
TUGUJOGJA – IHSG hari ini 8 Januari 2026 diprediksi rawan koreksi meski sempat tembus level 9.000. Simak analisis pergerakan indeks dan rekomendasi saham unggulan dari analis pasar.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, diperkirakan berlangsung cukup dinamis. Sejumlah analis pasar modal menilai indeks masih memiliki peluang melanjutkan penguatan, namun tetap dibayangi risiko koreksi dalam jangka pendek. Oleh karena itu, investor diimbau lebih selektif dalam menentukan strategi transaksi, khususnya dalam memilih saham-saham yang dinilai memiliki fundamental dan teknikal menarik.
Kinerja IHSG pada Perdagangan Sebelumnya
Mengacu pada data RTI Infokom, pada penutupan perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan berakhir di posisi 8.944,81 atau menguat 0,13 persen. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di kisaran 8.916 hingga 8.970.
Aktivitas pasar menunjukkan pergerakan yang relatif berimbang. Sebanyak 344 saham tercatat menguat, 362 saham melemah, dan 104 saham tidak mengalami perubahan harga. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia juga mengalami peningkatan dan tercatat mencapai Rp16.351 triliun.
Dari sisi aktivitas transaksi, saham PT Aneka Tambang Tbk. menjadi salah satu emiten dengan nilai perdagangan terbesar, yakni sekitar Rp2,3 triliun. Meski ramai diperdagangkan, saham ini justru ditutup melemah cukup dalam sebesar 11,59 persen ke level Rp3.850 per saham.
Analisis Teknis dan Proyeksi Pergerakan IHSG
Tim Analis MNC Sekuritas menilai bahwa penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya mulai diiringi oleh tekanan jual. Target penguatan jangka pendek dinilai sudah tercapai, sehingga peluang koreksi teknikal patut diantisipasi.
Dalam riset hariannya, MNC Sekuritas menyebutkan bahwa posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian wave (v) dari wave [iii]. Dengan struktur pergerakan tersebut, area penguatan terdekat berada pada rentang 8.994 hingga 9.077. Namun, investor juga diminta mencermati potensi koreksi yang dapat menguji area 8.777 sampai 8.879.
Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 8.867 dan 8.776. Sementara itu, area resistance diproyeksikan pada level 8.960 hingga 8.996. Rentang pergerakan ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam menentukan waktu masuk dan keluar dari pasar saham.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Dalam menghadapi potensi fluktuasi indeks, MNC Sekuritas menyarankan strategi buy on weakness untuk beberapa saham berkapitalisasi besar. Saham-saham yang direkomendasikan dengan pendekatan tersebut antara lain PT Astra Otoparts Tbk., PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., dan PT Jasa Marga Tbk.
Selain itu, bagi investor dengan profil risiko yang lebih agresif, saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk. dinilai menarik untuk strategi speculative buy. Strategi ini dapat dipertimbangkan dengan tetap memperhatikan manajemen risiko dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Pergerakan IHSG Pagi Hari
Pada perdagangan Kamis pagi, IHSG langsung menunjukkan sentimen positif. Berdasarkan data RTI Infokom, indeks dibuka pada level 8.946,70 pada pukul 09.00 WIB. Level pembukaan tersebut sudah berada di atas rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high sebelumnya yang berada di 8.944.
Sesaat setelah pembukaan, IHSG bergerak di kisaran 8.930 hingga 8.985. Pada fase awal perdagangan, sebanyak 309 saham tercatat menguat, 142 saham melemah, dan 212 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar pun meningkat menjadi Rp16.358 triliun.
Menjelang pukul 10.05 WIB, IHSG bahkan sempat menembus level psikologis 9.000. Indeks mencapai level tertinggi harian di 9.002,92, dengan level terendah tercatat di 8.930,58.
Saham-Saham yang Menonjol
Sejumlah saham berkapitalisasi besar dan menengah mencatatkan kinerja positif pada sesi pagi. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. menjadi salah satu yang mencuri perhatian setelah melonjak 8,96 persen ke level Rp2.190 per saham. Selain itu, saham PT Timah Tbk. juga menguat 2,83 persen ke posisi Rp3.630 per saham.
Dari sektor perbankan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. turut bergerak positif dengan kenaikan 0,54 persen ke level Rp3.720 per saham. Penguatan saham-saham unggulan ini turut menopang pergerakan IHSG di awal perdagangan.
Catatan bagi Investor
Dengan kondisi pasar yang masih volatil, investor disarankan untuk tetap disiplin dalam menerapkan strategi investasi. Memperhatikan level support dan resistance, serta mengombinasikan analisis teknikal dan fundamental, menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi koreksi maupun peluang penguatan lanjutan.
Perlu ditegaskan bahwa informasi ini bersifat edukatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor, sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan yang dimiliki.