
TUGU JOGJA – Sebanyak 75 guru Sekolah Dasar (SD) dari Gugus 05 Korwil Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, mengikuti pelatihan “AI for Educator” di UPTD BPSDMP Dinas Pertanian Bantul pada Rabu (8/10/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB itu menjadi langkah penting dalam meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa melupakan nilai-nilai moral dan karakter bangsa.
Ketua Korwil Sewon, Tutik Septiningsih, M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan gebrakan baru bagi lingkungan Gugus 5.
“Ini adalah salah satu kegiatan yang baru dan pertama kali belum pernah dilakukan, dan sangat bermanfaat bagi guru SD. Kami melihat pentingnya guru tidak hanya sebagai agen transfer of knowledge, tetapi juga sebagai pembelajar yang terus meningkatkan kompetensinya,” ujarnya.
Kegiatan ini digagas oleh pengurus Gugus 5 Sewon dengan menggandeng Sinergi AI Edu, lembaga pelatihan manajemen kependidikan yang berfokus pada pengintegrasian kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan.
Pelatihan dikoordinatori oleh Pramuditya Prima Jati, S.IP., yang membawahi area Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Teknologi dan Nilai Budi Pekerti Harus Berjalan Seimbang
Dalam sambutannya, founder Sinergi AI Edu, Raharja Tri Kumuda, menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan teknologi dan penguatan karakter dalam dunia pendidikan.
“Tantangan peran guru di era teknologi sangat kompleks. Di satu sisi, kita harus menguasai tools digital seperti AI, namun di sisi lain, tugas utama kita mengajarkan nilai-nilai budi pekerti kepada anak didik tidak boleh terlupakan,” tegasnya.
Pesan tersebut disambut positif oleh para peserta yang selama ini menghadapi tantangan serupa. Banyak guru merasa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi agar pembelajaran tetap relevan, namun tanpa kehilangan ruh pendidikan karakter yang menjadi ciri khas pendidikan nasional.
Dari Psikologi Anak hingga Praktik AI
Pelatihan dibuka dengan sesi pemahaman psikologi anak oleh Siti Hawa Umayya, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Materi ini menjadi dasar agar para guru memahami cara membangun suasana belajar yang menyenangkan serta memotivasi siswa sebelum mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.
Selanjutnya, founder Sinergi AI Edu Fikri Kurniawan, S.T. menyampaikan materi utama seputar penerapan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Sesi ini terdiri dari empat bagian penting:
1. Pengenalan Dunia AI – Guru diperkenalkan dengan konsep dasar artificial intelligence dan potensinya dalam pembelajaran modern, seperti pemanfaatan chatbot dan aplikasi pembuat konten edukatif.
2. Motivasi dan Konsep Deep Learning – Pemanfaatan AI untuk memahami gaya belajar siswa secara individual, menciptakan pembelajaran yang personal dan adaptif.
3. Implementasi Kurikulum Merdeka dengan AI – Pembelajaran berdiferensiasi, critical thinking, serta integrasi kearifan lokal tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan metode pengajaran.
4. Pembuatan Media Pembelajaran Kreatif – Praktik langsung membuat buku digital, video pembelajaran, musik edukatif, hingga media interaktif berbasis AI yang menyenangkan bagi siswa.
Antusiasme Guru dan Tindak Lanjut di Sekolah
Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Para guru aktif berdiskusi dan mencoba langsung berbagai aplikasi AI yang diperkenalkan oleh para pemateri.
“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Selama ini kami merasa tertinggal dalam hal teknologi, tapi sekarang ada gambaran jelas bagaimana memanfaatkannya untuk pembelajaran,” ujar salah satu guru peserta dengan penuh semangat.
Pelatihan ini juga dihadiri oleh pengawas, Korwil, serta ketua Gugus 5 SD Kapanewon Sewon Bantul. Ke depan, hasil pelatihan akan diterapkan di masing-masing sekolah anggota Gugus 5. Setiap guru diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa inovasi pembelajaran berbasis teknologi ke ruang kelasnya.
Pendidikan Abad 21: Kolaborasi Antara Teknologi dan Karakter
Kegiatan “AI for Educator” ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi tidak menggantikan peran guru, tetapi justru memperkuatnya. Dengan penguasaan AI, guru dapat lebih kreatif dalam mengajar sekaligus tetap menanamkan nilai-nilai moral dan karakter pada siswa.
Inisiatif Gugus 5 Sewon ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Bantul maupun Yogyakarta untuk terus berinovasi. Sebab, masa depan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh bagaimana nilai-nilai kemanusiaan tetap dijaga di tengah kemajuan zaman.***