Kulon Progo Siap Rogoh Dana BTT Rp10 Miliar, Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Bagikan :
Apel Kesiapsiagaan/Foto: Pemkab Bantul

TUGUJOGJA– Menjelang puncak musim hujan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersiaga penuh menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Tak tanggung-tanggung, Pemkab siap merogoh dana Belanja Tak Terduga (BTT) hingga Rp10 miliar demi memastikan keselamatan warga dan kesiapan seluruh elemen penanganan bencana di wilayahnya.

Langit mendung di Kulon Progo menjadi tanda peringatan dini bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, S.Sos, menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah telah bersiaga penuh.

“Kami sudah menetapkan status Siaga Darurat Bencana. Langkah ini kami ambil setelah melakukan assessment di beberapa titik rawan bencana yang menunjukkan potensi meningkat,” ujar Setiawan.

Penggunaan Dana BTT

Ia menambahkan, jika kondisi bencana semakin meluas dan berdampak besar, maka Pemkab Kulon Progo akan segera meningkatkan status menjadi Tanggap Darurat Bencana.

“Dengan status siaga darurat ini, perangkat daerah bisa segera menggunakan dana BTT untuk menangani situasi kedaruratan,” jelasnya.

Menurut Setiawan, dana sebesar Rp10 miliar bukan hanya untuk penanganan bencana, tetapi juga mencakup kebutuhan mendesak lain di luar perkiraan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa penanganan bencana tetap menjadi prioritas utama.

Baca juga  NYAWIJI Resmi Diluncurkan, Transportasi Publik Jogja Kini Terintegrasi Digital

“Sekecil apa pun bencana yang terjadi tetap kami perhatikan. Kami terus melakukan assessment dan pemantauan agar bisa menentukan langkah tanggap darurat dan mitigasi risiko dengan cepat,” tegasnya.

Dalam apel kesiapsiagaan tersebut, Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Ia menegaskan bahwa Polres Kulon Progo telah menyiagakan 350 personel untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Selain itu, sekitar 161 personel tambahan dari TNI, BPBD, Basarnas, dan BMKG juga turut bersiap di lapangan.

“Kami semua siap bergerak kapan pun dibutuhkan. Peran kepolisian adalah menjadi penggerak sekaligus penguat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar penanganan bencana berjalan cepat, terarah, dan efisien,” ungkap Wilson.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan bukan hanya soal jumlah personel, tetapi juga soal kecepatan, koordinasi, dan kepedulian.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan terlindungi,” tambahnya.

Dukungan Moril dari Pemerintah Daerah

Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, yang turut hadir dalam apel tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan kesiapan seluruh unsur, mulai dari aparat keamanan hingga relawan bencana.

Baca juga  Cuaca Ekstrem Melanda Yogyakarta, Pemantauan Debit Air Sungai secara Real-Time Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

“Kerjasama lintas sektor ini adalah bukti nyata kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Ini adalah aksi solidaritas yang harus terus dijaga,” ujar Ambar.

Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menghadapi musim penghujan yang berpotensi menimbulkan banjir, longsor, dan bencana lainnya.

“Sinergi ini adalah kunci. Kita tidak boleh lengah. Cuaca semakin sulit diprediksi, dan hanya dengan kebersamaan kita bisa menghadapi segala kemungkinan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Ambar menyampaikan doa dan harapan agar Kulon Progo tetap aman, tangguh, dan dijauhkan dari segala bentuk bencana.

“Semoga hujan membawa berkah, bukan musibah,” katanya.

Langkah Pemkab Kulon Progo menyiapkan Rp10 miliar dana BTT menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah benar-benar serius menghadapi ancaman hidrometeorologi.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah selatan DIY, kesiapan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi wujud nyata tanggung jawab terhadap keselamatan warga.

Dengan dukungan lintas sektor yang solid, dari kepolisian, TNI, hingga lembaga teknis seperti BMKG dan Basarnas, Kulon Progo membuktikan diri sebagai daerah yang siaga, tangguh, dan tidak ingin kecolongan oleh bencana. (ef linangkung)

Baca juga  Program Taruna Siaga Bencana: Baru 14 dari Ratusan Sekolah di Kota Yogyakarta, Anggaran jadi Penghambat Utama

situs togel resmi

situs togel resmi

sangkarbet resmi

sangkarbet resmi

situ pools resmi

situs togel terpercaya

slot gacor terpercaya

sangkarbet

link slot gacor

sangkarbet

sangkarbet login

sangkarbet

sangkarbet

situs togel terpercaya

sangkarbet login

sangkarbet

sangkarbet terpercaya

sangkarbet

sangkarbet

sangkarbet

sangkarbet

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini