
TUGUJOGJA – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai melangkah nyata dalam mewujudkan proyek besar penataan kawasan pesisir selatan.
Selasa (4/11/2025) pagi, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih turun langsung memimpin aksi bersih-bersih lapak pedagang di kawasan Pantai Sepanjang, Kapanewon Tanjungsari.
Aksi ini menjadi tanda dimulainya proyek pembangunan jalan lingkar Pantai Sepanjang, yang akan memperlebar dan mengaspal jalur utama wisata pesisir tersebut.
Sebanyak 109 lapak pedagang yang menempati area sepanjang jalur pantai akan direlokasi ke titik baru di sebelah selatan jalan. Proses ini dilakukan secara bertahap, dimulai dengan kerja bakti bersama dan pembongkaran lapak lama.
Meski sempat muncul sedikit penolakan dari beberapa pedagang, pemerintah menegaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menata kawasan wisata agar lebih tertib, indah, dan layak dikunjungi wisatawan.
Bupati Endah: Tidak Ada Kepentingan, Ini Semua untuk Penataan
Dalam arahannya, Bupati Endah menegaskan bahwa proyek jalan lingkar ini murni inisiatif pemerintah daerah tanpa campur tangan pihak lain. Ia memastikan tidak ada kepentingan pribadi atau kelompok di balik relokasi pedagang.
“Pemerintah daerah yang menata, tidak ada kepentingan siapa pun. Ini semua demi penataan kawasan wisata yang lebih baik. Kami ingin Pantai Sepanjang lebih hidup, lebih ramai, dan bisa menjadi ikon wisata rakyat Gunungkidul,” tegasnya.
Endah mengakui, dalam proses sosialisasi memang muncul berbagai dinamika di lapangan. Beberapa pedagang menginginkan ukuran lapak berbeda atau menunggu waktu lebih lama sebelum direlokasi. Namun, ia optimistis semua pihak akan menemukan titik temu.
“Negosiasi itu wajar. Kita cari jalan tengah agar semua merasa adil. Pemerintah sudah menyiapkan desain penataan baru yang rapi, dan nantinya seluruh lapak diseragamkan ukurannya agar tertib,” ujarnya.
Jalan Lingkar Sepanjang: Proyek Strategis Dana Keistimewaan
Proyek jalan lingkar Pantai Sepanjang merupakan bagian dari program penataan kawasan pesisir selatan yang didanai melalui Dana Keistimewaan (Danais).
Awalnya, pemerintah mengajukan anggaran sebesar Rp2,5 miliar, namun disetujui Rp1,6 miliar. Dengan anggaran tersebut, tahap pertama akan dikerjakan sepanjang 500 meter, dengan target selesai sebelum akhir November 2025.
Jalan lingkar tersebut dirancang selebar lima meter, lengkap dengan jalur pedestrian dan area parkir yang memadai. Pemerintah berharap infrastruktur baru ini dapat meningkatkan aksesibilitas wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di sekitar Pantai Sepanjang.
“Kalau jalan ini dibersihkan dan dilebarkan, wisatawan akan semakin tertarik datang. Pantai akan tampak lebih terbuka dan tertata. Ini investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat Gunungkidul,” tutur Endah.
Proyek Kolaboratif Lintas Dinas
Penataan besar-besaran ini menjadi proyek lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepala Kapanewon Tanjungsari, Sri Intiyastuti, menjelaskan bahwa proyek ini dikoordinasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPR KP).
Selain itu, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanahan, dan Dinas Perhubungan juga terlibat untuk memastikan aspek teknis, akses wisata, serta area parkir tertata dengan baik. Dia mengklaim, respon pedagang sejauh ini positif.
“Mereka sudah menunggu penataan ini sejak 2017, ketika badai Cempaka merusak kawasan pantai. Bahkan Sri Sultan HB X kala itu menyampaikan perlunya penataan ulang. Kini mimpi itu mulai diwujudkan,” jelas Sri.
Berdasarkan hasil koordinasi terakhir, sebanyak 109 pedagang akan dipindahkan dari sisi selatan ke sisi utara jalan. Pemerintah akan membangun lapak baru berukuran seragam lengkap dengan kantong parkir di setiap zona usaha.
DLH dan DPUPR KP Bergerak Bersama
Kegiatan pembongkaran dan bersih-bersih lapak lama dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama DPUPR KP. Kepala DLH Gunungkidul, Hary Sukmono, menegaskan bahwa gotong royong ini bukan hanya untuk mendukung pembangunan fisik, tetapi juga untuk memudahkan pedagang dalam proses relokasi.
“Kami membantu memindahkan peralatan dan menata ulang lokasi baru agar para pedagang bisa segera berjualan kembali. Pemerintah ingin transisi ini berjalan lancar tanpa mengorbankan mata pencaharian masyarakat,” ujar Hary.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan para pedagang sudah dapat beroperasi kembali pada akhir pekan mendatang, seiring dimulainya pekerjaan jalan. DLH ingin Pantai Sepanjang menjadi destinasi yang nyaman, bersih, dan hidup siang malam.
“Penataan ini langkah awal menuju kawasan wisata rakyat yang berkelas,” tegasnya.
Menuju Pantai Sepanjang Baru: Wisata Rakyat yang Modern dan Humanis
Melalui proyek ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bertekad menjadikan Pantai Sepanjang sebagai ikon wisata baru yang menampilkan harmoni antara keindahan alam, ketertiban kawasan, dan kesejahteraan rakyat.
“Kami mohon doa dan dukungan semua. Ini bukan proyek biasa, tapi gerakan besar untuk menjadikan Gunungkidul semakin viral, tertata, dan membanggakan. Seperti Jimbaran Bali,” tuturnya.