
TUGUJOGJA – Seekor penyu, satwa laut yang dilindungi undang-undang, ditemukan mati dalam kondisi membusuk di bibir pantai.
Penemuan ini menambah daftar panjang kasus kematian penyu yang terjadi di perairan selatan DIY dalam beberapa pekan terakhir.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto, mengungkapkan bahwa penyu tersebut pertama kali terlihat oleh warga setempat yang sedang beraktivitas di sekitar pantai.
Mendapat laporan, timnya segera meluncur ke lokasi untuk memastikan kondisi satwa malang itu.
“Kami menerima laporan dari warga, lalu langsung mendatangi lokasi. Ternyata benar, ada bangkai penyu berukuran sedang terdampar di pasir,” ujar Surisdiyanto.
Petugas menemukan penyu tersebut memiliki berat sekitar 10 kilogram, dengan panjang cangkang sekitar 15 cm dan lebar 10 cm.
Kondisinya sudah membusuk, sehingga menimbulkan bau tak sedap yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan.
Tanpa membuang waktu, petugas mengevakuasi bangkai penyu tersebut dan segera menguburnya di sekitar area pantai.
“Kami langsung menguburnya agar bau tidak sedap tidak menyebar dan mengganggu pengunjung,” jelasnya.
Surisdiyanto menambahkan, timnya belum bisa memastikan jenis penyu yang ditemukan karena kondisi fisik yang rusak akibat proses pembusukan. Penyebab kematian pun masih menjadi tanda tanya besar.
“Kami belum bisa memastikan jenisnya, dan penyebab kematiannya juga belum diketahui,” lanjutnya.
Kasus ini bukan yang pertama. Hanya sepekan sebelumnya, tepatnya Sabtu, 2 Agustus 2025, warga dan petugas menemukan dua ekor bangkai penyu di Pantai Sepanjang.
Kedua penyu tersebut juga segera dikuburkan untuk mencegah bau dan menjaga kebersihan area wisata.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap populasi penyu di perairan selatan Gunungkidul.
Pihaknya juga berupaya mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu kematian satwa langka ini.
“Kami masih memantau dan menyelidiki penyebab kematian penyu-penyu ini. Hasilnya nanti akan menjadi acuan untuk langkah perlindungan selanjutnya,” tegas Wahid.