
TUGUJOGJA – Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awal untuk mengenang kelahiran dan akhlak mulia Rasulullah. Simak sejarah, makna, dan tanggal perayaan Maulid Nabi 2025.
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari kelahiran Rasulullah yang jatuh setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Kata “Maulid” berasal dari bahasa Arab yang berarti “lahir” atau “kelahiran”, sedangkan kata “Nabi” merujuk pada Nabi Muhammad SAW. Dengan demikian, Maulid Nabi dapat dipahami sebagai momentum untuk mengenang kelahiran, perjuangan, akhlak, serta mukjizat Rasulullah.
Meskipun demikian, sejumlah ulama menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah memerintahkan umatnya untuk memperingati kelahiran beliau secara khusus. Ustad Muhammad Abduh Tuasikal dari Ponpes Darush Sholihin menyebut bahwa sebaiknya teladan Nabi diilhami setiap hari, bukan hanya saat peringatan Maulid.
Hal senada juga dijelaskan Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, bahwa mengenang akhlak mulia Nabi seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, Prof KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya menekankan bahwa perayaan Maulid Nabi memiliki tujuan positif, yaitu menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW dan mengenalkan umat Islam pada ajaran beliau. Perayaan yang dilakukan dengan niat benar, sesuai syiar Islam, dan diiringi pendidikan akhlak mulia disebut sebagai bid’ah hasanah, yakni inovasi yang membawa kebaikan.
Sejarah Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, bertepatan dengan Tahun Gajah, sekitar tahun 570 atau 571 Masehi, di kota Mekkah. Beliau merupakan putra pasangan Abdullah dan Aminah, yang lahir di tengah masyarakat Arab yang tengah mengalami ancaman besar dari Abrahah yang ingin menghancurkan Ka’bah.
Kelahiran Rasulullah merupakan anugerah Allah SWT bagi seluruh alam. Peristiwa ini menandai awal munculnya seorang utusan yang kelak membawa rahmat bagi seluruh umat manusia, rahmatan lil ‘alamin. Sejak kecil, Rasulullah SAW menunjukkan akhlak yang mulia dan menjadi teladan bagi seluruh umat Islam hingga hari ini.
Sejarah Peringatan Maulid Nabi
Tradisi memperingati Maulid Nabi muncul beberapa abad setelah wafat Rasulullah SAW. Catatan sejarah menunjukkan bahwa peringatan ini pertama kali dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir pada abad ke-10 Masehi, kemudian menyebar ke berbagai wilayah Islam, termasuk Nusantara.
Di Indonesia, perayaan Maulid Nabi biasanya disertai dengan pengajian, pembacaan sholawat, dzikir, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Peringatan ini tidak hanya sekadar mengenang kelahiran, tetapi juga menekankan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW. Allah SWT memuji akhlak Rasulullah dalam Al-Qur’an:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya: “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Nabi Muhammad SAW sendiri bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR Ahmad)
Dengan memperingati Maulid Nabi, umat Islam diingatkan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, mengamalkan sunnahnya, dan mempererat ukhuwah islamiyah.
Maulid Nabi 2025: Tanggal dalam Kalender Hijriyah dan Masehi
Mengacu pada Kalender Hijriyah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, pada tahun 2025 peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 Hijriyah, atau Jumat, 5 September 2025 Masehi.
Tanggal ini bertepatan dengan hari libur nasional, sehingga masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan untuk memperingati Maulid Nabi dengan kegiatan keagamaan maupun sosial.
Makna dan Tujuan Peringatan Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya bertujuan mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai sarana untuk:
- Meningkatkan cinta kepada Rasulullah SAW
- Meneladani akhlak, perjuangan, dan sifat mulia beliau
- Memperkuat persatuan umat Islam
- Menyebarkan syiar Islam melalui kegiatan positif, seperti pengajian, sholawat, dan dzikir
Amalan-amalan ini diharapkan dapat menjadi sarana spiritual dan edukatif bagi seluruh umat Islam, agar teladan Rasulullah tetap hidup dalam setiap tindakan sehari-hari.
Dengan demikian, Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 menjadi momen penting bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan, meneladani akhlak Rasul, dan mempererat tali ukhuwah.
Perayaan ini bukan sekadar ritual, tetapi sebagai pengingat agar setiap muslim hidup sesuai sunnah dan menebarkan rahmat bagi sesama.
***