
TUGUJOGJA – Tekanan ekonomi kembali memicu kasus kriminal di Gunungkidul. Seorang pria berinisial ARD (35), warga Seropan, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, ditangkap polisi setelah mencuri sepeda motor di kawasan Alun-Alun Wonosari demi memenuhi kebutuhan sekolah anaknya.
Kasus pencurian kendaraan bermotor itu menyita perhatian warga karena alasan pelaku disebut berkaitan dengan biaya pendidikan dan utang rentenir yang menumpuk.
ARD kini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Wonosari setelah aksinya terungkap melalui rekaman CCTV dan penyelidikan polisi selama beberapa pekan.
Motor Hilang di Tengah Ramainya Alun-Alun
Peristiwa pencurian terjadi saat seorang pelajar bernama Christiano Adityama Kumara (18) memarkir sepeda motor Honda Spacy bernomor polisi B 3051 FCO di sisi barat Alun-Alun Wonosari.
Saat itu kondisi kawasan alun-alun cukup ramai. Kendaraan berjajar di tepi jalan dan aktivitas warga berlangsung normal.
Namun di tengah keramaian tersebut, ARD disebut sudah lebih dulu mengamati situasi.
Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku mondar-mandir di sekitar lokasi sambil memperhatikan kendaraan yang terparkir. Sesekali ia berhenti dan memastikan kondisi sekitar aman sebelum menjalankan aksinya.
Ketika situasi dianggap sepi pengawasan, pelaku langsung membawa kabur motor korban beserta helm yang tersimpan di kendaraan.
Korban baru menyadari motornya hilang beberapa saat kemudian dan segera melapor ke polisi.
Polisi Lacak Pelaku dari CCTV dan Informasi Satpam
Polsek Wonosari langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan kehilangan.
Petugas memeriksa rekaman CCTV di sekitar Alun-Alun Wonosari dan menemukan petunjuk penting berupa pakaian serta sandal yang digunakan pelaku saat beraksi.
Informasi lain datang dari seorang satpam yang mengaku sering melihat pria mencurigakan berada di area masjid sekitar alun-alun.
Polisi kemudian melakukan pemantauan selama beberapa pekan hingga akhirnya menemukan titik terang.
Sekitar satu bulan setelah kejadian, aparat mendapati ARD sedang berusaha menjual helm hasil curian kepada seseorang.
Petugas langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan.
Pelaku Mengaku Terdesak Biaya Sekolah Anak
Dalam pemeriksaan, ARD mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengaku baru pertama kali melakukan pencurian dan nekat mencuri karena tekanan ekonomi yang berat.
Menurut pengakuannya kepada polisi, ia harus memenuhi biaya pendidikan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, termasuk kebutuhan study tour dan SPP.
Selain itu, ia juga terlilit utang rentenir yang terus menagih pembayaran.
Karena terdesak kebutuhan, ARD menjual motor hasil curian di wilayah Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, seharga Rp2,5 juta. Uang tersebut dipakai untuk kebutuhan sekolah anak dan membayar utang.
Kapolsek Kota Wonosari, Kompol Tri Wibowo, mengatakan pelaku mempelajari cara mencuri motor melalui video di YouTube sebelum menjalankan aksinya.
โPelaku mengaku baru pertama kali melakukan pencurian. Ia belajar dari internet dan memanfaatkan situasi di sekitar lokasi,โ ujar Tri Wibowo.
Polisi Amankan Kunci T dan Obeng
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti obeng, kunci T, tas ransel, hingga potongan kabel engkol yang diduga digunakan pelaku saat beraksi.
ARD kini dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Wonosari.
Kasus ini memunculkan perhatian luas karena memperlihatkan tekanan ekonomi yang masih dialami sebagian masyarakat, terutama terkait biaya pendidikan dan utang konsumtif.
Meski demikian, aparat menegaskan kesulitan ekonomi tidak bisa dijadikan alasan melakukan tindak pidana.