
TUGUJOGJA — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto bersama Menteri Koperasi dan UKM Feri Yulianto melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Pasar Cokro Kembang, Cangkringan, Sleman.
Kegiatan ini dihadiri oleh Danrem 072/Pamungkas, pejabat pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Mendes PDTT Yandri Susanto menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih menjadi simbol kebangkitan ekonomi rakyat yang tumbuh dari desa.
“Koperasi ini hadir untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi, kemiskinan, dan kebodohan. Program ini sangat mulia karena menjadi bagian dari visi besar Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi kerakyatan,” tegas Yandri.
Ia menjelaskan bahwa desa memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Menurutnya, koperasi memungkinkan masyarakat untuk saling menopang kebutuhan, mengelola potensi lokal, dan memperluas peluang usaha secara mandiri.
“Kemandirian ekonomi tidak lahir dari bantuan, tetapi dari kerja keras dan gotong royong yang berakar di desa,” tambahnya.
Dukungan dan Implementasi Koperasi Merah Putih
Menteri Koperasi dan UKM Feri Yulianto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menandai dimulainya tahap operasional pembangunan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih di berbagai daerah.
“Legalitas koperasi ini sudah resmi terbentuk. Pembangunan gudang, gerai, dan sarana pendukung akan dilakukan secara bertahap di 800 lokasi di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Feri menambahkan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih.
Dengan dasar hukum tersebut, ia meyakini koperasi akan menjadi lembaga ekonomi yang kokoh, profesional, dan berpihak kepada masyarakat kecil.
Peletakan batu pertama ini juga menjadi simbol gotong royong dalam memperkuat ekonomi rakyat.
Masyarakat menyambut positif kehadiran koperasi ini karena diharapkan dapat memberikan akses permodalan mikro dengan bunga ringan, mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak, serta meningkatkan kesejahteraan desa melalui bidang pendidikan dan kesehatan.
Kehadiran Danrem 072/Pamungkas dalam acara tersebut menandakan sinergi antara aparat pertahanan dan pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
“Ketahanan ekonomi rakyat adalah bagian dari ketahanan bangsa. Jika desa makmur, maka negara akan kuat,” ujar Danrem 072/Pamungkas.