Khutbah Jumat: Menggapai Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadhan

Bagikan :
Ilustrasi Khutbah Jumat: Menggapai Keutamaan 10 Malam Terakhir Ramadhan/Pixabay

TUGUJOGJA – Khutbah Jumat tentang keutamaan 10 malam terakhir Ramadhan dan anjuran memperbanyak ibadah untuk meraih Lailatul Qadar yang lebih baik dari 1000 bulan.

Ramadhan memasuki fase paling istimewa ketika bulan suci tersebut mendekati penghujungnya. Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi waktu yang sangat dinanti oleh umat Islam karena di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia, yakni Lailatul Qadar.

Malam ini diyakini memiliki keutamaan luar biasa, bahkan pahala amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut disebut lebih baik daripada ibadah yang dilakukan selama 1000 bulan.

Kesempatan tersebut menjadi momen penting bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah. Berbagai amalan seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, hingga berdoa dianjurkan dilakukan dengan lebih sungguh-sungguh pada periode akhir Ramadhan.

Dalam khutbah yang disampaikan oleh Ustadz Muhaimin Yasin, alumnus Pondok Pesantren Ishlahul Muslimin Lombok Barat sekaligus pegiat kajian keislaman, dijelaskan bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan momentum terbaik bagi umat Islam untuk berlomba dalam kebaikan serta memaksimalkan ibadah demi meraih keberkahan Lailatul Qadar.

Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan yang Penuh Keberkahan

Khutbah diawali dengan pengingat bahwa hidup di dunia dapat diibaratkan sebagai arena perlombaan. Setiap manusia menjalani kompetisi yang berbeda-beda, mulai dari mengejar jabatan, kekayaan, hingga kesenangan dunia. Namun Islam mengajarkan bahwa perlombaan terbaik adalah berlomba dalam melakukan kebaikan.

Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

Baca juga  Pendaftaran TKA SD dan SMP 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal Lengkap, Materi Ujian, dan Cara Daftarnya

فَاسْتَبِقُوْا الْخَيْرٰتِۗ

Artinya: “Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbagai kebajikan” (QS Al-Baqarah ayat 148).

Selain itu, umat Islam juga diingatkan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah sebagaimana firman-Nya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim” (QS Ali Imran ayat 102).

Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan Lailatul Qadar yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Allah berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Ayat tersebut menegaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan malam yang dipenuhi kedamaian hingga terbit fajar.

Teladan Rasulullah dalam Menghidupkan Malam Ramadhan

Dalam khutbah tersebut juga dijelaskan bagaimana Rasulullah SAW memberikan teladan nyata ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan. Beliau meningkatkan intensitas ibadah melebihi hari-hari sebelumnya.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam sebuah hadis:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌إِذَا ‌دَخَلَ ‌الْعَشْرُ ‌شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya: “Dari Aisyah ra, ia berkata: ‘Nabi Muhammad saw apabila memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, maka beliau mengencangkan ikatan sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya’” (HR Al-Bukhari).

Baca juga  Cara Cek Pengumuman SPMB Jakarta 2025: Hasil Jenjang SD-SMA Sudah Bisa Dilihat Hari Ini

Mazharuddin Az-Zaidani dalam kitab Al-Mafatih fi Syarhil Mashabih, jilid 1 halaman 55, menjelaskan bahwa ungkapan “mengencangkan ikatan sarungnya” merupakan simbol kesungguhan Rasulullah SAW dalam beribadah. Selain itu, ungkapan tersebut juga diartikan sebagai bentuk meninggalkan hubungan suami istri untuk lebih fokus pada ibadah.

Sementara itu, Syamsuddin Al-Birmawi dalam kitab Al-Lami’us Shabih bi Syarhil Jami’ As-Shahih, jilid 6 halaman 491, menjelaskan bahwa maksud dari “menghidupkan malam” adalah Rasulullah SAW mengurangi waktu tidurnya dan memanfaatkan malam untuk melaksanakan shalat malam serta berbagai bentuk ketaatan lainnya.

Anjuran Memperbanyak Amal dan Doa

Selain meningkatkan ibadah pribadi, Rasulullah SAW juga membangunkan keluarganya agar ikut meraih keutamaan malam-malam terakhir Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat ibadah tidak hanya dilakukan secara individu, tetapi juga melibatkan keluarga dan lingkungan sekitar.

Dalam hadis lain, Aisyah RA juga meriwayatkan:

قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ ‌مَا ‌لَا ‌يَجْتَهِدُ ‌فِي ‌غَيْرِهِ

Artinya: “Rasulullah saw bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir (bulan Ramadhan) yang tidak pernah beliau lakukan di waktu lain” (HR Muslim).

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak amal kebaikan, meningkatkan zikir kepada Allah, serta memperbanyak sedekah dan ibadah lainnya.

Baca juga  Kapan Mulai Iktikaf Ramadan 2026? Simak Jadwal, Tata Cara hingga Keutamaan Berikut

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa memohon ampunan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah:

‌اَللّٰهُمَّ ‌إِنَّكَ ‌عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Ya Allah, engkau adalah maha pengampun. Maka ampunilah aku.”

Doa tersebut menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadhan dalam upaya meraih keberkahan Lailatul Qadar.

Menutup Ramadhan dengan Ibadah Terbaik

Sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan kesempatan emas yang tidak sepatutnya disia-siakan. Momentum ini menjadi penentu bagaimana seorang muslim menutup bulan suci dengan amal ibadah terbaik.

Sebagaimana pesan dalam khutbah tersebut, umat Islam diharapkan mampu memaksimalkan waktu yang tersisa dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan. Dengan demikian, harapan untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar dapat terwujud, sekaligus menjadi bekal kebaikan bagi kehidupan dunia dan akhirat.

***

 

slot online

toto togel

link slot

link slot

slot resmi

sangkarbet

slot resmi

togel resmi

sangkarbet

slot online

situs toto

sangkarbet

slot resmi

slot resmi

toto togel

slot online

rtp slot

sangkarbet

slot online

link slot

situs togel resmi

togel online

link gacor

slot gacor

slot online

situs hk

toto togel

sangkarbet

link slot

situs togel

slot resmi

toto togel

bandar togel

toto togel

slot resmi

slot online

slot resmi

situs slot

situs togel

situs slot

situs slot

situs slot

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Bisnis Truk Tangki Air Gunungkidul

Krisis Air Bersih Meluas, Pengusaha Truk Tangki Gunungkidul Panen Permintaan

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir