
TUGUOGJA – UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jadi PTKIN terfavorit 2026 dengan 26.886 pendaftar. Simak daftar daya tampung dan program studi lengkapnya di sini.
Perhatian calon mahasiswa terhadap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus meningkat pada seleksi tahun 2026. Data terbaru menunjukkan sejumlah kampus Islam negeri mencatat jumlah pendaftar yang sangat tinggi, dengan tiga universitas berada di posisi teratas sebagai tujuan favorit.
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati posisi pertama dengan jumlah pendaftar mencapai 26.886 orang. Di posisi kedua terdapat Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dengan 26.819 pendaftar, disusul Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang mencatat 25.072 pendaftar.
Sementara itu, sebagian besar PTKIN lainnya mencatat jumlah pendaftar di bawah angka 20 ribu. Kondisi ini menegaskan dominasi tiga kampus tersebut sebagai pilihan utama calon mahasiswa dalam seleksi nasional.
Persaingan Ketat Masuk PTKIN
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa persaingan untuk masuk PTKIN semakin ketat. Tidak hanya bergantung pada nilai akademik, peluang lolos seleksi juga sangat dipengaruhi oleh strategi dalam memilih program studi.
Dalam seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, setiap peserta diberikan kesempatan memilih hingga tiga program studi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap daya tampung dan tingkat persaingan di masing-masing program studi menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Banyak calon mahasiswa yang belum menyadari bahwa perbandingan antara jumlah pendaftar dan daya tampung dapat menentukan peluang diterima. Semakin kecil daya tampung dan semakin tinggi peminat, maka tingkat persaingan akan semakin ketat.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Paling Diminati
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi kampus dengan jumlah pendaftar terbanyak secara nasional. Padahal, dari sisi kapasitas, kampus ini memiliki total daya tampung sebanyak 1.458 kursi yang tersebar dalam 25 program studi.
Jumlah daya tampung tersebut tergolong lebih kecil dibandingkan dengan kampus lain di posisi teratas. Namun, tingginya minat pendaftar menunjukkan daya tarik UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tetap sangat kuat di mata calon mahasiswa.
Daftar Program Studi dan Daya Tampung
Berikut rincian program studi beserta daya tampung di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta:
Program studi Sejarah dan Kebudayaan Islam memiliki daya tampung 68 kursi. Komunikasi dan Penyiaran Islam menyediakan 54 kursi, sementara Bimbingan dan Konseling Islam sebanyak 44 kursi. Pengembangan Masyarakat Islam memiliki daya tampung 34 kursi.
Untuk program Bahasa dan Sastra Arab tersedia 68 kursi. Manajemen Dakwah memiliki 42 kursi. Hukum Keluarga Islam atau Ahwal Syakhshiyyah menyediakan 64 kursi, begitu pula Hukum Tatanegara atau Siyasah dengan 64 kursi. Hukum Ekonomi Syariah atau Muamalah juga memiliki daya tampung 64 kursi.
Program Aqidah dan Filsafat Islam menyediakan 38 kursi, sementara Studi Agama Agama memiliki 32 kursi. Ilmu Al-Qurโan dan Tafsir tersedia sebanyak 64 kursi. Perbandingan Mazhab memiliki 48 kursi.
Pada bidang ekonomi, Ekonomi Syariah menyediakan 88 kursi, Manajemen Keuangan Syariah 88 kursi, dan Akuntansi Syariah juga 88 kursi. Perbankan Syariah turut memiliki daya tampung 88 kursi.
Untuk bidang pendidikan, Manajemen Pendidikan Islam memiliki 64 kursi, Pendidikan Agama Islam 80 kursi, Pendidikan Bahasa Arab 60 kursi, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 64 kursi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini menyediakan 52 kursi.
Program lainnya meliputi Sosiologi Agama dengan 38 kursi, Ilmu Hadis sebanyak 48 kursi, serta Studi Islam yang memiliki daya tampung paling kecil yaitu 16 kursi.
Pentingnya Strategi Memilih Program Studi
Melihat data daya tampung tersebut, calon mahasiswa perlu mempertimbangkan strategi yang matang dalam menentukan pilihan program studi. Program dengan daya tampung kecil cenderung memiliki tingkat persaingan yang lebih tinggi, terutama jika jumlah peminatnya besar.
Sebaliknya, program dengan daya tampung lebih besar bisa menjadi alternatif untuk meningkatkan peluang lolos seleksi. Namun, keputusan tetap perlu disesuaikan dengan minat dan kemampuan masing-masing calon mahasiswa.
Dominasi Tiga PTKIN Favorit
Dominasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan bahwa ketiga kampus tersebut masih menjadi magnet utama dalam seleksi PTKIN.
Tingginya jumlah pendaftar mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan. Namun, di sisi lain, hal ini juga menuntut calon mahasiswa untuk lebih cermat dalam menyusun strategi agar dapat bersaing secara optimal.
Dengan memahami data pendaftar, daya tampung, serta karakteristik program studi, peluang untuk lolos seleksi PTKIN dapat dimaksimalkan.***