Pasar Unggas Kepek Terancam Dibongkar untuk Koperasi Desa Merah Putih, Ratusan Pedagang Gunungkidul Diliputi Kecemasan

Bagikan :
Pasar Unggas Kepek/Istimewa

TUGUJOGJA – Rencana pembongkaran Pasar Unggas Kepek, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari untuk pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih memunculkan gelombang keresahan di kalangan pedagang.

Mereka tidak hanya menghadapi ancaman kehilangan lokasi usaha, tetapi juga bayang-bayang hilangnya pelanggan, menurunnya omzet, hingga terganggunya mata pencaharian yang selama ini menopang kehidupan keluarga.

Bagi sebagian orang, pasar hanyalah tempat transaksi. Namun, bagi ratusan pedagang unggas di Kepek, pasar tersebut merupakan ruang hidup yang menyatukan harapan, perjuangan, dan penghasilan yang telah mengalir dari generasi ke generasi.

Pertemuan Paguyuban Pedagang

Keresahan para pedagang mengemuka dalam pertemuan Paguyuban Pedagang Unggas Pasar Kepek pada Jumat (12/6/2026). Dalam forum tersebut, para pedagang menyampaikan berbagai kekhawatiran terkait rencana relokasi yang tengah disiapkan pemerintah.

Mereka mempertanyakan sejauh mana kesiapan pemerintah dalam menyiapkan lokasi baru dan menjamin keberlangsungan aktivitas perdagangan setelah proses pemindahan.

Bagi para pedagang, relokasi bukan sekadar memindahkan kandang, lapak, atau meja dagangan dari satu lokasi ke lokasi lain. Relokasi menyangkut keberlangsungan jaringan usaha yang telah dibangun selama bertahun-tahun, hubungan dengan pelanggan tetap, hingga kepercayaan pasar yang tidak bisa dibentuk dalam waktu singkat.

Pasar Unggas Kepek selama ini menjadi salah satu pusat perdagangan unggas paling ramai di Gunungkidul. Pedagang dan pembeli datang dari berbagai wilayah untuk melakukan transaksi ayam kampung, ayam potong, bebek, burung, hingga berbagai jenis unggas lainnya.

Baca juga  Kronologi Kasus Timothy Ronald Dilaporkan Polisi: Benarkah Rugikan Klien Hingga Miliaran?

Aktivitas ekonomi yang tercipta tidak hanya menghidupi para pedagang. Kehadiran pasar tersebut juga menjadi sumber penghasilan bagi peternak, pengepul, penyedia pakan ternak, jasa transportasi, warung makan, hingga pekerja harian yang menggantungkan hidup dari ramainya aktivitas perdagangan.

Oleh karena itu, ketika kabar pembongkaran pasar mulai beredar, kekhawatiran langsung menyebar di kalangan pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Pasar Unggas Kepek.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan aktivitas perdagangan di pasar tersebut akan dipindahkan ke lokasi baru setelah izin penggunaan tanah tidak diperpanjang oleh Pemerintah Kalurahan Kepek.

Setelah proses relokasi selesai, lahan yang selama ini menjadii pasar unggas akan beralih fungsi untuk pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih.

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, membenarkan rencana tersebut. Pemerintah saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah relokasi agar aktivitas perdagangan tetap dapat berjalan meskipun pasar lama nantinya dibongkar.

“Pasar Unggas Kepek nantinya akan dibongkar dan aktivitas perdagangan dipindahkan ke lokasi baru. Setelah itu lahan akan digunakan untuk pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih,” ujar Kelik.

Baca juga  Update Harga Emas 19 November 2025: Pergerakan Terbaru Antam dan Pegadaian Serta Ketentuan Pajaknya

Menurut Kelik, keputusan tersebut muncul setelah Pemerintah Kalurahan Kepek tidak menyetujui perpanjangan penggunaan tanah untuk aktivitas pasar unggas. Kondisi itu membuat pemerintah harus mencari alternatif lokasi agar para pedagang tetap memiliki tempat untuk menjalankan usahanya.

Solusi Relokasi Pasar Unggas Kepek

Sebagai solusi sementara, pemerintah menawarkan kawasan Pasar Hewan Siyono sebagai lokasi relokasi. Pemerintah menilai kawasan tersebut memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk mendukung aktivitas perdagangan hewan dan unggas.

Selain memiliki area yang luas, lokasi itu juga memungkinkan pengembangan aktivitas perdagangan dalam jangka panjang.

Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih memang membawa harapan baru bagi penguatan sektor koperasi dan pelayanan ekonomi masyarakat. Program tersebut akan meningkatkan peran koperasi sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi daerah.

Namun di sisi lain, keberadaan Pasar Unggas Kepek juga memiliki nilai strategis yang tidak kalah penting. Pasar itu telah menjadi ruang ekonomi rakyat yang memberikan penghidupan bagi ratusan keluarga.

Kehilangannya bukan hanya soal berpindahnya lokasi perdagangan, melainkan juga menyangkut nasib banyak orang yang menggantungkan hidup dari aktivitas pasar.

Baca juga  Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

Situasi tersebut menghadirkan dilema antara kebutuhan pembangunan fisik dan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. Para pedagang berharap pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas, melakukan kajian secara komprehensif, serta menyusun proses relokasi secara bertahap dan terencana.

Mereka ingin memastikan bahwa perpindahan lokasi tidak berubah menjadi awal kemunduran ekonomi yang sulit dipulihkan. Di balik deretan kandang unggas, tersimpan harapan besar dari ratusan keluarga yang menggantungkan masa depannya pada pasar tersebut.

Kini, mereka menunggu keputusan pemerintah. Mereka berharap suara mereka didengar, aspirasi mereka dipertimbangkan, dan masa depan usaha mereka tidak menjadi korban dari sebuah proses pembangunan. (ef linangkung)

toto togel

situs toto

situs togel

link togel

situs toto

situs slot

rtp slot

link togel

slot resmi

toto slot

togel online

slot gacor hari ini

toto togel

slot online

slot online

link gacor

togel online

link slot

situs slot

slot resmi

toto togel

slot gacor

situs togel

togel online

link slot

situs toto

cabe4d toto

togel 4d

rtp slot

togel resmi

situs togel

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir