
TUGUJOGJA- Hujan deras mengguyur wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta, pada Kamis siang (29/1/2026).
Cuaca ekstrem tersebut memicu serangkaian peristiwa yang menimbulkan kepanikan warga, mulai dari pohon tumbang di Ringroad Selatan hingga fenomena hujan es yang mengejutkan masyarakat.
Sejak awal siang, awan gelap menutup langit Bantul dan sekitarnya. Hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung cukup lama. Angin kencang ikut menerjang sejumlah wilayah, sehingga meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.
Cuaca Ekstrem Melanda Bantul
Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah pohon besar tidak mampu menahan terpaan angin dan akhirnya tumbang.
Arif, warga Mutihan, Kelurahan Banguntapan, Bantul, menyampaikan bahwa hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah tempat tinggalnya selama lebih dari satu jam.
Ia menyaksikan langsung pohon-pohon besar di sepanjang Ringroad Selatan roboh satu per satu akibat terpaan angin.
โDi dekat rumah saya ada tujuh pohon besar yang tumbang,โ kata Arif.
Pohon-pohon tumbang tersebut menutup total akses Jalan Ringroad Selatan, baik di jalur cepat maupun jalur lambat dari dua arah. Kondisi tersebut langsung mengganggu arus lalu lintas dan memicu kemacetan panjang. Kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa berhenti karena batang dan dahan pohon melintang di badan jalan.
Petugas gabungan dari kepolisian, dinas terkait, dan relawan segera mendatangi lokasi kejadian. Mereka melakukan proses evakuasi dengan memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin. Proses pembersihan jalan membutuhkan waktu cukup lama karena ukuran pohon yang besar dan jumlahnya yang banyak.
Selain di Ringroad Selatan, hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan kerusakan di kawasan bersejarah Kotagede. Sebuah pohon beringin di kompleks Makam Mataram Kotagede mengalami patah pada bagian ranting berukuran besar.
Ranting tersebut jatuh dan menimpa beberapa sepeda motor milik pedagang, sebuah warung, serta satu unit mobil yang terparkir di sekitar lokasi.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Warga dan pedagang yang berada di sekitar lokasi segera menjauh saat ranting pohon mulai patah. Petugas kemudian mengamankan area dan membersihkan sisa ranting untuk mencegah kejadian lanjutan.
โSementara aman. Tidak ada korban,โ ujar seorang warga setempat.
Hujan Es di Srandakan
Sementara itu, fenomena cuaca yang lebih ekstrem terjadi di wilayah selatan Bantul. Wiwid, warga Trimurti, Srandakan, mengungkapkan bahwa hujan deras di wilayahnya disertai butiran kecil menyerupai kerikil es.
Butiran tersebut menghantam atap rumah dan menimbulkan suara keras yang mengagetkan warga.ย Hujan es tersebut berlangsung singkat, tapi cukup menimbulkan kepanikan.
Angin bertiup sangat kencang dan membuat warga khawatir akan potensi kerusakan rumah maupun fasilitas lainnya. Beberapa warga memilih bertahan di dalam rumah sambil menunggu kondisi cuaca mereda.
โBelum tahu ada yang rusak atau tidak. Tadi anginnya kencang sekali dan hujannya deras,โ ungkap Wiwid.
Hingga sore hari, hujan mulai mereda di sebagian wilayah Bantul dan Kota Yogyakarta. Aparat dan relawan terus melakukan pendataan dampak cuaca ekstrem, termasuk kerusakan pohon, fasilitas umum, dan kendaraan warga.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan deras dan angin kencang yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. (ef linangkung)