
TUGUJOGJA – Gunung Merapi meluncurkan belasan kali lava pijar sepanjang Sabtu, 28 Juni 2025 hingga Minggu, 29 Juni 2025 dini hari. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat aktivitas intens tersebut selama dua periode pengamatan berurutan.
BPPTKG melaporkan, pada Sabtu, 28 Juni 2025 pukul 00.00–24.00 WIB, petugas mengamati enam kali guguran lava pijar yang mengarah ke barat daya. Guguran lava pijar tersebut meluncur menuju Kali Bebeng dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
Petugas juga mencatat cuaca di puncak Merapi mendung dan berawan, dengan suhu udara berkisar antara 17,4 hingga 23 derajat Celsius serta kelembaban mencapai 99,6 persen.
Petugas melaporkan kegempaan cukup intens. Mereka merekam 101 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2–18 mm dan durasi 51,56–187,35 detik. Mereka juga mencatat 114 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–25 mm dan durasi 7,11–14,91 detik.
Selain itu, dua kali gempa tektonik jauh juga terekam dengan amplitudo 9–28 mm dan durasi 51,97–119,28 detik.
Pada Minggu, 29 Juni 2025 dini hari pukul 00.00–06.00 WIB, BPPTKG kembali melaporkan aktivitas serupa. Petugas mencatat 13 kali guguran lava pijar yang mengarah ke barat daya, tepatnya ke Kali Sat/Putih, dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Mereka juga melaporkan cuaca mendung dan berawan, dengan suhu udara berkisar antara 16,3 hingga 19,8 derajat Celsius dan kelembaban mencapai 99 persen.
Petugas melaporkan sebanyak 28 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–9 mm dan durasi 51,65–169,61 detik. Mereka juga mencatat 26 kali gempa hybrid dengan amplitudo 3–18 mm dan durasi 8,4–13,69 detik.
Status Siaga dan Imbauan BPPTKG
BPPTKG menetapkan status Gunung Merapi berada pada Level III atau Siaga. BPPTKG merekomendasikan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya.
Mereka menjelaskan potensi bahaya berupa guguran lava pijar dan awan panas guguran pada sektor selatan–barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Sementara di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 km. Petugas juga mengingatkan, letusan eksplosif dapat melontarkan material vulkanik hingga radius 3 km dari puncak.
BPPTKG menyebut suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran. Mereka meminta masyarakat mewaspadai potensi lahar hujan serta gangguan abu vulkanik. BPPTKG menegaskan akan meninjau ulang status aktivitas jika terjadi perubahan signifikan.
BPPTKG terus melakukan pemantauan Gunung Merapi secara intensif. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi melalui BPPTKG dan PVMBG.