Dampak Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha Jogja Meluas: Puluhan Anak Alami Gangguan Gizi dan Perkembangan

Bagikan :
Ilustrasi Dampak Kekerasan Little Aresha/Foto: Freepik

TUGUJOGJA- Kasus kekerasan di tempat penitipan anak Little Aresha di Sorosutan, Kota Yogyakarta, terus menimbulkan dampak meluas ke sektor kesehatan anak.

Pemerintah Kota Jogja kini mengungkap temuan awal yang memprihatinkan. Mereka telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap ratusan anak yang terdaftar di daycare tersebut.

Dampak Kekerasan Little Aresha

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat sedikitnya 17 anak mengalami masalah gizi dan 13 anak lain terindikasi mengalami gangguan perkembangan.

Temuan ini muncul setelah tim kesehatan melakukan asesmen pasca-penggerebekan terhadap aktivitas di daycare tersebut.

Kepala Dinkes Kota Jogja, Emma Rahmi Aryani, menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa 131 anak dari total 149 anak yang tercatat sebagai peserta penitipan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 125 anak telah menjalani pemeriksaan status gizi secara lengkap.

Hasilnya menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Sebanyak 17 anak teridentifikasi mengalami masalah gizi. Sementara itu, 13 anak lain menunjukkan indikasi gangguan perkembangan seperti ADHD, keterlambatan bicara (speech delay), hingga spektrum autisme.

Emma menegaskan bahwa temuan tersebut masih bersifat diagnosis awal. Ia menyatakan tim medis akan segera melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi masing-masing anak secara lebih detail dan akurat.

Baca juga  Driver Ojol Ditemukan Tewas di TPS Pogung Kidul Sleman, Diduga Akibat Kelelahan

โ€œKami akan tindak lanjuti dengan pemeriksaan lebih mendalam agar penanganan bisa tepat sasaran,โ€ ujar Emma.

Penanganan Masalah

Menanggapi kondisi tersebut, Dinkes Kota Jogja langsung menyiapkan langkah intervensi cepat. Anak-anak yang mengalami masalah gizi akan mendapatkan pendampingan intensif melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari puskesmas sesuai wilayah domisili masing-masing.

Sementara itu, anak-anak yang terindikasi mengalami gangguan perkembangan akan mendapat rujukan ke layanan psikolog di puskesmas.

Pemerintah memperkirakan proses terapi akan berlangsung minimal selama enam bulan guna memastikan perkembangan anak dapat kembali optimal.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Jogja juga mengambil langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan pengasuhan anak-anak terdampak. Instansi ini menyiapkan puluhan daycare alternatif yang telah memiliki izin resmi untuk menampung para korban.

Kepala Dindikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai penyedia layanan penitipan anak guna memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga pengasuh.

โ€œKami memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pengasuhan yang aman dan layak. Orang tua juga bisa memilih daycare sesuai kebutuhan mereka,โ€ jelas Budi.

Baca juga  Kronologi Terungkapnya Dugaan Penelantaran Anak di Daycare Jogja Little Aresha, Ditemukan Luka Lebam

Pemerintah Kota Jogja menanggung seluruh biaya operasional layanan daycare alternatif tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga akhir tahun ajaran pada Juni 2026.

Kebijakan ini akan meringankan beban orang tua sekaligus memberikan rasa aman di tengah situasi yang mengguncang.

Sementara itu, aparat kepolisian terus mengusut tuntas kasus kekerasan yang terjadi di Little Aresha. Polresta Jogja telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini.

Para tersangka terdiri dari ketua yayasan, kepala sekolah, serta 11 orang pengasuh yang kemungkinan terlibat langsung dalam tindakan kekerasan terhadap anak-anak.

Kasus ini tidak hanya membuka luka bagi para korban dan keluarga, tetapi juga menjadi peringatan keras bagi sistem pengawasan lembaga penitipan anak.

Pemerintah kini menghadapi tantangan besar untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memulihkan kondisi fisik dan mental anak-anak yang terdampak. (ef linangkung)

link resmi sangkarbet

sangkarbet resmi

link gacor

sangkarbet

slot maxwin

slot gacor

slot gacor

situs toto

situs togel terpercaya

sangkarbet

slot resmi

Baca juga  Polisi Isyaratkan Tersangka Baru dalam Kasus Little Aresha Yogyakarta, Penyelidikan Kian Mendalam dan Dramatis

Situs Togel Resmi SANGKARBET

togel online

togel pasti bayar

pasti bayar

slot resmi

toto togel

slot online

slot resmi

Berita Terbaru

kebakaran lahan kota jogja
Damkarmat Kota Jogja Catat 44 Kasus Kebakaran hingga Agustus 2026, Pemkot Imbau Warga Stop Bakar Sampah
pexels-defrinomaasy-31679224 (2)
Cara Cek PIP 2026 yang Belum Cair Lewat HP, Ini Penyebab Dana Belum Masuk Rekening
christian-wiediger-GWkioAj5aB4-unsplash
Bot Telegram EDABU BPJS BOT Resmi atau Penipuan? BPJS Kesehatan Buka Suara Soal Isu Kebocoran Data
6307631852319086698
KAI Daop 6 Tutup Perlintasan Tak Terjaga di Sentolo, Sudah 10 Titik Ditutup Sepanjang 2026
Screenshot_2026-08-04-09-19-28-849_com.google.android.apps
Pantai Wediombo Kembali Jadi Habitat Penyu Lekang, Puluhan Tukik Dilepas ke Laut

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus