
TUGUJOGJA – Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian pemuda 27 tahun yang tenggelam di Sungai Oya Bantul dengan drone sonar, penyelam, perahu, dan penyisiran darat.
Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian terhadap Taufan Aktafiama (27), warga Grujugan, Kabupaten Bantul, yang dilaporkan tenggelam di kawasan Lembah Sungai Oya Plarangan, Imogiri, pada Selasa (21/7/2026). Memasuki hari kedua operasi, berbagai metode pencarian dikerahkan, mulai dari drone berteknologi sonar, penyelaman, penyisiran menggunakan perahu, hingga pemantauan dari darat.
Korban dilaporkan hilang sejak Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB saat berenang bersama seorang rekannya di Sungai Oya. Hingga operasi pencarian hari pertama berakhir, korban belum berhasil ditemukan sehingga pencarian dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran.
Upaya pencarian pada hari kedua difokuskan di sekitar lokasi korban diduga tenggelam hingga sepanjang aliran sungai yang berpotensi menjadi jalur hanyut korban akibat arus.
Basarnas Bagi Tim ke Beberapa SRU
Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto, mengatakan Tim SAR Gabungan menyusun strategi pencarian dengan membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU).
Masing-masing SRU memiliki tugas berbeda agar proses pencarian dapat menjangkau seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban.
“Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan membagi personel ke beberapa SRU. Pencarian dilakukan melalui jalur udara menggunakan drone yang dilengkapi sonar, penyelaman di sekitar lokasi kejadian, penyisiran di atas permukaan air, serta pemantauan dari darat di sisi utara dan selatan sungai,” ujar Pipit Eriyanto.
Pembagian tugas tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pencarian sekaligus mempercepat identifikasi titik-titik yang memerlukan pemeriksaan lebih mendalam.
Drone Sonar Digunakan Deteksi Bawah Air
Salah satu metode yang digunakan dalam operasi hari kedua adalah drone kapal yang dilengkapi teknologi sonar.
Peralatan tersebut dimanfaatkan untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air tanpa harus bergantung sepenuhnya pada penyelaman manual.
Penyisiran dilakukan dari titik lokasi korban terakhir terlihat ke arah timur dan barat dengan radius sekitar 100 meter.
Apabila sonar mendeteksi objek yang mencurigakan, informasi tersebut akan diteruskan kepada tim penyelam untuk dilakukan pemeriksaan langsung.
Penyelam dan Perahu Sisir Aliran Sungai
Selain memanfaatkan teknologi sonar, Tim SAR juga menurunkan personel penyelam untuk menyisir dasar Sungai Oya di sekitar lokasi kejadian.
Karakter dasar sungai yang tidak rata serta arus yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri bagi petugas selama proses penyelaman berlangsung.
Pada saat bersamaan, SRU lainnya bergerak menggunakan perahu menyusuri aliran Sungai Oya hingga sekitar 150 meter ke arah timur maupun barat dari titik awal korban diduga tenggelam.
Sementara itu, tim darat melakukan penyisiran di sepanjang bantaran sungai. Area semak-semak, bebatuan, serta titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut menjadi fokus pemeriksaan.
Cuaca Cerah, Arus Sungai Masih Jadi Kendala
Cuaca di kawasan Lembah Sungai Oya dilaporkan cerah selama operasi pencarian berlangsung sehingga mendukung mobilitas personel maupun penggunaan drone.
Meski demikian, derasnya arus sungai dan kontur dasar perairan yang bervariasi masih menjadi kendala utama dalam proses pencarian.
Hingga pembaruan terbaru, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan penyisiran dan evaluasi terhadap area yang telah diperiksa.
Masyarakat Diimbau Utamakan Keselamatan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dan seorang rekannya diduga berenang setelah mengonsumsi minuman keras. Rekan korban berhasil menyelamatkan diri, sedangkan Taufan hilang setelah tenggelam.
Basarnas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai maupun wisata alam.
Aktivitas berenang di sungai memiliki tingkat risiko yang tinggi, terutama ketika kondisi fisik tidak prima atau berada di bawah pengaruh alkohol. Arus yang terlihat tenang di permukaan belum tentu mencerminkan kondisi di dasar sungai yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Hingga siang ini, operasi pencarian terhadap korban masih terus berlangsung dengan melibatkan seluruh unsur Tim SAR Gabungan. Petugas berharap kombinasi metode pencarian melalui udara, bawah air, permukaan sungai, dan jalur darat dapat mempercepat proses menemukan korban.***