
TUGUJOGJA – Sejumlah aksi demonstrasi digelar di Jakarta pada 18 Juni 2026. Massa menyuarakan berbagai tuntutan mulai dari penghentian program MBG, penurunan harga BBM dan bahan pokok, hingga penolakan eksekusi Hotel Sultan.
Gelombang aksi demonstrasi kembali berlangsung di Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2026. Berbagai elemen masyarakat, organisasi perempuan, mahasiswa, hingga kelompok yang menolak eksekusi Hotel Sultan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Sejumlah titik aksi terpusat di kawasan Istana Negara, Patung Kuda, Hotel Sultan, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Simpang Lima Senen.
Aksi-aksi tersebut membawa beragam tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi, ketenagakerjaan, pendidikan, hingga persoalan sengketa lahan. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah desakan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sebagian kelompok massa membebani anggaran negara.
Selain itu, demonstrasi juga menyoroti kenaikan biaya hidup, harga bahan pokok, harga bahan bakar minyak (BBM), hingga masalah ketenagakerjaan yang dinilai belum terselesaikan.
Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi di Depan Istana Negara
Salah satu aksi terbesar hari ini datang dari Aliansi Perempuan Indonesia. Berdasarkan keterangan perwakilan aliansi, Mutiara Ika Pratiwi, dalam konferensi pers pada Rabu (17/6/2026), aksi tersebut melibatkan sedikitnya 90 organisasi perempuan yang tergabung dalam aliansi.
Massa dijadwalkan berkumpul mulai pukul 09.00 WIB di trotoar seberang lapangan skateboard kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Setelah itu mereka bergerak menuju depan Istana Negara di Jalan Medan Merdeka.
Peserta aksi diminta mengenakan pakaian atau daster berwarna merah muda sebagai identitas gerakan.
Tuntutan Utama: Turunkan Harga BBM dan Bahan Pokok
Dalam aksi tersebut, Aliansi Perempuan Indonesia membawa sejumlah tuntutan yang berfokus pada kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain:
- Menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).
- Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Membuka lapangan pekerjaan.
- Menindaklanjuti janji penyelesaian masalah perburuhan.
- Mengoptimalkan kerja Satgas Mitigasi PHK dan Kesejahteraan Buruh.
- Menghapus sistem outsourcing.
- Meningkatkan jaminan kesejahteraan sosial bagi buruh.
- Memprioritaskan anggaran untuk kesejahteraan rakyat.
Tuntutan tersebut mencerminkan perhatian massa terhadap persoalan daya beli masyarakat, ketenagakerjaan, serta kebijakan penggunaan anggaran negara.
Mahasiswa Soroti Kebijakan Ekonomi dan Pendidikan
Selain organisasi perempuan, sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta juga dijadwalkan turun ke jalan pada hari yang sama.
Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPN VJ) akan menggelar aksi mulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di Selasar FISIP B, Pondok Labu, Jakarta. Mereka kemudian bergerak menuju depan Istana Negara atau kawasan Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka.
Sementara itu, mahasiswa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dijadwalkan melakukan aksi mulai pukul 11.00 WIB dengan tujuan yang sama, yakni kawasan Patung Kuda.
Mahasiswa yang tergabung dalam berbagai elemen aksi menyuarakan sejumlah tuntutan tambahan, antara lain:
- Menurunkan harga bahan pokok dan BBM.
- Menghentikan program MBG.
- Membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
- Menghapus sistem outsourcing.
- Mengoptimalkan Satgas Mitigasi PHK.
- Menaikkan upah sesuai kebutuhan hidup layak.
- Menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai rakus tanah.
- Menolak komersialisasi pendidikan.
- Menjamin biaya pendidikan yang terjangkau.
Penolakan Eksekusi Hotel Sultan Jadi Sorotan
Selain isu ekonomi dan pendidikan, demonstrasi hari ini juga diwarnai aksi yang berkaitan dengan pelaksanaan eksekusi lahan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di kawasan Hotel Sultan, Kompleks GBK, Jakarta Pusat.
Massa yang menolak eksekusi tersebut menyuarakan tuntutan agar proses pengosongan Blok 15 kawasan GBK dibatalkan atau ditunda. Mereka juga mendorong adanya ruang negosiasi antara pihak-pihak yang bersengketa serta meminta penghormatan terhadap proses hukum yang masih berjalan.
Aksi Mahasiswa Lintas Kampus dan Demonstrasi di Senen
Pada pukul 10.00 WIB, massa dari Lembaga Bantuan Hukum Tridharma Indonesia yang terdiri dari mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pamulang (Unpam), dan Atma Jaya juga menggelar aksi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Sementara itu, Aliansi Mahasiswa Jakarta Pinggiran dijadwalkan melakukan demonstrasi di Pos Lantas Simpang Lima Senen mulai pukul 13.00 WIB.
Dengan banyaknya aksi yang berlangsung di sejumlah titik strategis ibu kota, masyarakat diimbau menyesuaikan rute perjalanan dan memantau kondisi lalu lintas terkini.
Kawasan Istana Negara, Patung Kuda, Medan Merdeka, Hotel Sultan GBK, serta Simpang Lima Senen diperkirakan menjadi titik dengan potensi kepadatan kendaraan tertinggi selama aksi berlangsung.
Demonstrasi yang digelar hari ini menunjukkan beragam isu yang menjadi perhatian kelompok masyarakat, mulai dari kebijakan ekonomi, kesejahteraan buruh, pendidikan, hingga persoalan sengketa lahan yang masih menjadi perdebatan publik.***