
TUGUJOGJA – Polsek Tepus menyalurkan 13 tangki air bersih ke sejumlah padukuhan di Gunungkidul yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau 2026.
Polsek Tepus, bantuan air bersih Gunungkidul, kekeringan Gunungkidul, dropping air bersih, musim kemarau 2026
Polsek Tepus menyalurkan 13 tangki air bersih kepada warga di sejumlah padukuhan di Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (31/7/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas semakin berkurangnya ketersediaan air bersih akibat musim kemarau yang menyebabkan sejumlah sumber air dan sumur warga mulai mengering.
Distribusi air bersih dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan menyasar wilayah yang mengalami krisis air. Hingga siang hari, proses penyaluran berlangsung tertib dengan pengawalan personel kepolisian dan mendapat respons positif dari masyarakat yang telah beberapa pekan menghadapi keterbatasan pasokan air.
Kapolsek Tepus AKP Suryanto mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang terdampak kekeringan.
“Kami berupaya hadir membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Air bersih merupakan kebutuhan pokok, sehingga kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga sekaligus memenuhi kebutuhan mereka dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir membuat debit sejumlah mata air di wilayah Tepus terus menurun. Kondisi itu berdampak pada pasokan air rumah tangga, terutama di kawasan yang selama ini bergantung pada sumber air alami.
Distribusi Menjangkau Empat Kalurahan
Petugas membagi pendistribusian berdasarkan kebutuhan di masing-masing kalurahan. Air bersih disalurkan ke bak penampungan umum maupun langsung dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Berikut rincian distribusi bantuan air bersih:
| Kalurahan | Padukuhan | Jumlah Tangki |
|---|---|---|
| Sidoharjo | Bengle II | 1 |
| Sidoharjo | Pulekulon | 3 |
| Sidoharjo | Puleireng | 1 |
| Tepus | Singkil | 2 |
| Giripanggung | Kropak | 1 |
| Purwodadi | Duwet | 5 |
| Sumberwungu | – | 0 |
Kalurahan Purwodadi menjadi wilayah dengan alokasi terbesar, yakni lima tangki air bersih yang seluruhnya difokuskan untuk memenuhi kebutuhan warga Padukuhan Duwet.
Personel Gabungan Kawal Penyaluran
Distribusi bantuan melibatkan personel Samapta Polres Gunungkidul, anggota Polsek Tepus, serta personel Brimob.
Kehadiran petugas di lapangan tidak hanya memastikan proses pembagian berjalan lancar, tetapi juga membantu mengatur distribusi agar air bersih dapat diterima masyarakat secara merata sesuai kebutuhan.
Di sejumlah titik penyaluran, warga tampak membawa berbagai wadah penampung, mulai dari jeriken hingga drum air. Suasana berlangsung tertib saat air dari truk tangki dialirkan ke bak penampungan umum yang kemudian dimanfaatkan bersama oleh warga sekitar.
Krisis Air Masih Berpotensi Berlanjut
AKP Suryanto menjelaskan pihaknya terus memantau perkembangan kondisi kekeringan melalui koordinasi dengan Bhabinkamtibmas di setiap kalurahan.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui wilayah yang masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih sehingga distribusi bantuan berikutnya dapat dilakukan lebih tepat sasaran.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Kami juga terus berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk memetakan wilayah yang masih membutuhkan bantuan air bersih sehingga distribusi berikutnya benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan,” katanya.
Selain mendistribusikan air bersih, personel kepolisian turut mendokumentasikan kondisi lapangan sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait apabila kebutuhan bantuan terus meningkat.
Dorong Solusi Jangka Panjang
Polsek Tepus juga mendorong sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkopimkap) untuk mencari solusi jangka panjang menghadapi persoalan kekeringan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah di Kapanewon Tepus.
Beberapa langkah yang diharapkan dapat dikembangkan antara lain penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, peningkatan kapasitas penampungan air, hingga pemetaan wilayah yang paling rentan mengalami krisis air saat musim kemarau.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan dropping air bersih setiap kali musim kemarau berlangsung.
Hingga pembaruan terbaru, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah Gunungkidul masih menjadi perhatian berbagai pihak. Selama curah hujan belum kembali normal, distribusi bantuan air diperkirakan tetap menjadi salah satu upaya utama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di kawasan yang terdampak kekeringan.***