Gebrak Gerakan Mas JOS di 45 Kalurahan, Pemkot Yogyakarta Targetkan Pengurangan Sampah 60 Ton Per Hari

Bagikan :
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo/Foto: Pemkot Yogyakarta

TUGUJOGJA- Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggebrak pengelolaan sampah berbasis masyarakat lewat Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS).

Sejak akhir September 2025, Pemkot Yogyakarta menyalakan semangat baru di 45 kelurahan untuk mengubah pola pikir warga terhadap sampah, dari sekadar buangan menjadi sumber daya bernilai.

Gerakan ini berangkat dari keresahan akan meningkatnya volume sampah harian yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Melalui Mas JOS, Pemkot mengajak warga memilah sampah organik sejak dari rumah tangga. Targetnya jelas, sampah di TPA hanya berupa residu yang benar-benar tidak bisa diolah lagi.

Perkuat Gerakan Mas JOS

Untuk memperkuat gerakan tersebut, Pemkot Yogyakarta memfasilitasi 1.200 penggerobak sampah dengan dua ember khusus, satu untuk sisa dapur organik, satu lagi untuk residu non-organik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian pengelolaan sampah di tingkat kelurahan.

Selain itu, Pemkot juga mengerahkan seluruh perangkat daerah untuk membina 45 kelurahan. Mereka aktif menggelar edukasi tentang pemilahan sampah dan memfasilitasi galon bekas sebagai wadah organik di tiap lingkungan.

Baca juga  Daftar Lokasi Sewa Motor di Jogja Dekat Stasiun Tugu Yogyakarta, Lengkap dan Terpercaya

Melalui pendekatan ini, Pemkot berharap dapat membangun perubahan perilaku yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa gerakan Mas JOS bukan hanya ajakan moral, melainkan sistem nyata yang Pemkot bangun hingga ke tingkat rumah tangga.

โ€œRekonstruksi sosial itu butuh proses tapi harus terus dilakukan. Sekarang kita mengajak dan menggerakkan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah. Mas JOS bukan sekadar ajakan, tapi Pemkot juga membangun sistem dan memfasilitasi hingga tingkat rumah tangga,โ€ ujar Hasto.

Target Pemkot

Menurut Hasto, hingga akhir tahun 2025 Pemkot menargetkan pengurangan volume sampah harian hingga 60 ton. Saat ini, kemampuan pengolahan sampah Kota Yogyakarta baru mencapai sekitar 190 ton per hari dari total timbulan sampah yang masuk ke depo.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot juga menyiapkan tempat transit di setiap kelurahan untuk memfasilitasi proses pemilahan ulang sebelum sampah sampai di depo atau TPA. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa hanya residu murni yang akhirnya dikirim ke lokasi akhir pembuangan.

Baca juga  Gerilya Pemkot Yogyakarta Bedah Rumah Tak Layak Huni, Hasto Wardoyo Tegaskan Semangat Gotong Royong

โ€œPemilahan kembali di tempat transit sangat diperlukan untuk menekan jumlah sampah yang dibawa ke depo. Tidak dipungkiri, masih ada plastik atau bahan lain yang sebenarnya bisa dibersihkan dan dimanfaatkan,โ€ jelas Hasto.

Dengan sistem berlapis ini, Pemkot berupaya memperkuat rantai pengelolaan sampah dari sumber, pengumpulan, hingga pengolahan akhir.

Hasto menegaskan Gerakan Mas JOS menjadi momentum penting dalam transformasi budaya pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta.

Pemkot tidak hanya menargetkan angka pengurangan timbulan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama.

Warga kini mulai memahami bahwa memilah sampah bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud nyata cinta terhadap lingkungan.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan perangkat kelurahan, dan perbaikan sistem, Kota Yogyakarta menapaki jalan menuju cita-cita besar, Kota Nol Sampah (Zero Waste City).

Gerakan Mas JOS menjadi bukti bahwa perubahan besar selalu bermula dari tindakan kecil di rumah sendiri, dari dapur, dari ember, dan dari kesadaran bahwa setiap warga punya peran dalam menjaga bumi tetap bersih dan lestari. (ef linangkung)

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Gandeng PTNU Wujudkan One Village One Sister University, Mahasiswa Bergerak jadi Motor Perubahan Kampung

klik di sini

situs togel

situs toto

togel pools resmi

sangkarbet

slot resmi

slot online

situs slot resmi

situs slot resmi

sangkarbet login

situs toto

link slot gacor

Login Sangkarbet

Agen Togel Terpercaya Sangkarbet

situs toto

situs togel resmi

situs resmi

link gacor

situs toto

slot resmi

Berita Terbaru

raperda hpr
Terungkap 126 Anjing Dibunuh per Hari, DIY Resmi Larang Perdagangan Hewan Penular Rabies untuk Pangan
kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13โ€“19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai