
TUGUJOGJA – Susunan upacara Hardiknas 2026 lengkap dengan tema, jadwal, dan ketentuan resmi Kemendikdasmen. Simak panduan pelaksanaan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026.
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap 2 Mei sebagai bentuk penghormatan atas jasa Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan Indonesia. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi generasi bangsa.
Pada tahun 2026, peringatan Hardiknas kembali digelar secara nasional dengan berbagai kegiatan, salah satunya upacara bendera yang menjadi agenda utama di sekolah dan instansi pemerintahan.
Tema Hardiknas 2026 dari Kemendikdasmen
Berdasarkan pedoman resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tema yang diusung pada Hardiknas 2026 adalah:
“Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”
Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Pesan ini juga tercermin dalam berbagai elemen peringatan, mulai dari logo hingga amanat pembina upacara.
Jadwal dan Ketentuan Upacara Hardiknas 2026
Kemendikdasmen telah menetapkan bahwa upacara bendera dalam rangka Hardiknas 2026 dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 07.30 waktu setempat.
Upacara ini wajib diselenggarakan oleh berbagai instansi, antara lain:
- Kantor Kemendikdasmen dan satuan kerja di daerah
- Kantor Kementerian Agama pusat dan daerah
- Pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota
- Dinas pendidikan di seluruh Indonesia
- Satuan pendidikan (sekolah) di dalam dan luar negeri
- Perwakilan Indonesia di luar negeri
Pelaksanaan upacara dapat dilakukan di halaman kantor, sekolah, lapangan, atau lokasi lain yang telah disepakati.
Untuk ketentuan pakaian, petugas upacara menggunakan pakaian dinas sesuai aturan. Sementara peserta dan undangan dianjurkan mengenakan pakaian adat atau busana tradisional sederhana. Kebijakan ini bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme sekaligus melestarikan budaya daerah, dengan tetap memperhatikan kepantasan dan kenyamanan.
Susunan Upacara Bendera Hardiknas 2026
Secara umum, rangkaian upacara Hardiknas tidak jauh berbeda dengan upacara bendera rutin. Namun, terdapat penyesuaian pada bagian amanat yang mengacu pada pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Berikut susunan upacara bendera Hardiknas 2026:
- Pemimpin upacara memasuki lapangan
- Pembina upacara tiba di tempat upacara
- Penghormatan kepada pembina upacara
- Laporan pemimpin upacara
- Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya
- Mengheningkan cipta dipimpin pembina upacara
- Pembacaan Pancasila diikuti seluruh peserta
- Pembacaan Pembukaan UUD 1945
- Pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia (khusus sekolah)
- Pembacaan Keppres tentang Satyalancana Karya Satya (jika ada)
- Amanat pembina upacara berdasarkan pidato Menteri
- Menyanyikan lagu wajib nasional
- Pembacaan doa
- Laporan pemimpin upacara
- Penghormatan kepada pembina upacara
- Pembina upacara meninggalkan tempat
- Upacara selesai
Setelah upacara, khusus untuk satuan pendidikan formal, kegiatan dapat dilanjutkan dengan menyanyikan atau mendengarkan lagu โRukun Sama Temanโ secara bersama-sama.
Ikrar Pelajar Indonesia dalam Upacara
Salah satu bagian penting dalam upacara Hardiknas adalah pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia. Ikrar ini diucapkan serentak oleh peserta didik sebagai bentuk komitmen terhadap nilai-nilai pendidikan dan kebangsaan.
Berikut isi ikrar tersebut:
Kami Pelajar Indonesia, berikrar untuk:
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
menghormati dan mencintai orang tua dan guru;
belajar dengan baik dan sungguh-sungguh;
rukun dengan teman; dan
mencintai tanah air Indonesia.
Lagu โRukun Sama Temanโ Jadi Penutup
Sebagai bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, Kemendikdasmen juga menganjurkan pemutaran atau penyanyian lagu โRukun Sama Temanโ setelah upacara.
Lagu ciptaan Mendikdasmen Prof Dr Abdul Mu’ti ED ini mengandung pesan persahabatan, toleransi, dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Selain itu, pada saat pembacaan doa, petugas diharapkan memberikan penjelasan bahwa doa disampaikan sesuai ajaran Islam, serta mempersilakan peserta dengan keyakinan lain untuk berdoa sesuai agama masing-masing.
Pidato Resmi Menteri Jadi Acuan Amanat
Untuk memastikan keseragaman pesan dalam peringatan Hardiknas, teks pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dijadikan acuan utama dalam amanat pembina upacara. Dokumen pidato tersebut dapat diakses melalui situs resmi Kemendikdasmen mulai 1 Mei 2026.
Dengan susunan dan ketentuan yang telah ditetapkan, upacara Hardiknas 2026 diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga momen refleksi bersama dalam memperkuat komitmen terhadap pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.***