
TUGUJOGJA – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap tanggal 2 Mei menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran pendidikan dalam kehidupan berbangsa. Di lingkungan sekolah, peringatan ini umumnya dilaksanakan melalui upacara bendera yang berlangsung khidmat.
Salah satu bagian utama dalam rangkaian upacara tersebut adalah amanat pembina upacara. Pada sesi ini, pembina menyampaikan pesan yang menekankan pentingnya pendidikan sekaligus meneladani perjuangan Ki Hadjar Dewantara sebagai pelopor pendidikan nasional.
Tema dan Pedoman Hardiknas 2026
Peringatan Hardiknas tahun 2026 mengusung tema:
“Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Upacara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026 mulai pukul 07.30 waktu setempat. Pelaksanaannya dilakukan secara luring di berbagai instansi, mulai dari satuan pendidikan, kantor pemerintahan, hingga perwakilan Indonesia di luar negeri.
Peserta upacara dianjurkan mengenakan pakaian adat atau busana tradisional sederhana. Sementara itu, petugas upacara menggunakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) sesuai ketentuan yang berlaku.
Naskah resmi amanat pembina upacara berupa pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta teks doa dapat diakses melalui laman resmi Kemendikdasmen mulai 1 Mei 2026.
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hardiknas 2026
Contoh Amanat 1
Berikut contoh amanat pembina upacara yang dapat digunakan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Yang saya hormati para pejabat, tokoh masyarakat, para guru, orang tua, rekan sejawat, serta hadirin sekalian.
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat-Nya kita dapat berkumpul bersama dalam upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional 2026.
Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional yang bertepatan dengan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara. Beliau dikenal sebagai pelopor pendidikan di Indonesia dengan gagasan besar untuk memajukan bangsa melalui pendidikan. Filosofinya yang terkenal, “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani,” mengajarkan kita tentang pentingnya teladan, bimbingan, dan dukungan dalam dunia pendidikan.
Adanya peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa beliau dalam menjadikan pendidikan sebagai jalan pembebasan bangsa. Tantangan saat ini tidak lagi berupa perjuangan di medan peran, melainkan menghadapi kebodohan, kemiskinan, korupsi, serta perpecahan.
Dengan pendidikan, kita dapat menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing. Semangat mencerdaskan kehidupan bangsa perlu diwujudkan melalui belajar tanpa henti, mengajar dengan hati, serta memperkuat budaya literasi.
Akhir kata, mari kita lanjutkan perjuangan para pendahulu dengan cara kita sendiri, yaitu bekerja, berkarya, dan memberi manfaat bagi bangsa.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera,
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Contoh Amanat 2
Berikut contoh pembukaan amanat lainnya:
Assalamualaikum wr. wb.
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah,
Yang saya hormati Bapak/Ibu guru serta jajaran tata usaha.
Serta siswa-siswi yang saya sayangi dan saya banggakan.
Susunan Upacara Hardiknas 2026
Pelaksanaan upacara Hardiknas mengacu pada pedoman resmi dari Kemendikdasmen. Berikut urutan kegiatan yang dilaksanakan:
- Pemimpin upacara memasuki lapangan
- Pembina upacara tiba di tempat
- Penghormatan kepada pembina upacara
- Laporan pemimpin upacara
- Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya
- Mengheningkan cipta
- Pembacaan Pancasila
- Pembacaan Pembukaan UUD 1945
- Pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia (untuk sekolah)
- Pembacaan Keppres penganugerahan tanda kehormatan (jika ada)
- Amanat pembina upacara (pidato Mendikdasmen)
- Menyanyikan lagu wajib nasional
- Pembacaan doa
- Laporan penutup
- Penghormatan akhir
- Upacara selesai
Sebelum doa dibacakan, petugas diimbau menyampaikan bahwa doa dilakukan menurut agama Islam dan mempersilakan peserta lain berdoa sesuai keyakinan masing-masing.
Mei sebagai Bulan Pendidikan Nasional
Selain peringatan Hardiknas, pemerintah juga menetapkan Mei sebagai Bulan Pendidikan Nasional. Selama periode ini, instansi pusat hingga daerah didorong untuk menyelenggarakan kegiatan edukatif.
Salah satu program yang digaungkan adalah Gerakan Indonesia ASRI, yang menekankan pentingnya lingkungan belajar yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Kegiatan dalam program ini dilaksanakan secara sederhana serta hemat energi.
Amanat pembina upacara dalam peringatan Hardiknas tidak hanya menjadi bagian formal dalam upacara, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan moral dan nilai pendidikan kepada peserta didik. Dengan mengikuti pedoman resmi dan memanfaatkan contoh teks yang tersedia, pelaksanaan upacara di sekolah dapat berlangsung tertib sekaligus bermakna.***