Hapus Jejak Kepemimpinan Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Tuai Kecaman Warga

Bagikan :
Ilustrasi Hapus Jejak Kepemimpinan Hasto Wardoyo, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Tuai Kecaman Warga/

TUGUJOGJA – Kebijakan Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menghapus ornamen Geblek Renteng dan menguatkan kembali logo Binangun memicu polemik. Warga menilai langkah ini sebagai penghapusan jejak era Hasto Wardoyo.

Kebijakan Penggantian Ornamen Picu Polemik

Langkah Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4/2/034/2026 memantik perdebatan di tengah masyarakat. SE tersebut menginstruksikan pengecatan ulang pagar, gerbang, dan bangunan sekolah yang masih menampilkan simbol Geblek Renteng, untuk diganti dengan warna kuning dan hijau pare anom.

Kebijakan ini menjadi sorotan karena Geblek Renteng selama ini identik dengan masa kepemimpinan mantan Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo. Motif tersebut tak hanya menjadi batik khas daerah, tetapi juga hadir dalam berbagai elemen visual ruang publik.

Agung menjelaskan alasan pemilihan warna baru tersebut. โ€œMengecat dengan warna kuning dan hijau pare anom (hijau muda). Warna kuning dan hijau pare anom melambangkan kesuburan, harapan, kemakmuran dan kesejahteraan.โ€

Namun di lapangan, kebijakan ini ditafsirkan sebagian warga sebagai upaya menghapus simbol yang lekat dengan era sebelumnya.

Sorotan di SD Negeri 2 Pengasih

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah SD Negeri 2 Pengasih di Kalurahan Margosari. Pada bagian depan sekolah, motif Geblek Renteng tampak jelas menghiasi gerbang, lengkap dengan ornamen gunungan dan dua simbol geblek yang menyerupai angka 88.

Baca juga  Wali Kota Yogyakarta Tolak Mobil Dinas Baru, Dialihkan untuk Pengadaan Gerobak Sampah

Dalam pidatonya di hadapan para kepala sekolah, Agung menyampaikan kritik keras terhadap tampilan tersebut. Bahkan ia melontarkan ancaman tegas.

“Eee, kok ana SD sing gapurone dilonthang-lantheng warnane (Eee, kok ada SD yang gapuranya dicat warna-warni, Red). Kalau tidak segera diganti, nanti saya ganti kepala sekolahnya,” ucap Agung dikutip Tugujogja.id dari berbagai sumber.

Pernyataan ini kemudian memicu kecaman dari sejumlah warga yang menilai ancaman pencopotan kepala sekolah sebagai langkah berlebihan.

Perubahan Identitas Visual Pemerintahan

Sebelum polemik penghapusan ornamen, Agung lebih dulu mengubah warna seragam aparatur sipil negara (ASN). Seragam coklat khaki yang digunakan setiap Selasa diganti menjadi biru muda. Selain itu, penggunaan batik Geblek Renteng setiap Kamis juga dihentikan dan diganti dengan motif Binangun Kertoraharja.

Bagi sebagian kalangan, rangkaian kebijakan ini memperkuat narasi bahwa terjadi โ€œdehastoisasiโ€ atau pengurangan simbol-simbol yang identik dengan kepemimpinan sebelumnya.

Selama belasan tahun, motif Geblek Renteng memang menjadi identitas batik Kulon Progo. ASN, perangkat desa, hingga pelajar mengenakannya sebagai bentuk kebanggaan lokal. Penelitian Embran Nawawi (2018) dari ISI Yogyakarta bahkan menyebut motif tersebut sebagai โ€œideologi kerakyatanโ€ yang memberdayakan 80.000 siswa dan 7.821 PNS melalui program Bela Beli Kulon Progo.

Baca juga  Melaju Kencang Lalu Tabrak Pejalan Kaki, Mahasiswi Pengendara Motor Trail Tewas di Bantul

Dasar Hukum yang Dipegang Pemkab

Di sisi lain, pemerintah daerah menegaskan bahwa kebijakan tersebut memiliki landasan hukum. Surat Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor 296 Tahun 2012 menetapkan Geblek Renteng sebagai motif batik khas daerah. Dalam dokumen tersebut, motif itu diperuntukkan bagi kain batik seperti seragam siswa dan PNS bukan sebagai logo resmi atau ornamen arsitektur bangunan.

Sementara itu, logo Binangun ditetapkan melalui SK 814/1995 dan tidak pernah dicabut. Gunungan Binangun dengan warna kuning gading dan hijau pare anom merupakan simbol resmi Kabupaten Kulon Progo yang merepresentasikan moto โ€œBeriman, Indah, Nuhoni, Aman, Nalar, Guyub, Ulet, Nyamanโ€. Logo tersebut disebut sebagai pemberian Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Melalui SE Nomor 100.3.4.2/034/2026 tentang Implementasi Semboyan Binangun, Agung menegaskan kembali penggunaan simbol resmi tersebut dalam lingkungan pemerintahan.

Pro dan Kontra di Tengah Masyarakat

Perdebatan pun tak terhindarkan. Sebagian warga menilai penghapusan ornamen Geblek Renteng sebagai langkah yang mengikis warisan kebijakan era Hasto Wardoyo. Mereka menganggap motif tersebut bukan sekadar corak batik, melainkan simbol kebangkitan ekonomi kreatif dan identitas lokal.

Baca juga  Bendungan Portable Kali Code Segera Dibangun, Pemkot Yogyakarta Siapkan Wisata Air dan Arung Jeram di Tengah Kota

Sebaliknya, pihak yang mendukung kebijakan menilai langkah tersebut sebagai penertiban administratif agar identitas visual pemerintahan kembali sesuai regulasi.

Di tengah dinamika ini, masyarakat berharap adanya penjelasan terbuka dan transparan dari pemerintah daerah terkait arah kebijakan identitas daerah ke depan. Polemik yang muncul menunjukkan bahwa simbol budaya tidak sekadar ornamen visual, melainkan memiliki dimensi historis dan emosional yang kuat bagi warga.***

bandar togel

link gacor

toto togel

monperatoto

monperatoto

link gacor

situs togel

toto togel

toto togel

slot gacor

situs togel

link gacor

monperatoto

monperatoto

monperatoto

situs toto

monperatoto

toto slot

slot

situs toto

monperatoto

monperatoto

monperatoto

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13โ€“19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir