
TUGUJOGJA – Transformasi layanan transportasi publik di Daerah Istimewa Yogyakarta memasuki babak baru. Dinas Perhubungan DIY resmi meluncurkan sistem digital bernama NYAWIJI yang mengintegrasikan jadwal, informasi perjalanan, hingga konektivitas antarmoda dalam satu platform.
Peluncuran sistem ini menjadi jawaban atas keluhan pengguna transportasi publik yang selama ini harus berpindah-pindah aplikasi hanya untuk mengecek jadwal Trans Jogja, KRL Jogja-Solo, hingga penerbangan di bandara.
Dalam praktiknya, kondisi tersebut cukup menyulitkan, terutama saat jam sibuk pagi dan sore. Tidak sedikit pengguna yang harus berkali-kali refresh aplikasi karena informasi kedatangan armada berbeda dengan kondisi di lapangan.
Kini, melalui NYAWIJI, masyarakat bisa memantau jadwal keberangkatan, posisi armada secara real-time, estimasi waktu tiba, hingga koneksi antartransportasi dalam satu akses digital.
Integrasi Digital Jadi Fokus Baru Transportasi Jogja
Selama beberapa tahun terakhir, integrasi transportasi di Yogyakarta sebenarnya sudah berjalan secara fisik. Titik konektivitas seperti Bandara Adisutjipto dan Stasiun Lempuyangan telah menjadi simpul perpindahan antarmoda.
Namun integrasi informasi masih berjalan sendiri-sendiri.
Pengguna tetap harus membuka banyak layanan berbeda untuk memastikan perjalanan mereka berjalan tepat waktu. Situasi ini cukup terasa bagi pekerja komuter dan wisatawan yang mengejar jadwal kereta atau penerbangan.
Dishub DIY kemudian mengembangkan NYAWIJI menggunakan teknologi Application Programming Interface (API) agar berbagai layanan transportasi dapat saling terhubung dalam satu ekosistem digital.
Selain aplikasi, pemerintah juga mulai menyiapkan Intelligent Public Transport Information System (IPTIS) berupa layar digital di titik strategis.
QR Code juga mulai disiapkan di area transit untuk mempermudah pengguna mengakses informasi perjalanan secara instan lewat ponsel.
Di sejumlah halte Trans Jogja, kebutuhan informasi real-time memang cukup terasa. Pengguna kerap menunggu tanpa kepastian karena armada datang tidak sesuai estimasi.
Keluhan semacam itu masih sering muncul di media sosial hingga awal 2026.
Ketepatan Jadwal Masih Jadi Sorotan Pengguna
Saat ini Trans Jogja melayani 20 rute utama dengan dukungan 457 halte di berbagai wilayah DIY. Armada yang dioperasikan terdiri dari 128 bus diesel dan dua bus listrik yang mulai diuji sebagai bagian transisi transportasi ramah lingkungan.
Secara umum, tingkat kepuasan layanan sebenarnya cukup tinggi.
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Trans Jogja tercatat mencapai 90,99 dengan kategori sangat baik. Namun di lapangan, persoalan jadwal kedatangan dan waktu tunggu masih menjadi catatan utama pengguna.
Beberapa pengguna mengaku sulit memperkirakan durasi perjalanan karena belum ada sistem informasi yang benar-benar sinkron antartransportasi.
Kondisi ini membuat sebagian warga masih memilih kendaraan pribadi dibanding transportasi umum.
Dishub DIY menyebut persoalan integrasi dan digitalisasi layanan menjadi temuan utama dalam Kajian Evaluasi Kinerja Pelayanan Trans Jogja 2025.
Analisis menggunakan metode USG atau Urgency, Seriousness, Growth bahkan menempatkan integrasi transportasi sebagai persoalan prioritas yang harus segera dibenahi.
Pemerintah Siapkan Pembayaran Transportasi Terintegrasi
Digitalisasi transportasi di DIY tidak berhenti pada integrasi jadwal dan informasi perjalanan.
Pemerintah daerah mulai menyiapkan sistem pembayaran multimoda yang memungkinkan masyarakat berpindah moda transportasi menggunakan satu sistem pembayaran terintegrasi.
Program tersebut dikembangkan bersama Kementerian Perhubungan dan melibatkan sejumlah pihak seperti PT KAI, PT KCI, Angkasa Pura I, hingga mitra swasta lainnya.
Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, mengatakan transformasi digital transportasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi.
โTransformasi digital layanan transportasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga membangun ekosistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan,โ ujarnya.
Menurutnya, kemudahan akses informasi diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Jogja Dorong Transportasi Publik Lebih Modern
Peluncuran NYAWIJI juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu daerah yang mulai serius membangun transportasi publik berbasis digital.
Di tengah mobilitas perkotaan yang terus meningkat, kebutuhan informasi perjalanan cepat dan akurat menjadi faktor penting bagi pengguna.
Bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga efisiensi waktu.
Hingga Jumat siang, sistem NYAWIJI mulai menjadi perhatian publik setelah informasi peluncurannya ramai dibagikan di media sosial dan forum transportasi lokal.
Sebagian warga berharap sistem ini benar-benar mampu menghadirkan jadwal transportasi yang lebih akurat dan tidak lagi membuat pengguna menunggu tanpa kepastian di halte atau stasiun.
Jika implementasinya berjalan optimal, DIY berpeluang menjadi salah satu model integrasi transportasi publik digital di Indonesia.