dalam madzhab Syafi’i, takbir muthlaq dimulai sejak terbenam matahari pada malam Arafah atau setelah Maghrib tanggal 9 Dzulhijjah hingga sebelum Maghrib tanggal 13 Dzulhijjah.
Takbir Muqayyad
Takbir muqayyad merupakan takbir yang dibaca setelah salat wajib berjamaah.
Bagi umat Islam yang tidak berhaji, takbir muqayyad dimulai sejak Subuh hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah hingga Ashar hari tasyrik terakhir.
Sedangkan bagi jamaah haji, takbir dimulai sejak Zhuhur hari Nahr atau 10 Dzulhijjah sampai akhir hari tasyrik.
Bacaan Takbir Idul Adha Singkat
Berikut bacaan takbir pendek yang umum dikumandangkan umat Islam:
Arab
اللهُ اكبَرْ، اللهُ اكبَرْ اللهُ اكبَرْ لاالٰهَ اِلاالله وَاللهُ اَكبر، اللهُ اكبَرُ وَلِلّهِ الحَمْد
Latin
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallahu Akbar, Allahu Akbar walillaahil hamd.
Artinya
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Bacaan Takbir Idul Adha Lengkap
Selain versi singkat, terdapat pula bacaan takbir panjang yang sering dibaca saat malam Idul Adha maupun hari tasyrik.
Arab
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin
Allahu akbar kabiiraa, walhamdulillaahi katsiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu walaa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahuddiina walau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Artinya
“Allah Maha Besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama bagi-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh-Nya sendirian. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.”
Takbir Menjadi Syiar Hari Raya Idul Adha
Takbir bukan sekadar lantunan pujian, tetapi juga menjadi syiar Islam yang menghidupkan suasana Hari Raya Idul Adha. Tradisi mengumandangkan takbir biasanya terdengar di masjid, musala, hingga lingkungan permukiman menjelang salat Id.
Momentum ini juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk memperbanyak rasa syukur serta mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan yang penuh kemuliaan.***