
TUGUJOGJA — Pemerintah Kabupaten Kulon Progo terus menguatkan komitmennya dalam membentuk keluarga harmonis dan berkualitas. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyelenggaraan workshop bertajuk “Gerakan Ayah Teladan Dukung Terwujudnya Keluarga Berkualitas” pada Kamis, 12 Juni 2025 di Ruang Rapat Sermo, Kompleks Pemkab Kulon Progo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam rangkaian Program Bangga Kencana.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKal Dalduk KB) Kulon Progo menggandeng berbagai pihak lintas sektor untuk mendorong keterlibatan ayah dalam keluarga, terutama dalam hal pengasuhan dan perlindungan anak.
Pada kesempatan ini, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara DPMKal Dalduk KB dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kulon Progo.
Kepala DPMKal Dalduk KB, Muhadi, S.H., M.Hum, dan Kepala Dukcapil, Ir. Aspiyah Bachrun, M.Si., menandatangani langsung kerja sama yang mengatur layanan pendampingan penerbitan dokumen kependudukan bagi usia 0–25 tahun yang tergolong rentan secara administrasi.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat tata kelola data kependudukan sekaligus mempercepat pencapaian pembangunan keluarga di daerah.
Sinergi Lintas Sektor untuk Keluarga Berkualitas
Kepala DPMKal Dalduk KB, Muhadi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam mendukung Program Bangga Kencana. Ia menyebut bahwa capaian pembangunan keluarga di Kulon Progo telah melebihi rata-rata nasional untuk tahun 2025.
“Ini hasil nyata dari kerja keras bersama. Dukungan dari perangkat daerah, penyuluh KB, serta pendamping dari BKKBN DIY memberikan dampak positif yang luar biasa,” ungkap Muhadi.
Ia mengajak seluruh penyuluh KB dan petugas lapangan untuk terus meningkatkan sinergi dan efektivitas kerja di lapangan agar target nasional dan daerah dapat tercapai.
Hadir mewakili Bupati Kulon Progo, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Drs. Jazil Ambar Was’an, juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan workshop ini. Ia menekankan pentingnya peran ayah dalam keluarga sejak dini.
“Peran ayah dalam keluarga sangat vital. Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pembimbing, pelindung, dan teladan dalam kehidupan anak-anaknya. Dengan dukungan ayah, anak-anak tumbuh lebih kuat secara emosional, mental, dan sosial,” ujar Jazil.
Ia menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam menyukseskan Gerakan Ayah Teladan, mulai dari lembaga pemerintah, pendidikan, hingga komunitas lokal.
GATI merupakan program nasional yang menitikberatkan pada keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan, perlindungan, serta pendidikan anak.
Tujuannya adalah mewujudkan keluarga sehat secara fisik dan mental, serta harmonis dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan komunikasi keluarga yang baik, peran ayah menjadi lebih optimal. Anak-anak merasa terlindungi dan mendapat contoh langsung dari figur ayah yang terlibat aktif dalam kehidupannya,” tambah Jazil.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa keberhasilan program ini akan memberikan dampak jangka panjang, termasuk dalam pencegahan masalah sosial seperti gangguan kesehatan mental dan perilaku negatif di kalangan remaja.
Seluruh rangkaian kegiatan workshop ini dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas keluarga di Kulon Progo. Diharapkan, GATI dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang menginspirasi daerah lain dalam upaya membangun keluarga sebagai pusat penguatan sumber daya manusia.