
TUGUJOGJA- Suasana duka yang menyelimuti keluarga besar diplomat muda Arya Daru Pangayunan seolah tak kunjung reda. Kepergian mendadak Arya Danu meninggalkan luka mendalam bagi sang istri, Meta Ayu Puspitasari.
Dalam kesempatan ini, Meta akhirnya menyampaikan suara hatinya kepada publik, kepada Presiden, hingga kepada seluruh bangsa Indonesia.
Meta pertama kali muncul di hadapan media dengan suara bergetar. Dia muncul bersama kedua orangtuanya dan mertuanya.
“Saya bisa berdiri di sini dengan jauh lebih tegar untuk suami saya tercinta, Arya Daru Pangayunan,” ucapnya.
“Bahkan sampai sekarang pun saya pribadi masih merasa ini seperti mimpi. Saya tahu ini kenyataan, tapi ada bagian dari diri saya yang tidak bisa menerima kehilangan seorang Arya Pangayunan. Kami sudah saling mengikat sejak umur 10 tahun, dan sekarang saya merasa setengah jiwa saya ikut pergi,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Meta juga menyampaikan pesan tegas dan lugas kepada Presiden RI, Kapolri, serta Menteri Luar Negeri.
“Kepada Bapak Presiden, Bapak Kapolri, dan Bapak Menlu, saya hanya bisa berharap dan memohon agar kasus ini dapat selesai dengan baik, jujur, dan transparan,” katanya menekankan.
Baginya, keadilan bukan sekadar tuntutan pribadi, melainkan bentuk penghormatan terakhir untuk seorang suami yang sangat berarti.
“Mas Daru begitu berharga bagi saya, bagi anak-anak, bagi keluarga, dan saya yakin juga bagi teman-teman yang pernah berinteraksi langsung dengannya. Semua pasti merasakan kebaikan beliau,” tambah Meta.
Meski duka begitu dalam, Meta tetap berpegang pada keyakinan spiritual yang membuatnya mampu bertahan. Dia percaya jika nurani tersebut masih akan terus ada.
“Saya masih percaya Allah itu menciptakan hati nurani di dalam diri setiap orang. Hakikatnya Allah menanamkan cahaya kebaikan dalam hati manusia, dan saya berharap hati nurani itu tidak sepenuhnya hilang,” ujarnya penuh makna.
Pernyataan istri Arya Daru itu menggambarkan harapan besar agar kebenaran tak dikubur bersama suaminya. Ia menegaskan bahwa mengingkari hati nurani sama saja mengingkari ciptaan Allah Swt. (ef linangkung)