Percepat Pembangunan, Pemkot Yogyakarta Gandeng Berbagai Pihak lewat Kolaborasi Heptahelix

Bagikan :
Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat/Foto: Pemkot Yogyakarta

TUGUJOGJA– Pemerintah Kota Yogyakarta semakin agresif mempercepat laju pembangunan dengan menggandeng berbagai pihak melalui model kolaborasi lintas sektor.

Langkah strategis ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta di Victoria Hotel, Selasa (11/11/2025).

Kolaborasi Heptahelix

Dalam forum tersebut, Wawan menyampaikan dengan tegas bahwa arah pembangunan Kota Yogyakarta kini menitikberatkan pada sinergi antarunsur melalui konsep kolaborasi Heptahelix.

Model pembangunan ini menggabungkan tujuh kekuatan utama: Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas atau Masyarakat, Media, Lembaga Keuangan, dan Inovator Teknologi.

“Ketujuh unsur ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Masing-masing memiliki peran strategis yang harus saling melengkapi. Kolaborasi Heptahelix menjadi kunci dalam mencapai pembangunan berkelanjutan di Kota Yogyakarta,” tegas Wawan.

Wawan menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bukanlah tugas pemerintah semata, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah, menurutnya, hanyalah penggerak awal yang memantik semangat gotong royong agar setiap unsur bergerak dalam satu visi besar: mewujudkan Yogyakarta yang berdaya, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Kebut Pembersihan dan Rencana Pemindahan Depo Sampah Kotabaru demi Ibadah Nataru

“Pemerintah Kota terus menciptakan ekosistem yang kondusif agar kolaborasi antarunsur berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai wujud komitmen nyata, Pemkot Yogyakarta telah mengambil berbagai langkah strategis.

  • Membentuk Forum Kolaborasi Daerah (FKD) lintas unsur
  • Mengintegrasikan perencanaan lintas sektor melalui platform digital
  • Meningkatkan kapasitas SDM dan literasi kolaborasi
  • Menyusun regulasi pendukung kolaborasi lintas pihak
  • Melakukan evaluasi dampak kolaboratif secara berkala

“Kami ingin memastikan kolaborasi ini tidak berhenti di konsep. Harus ada aksi nyata, hasil yang dirasakan masyarakat, dan perubahan yang terukur. FKD menjadi wadah untuk menyatukan langkah dan menyinergikan visi dari berbagai pihak,” ujar Wawan.

Pembangunan Tidak Sekadar Fisik

Dalam kesempatan itu, Wawan menekankan bahwa kolaborasi pembangunan tidak hanya berorientasi pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial antarwarga.

Menurutnya, kemajuan suatu kota tidak bisa diukur hanya dari megahnya bangunan atau pertumbuhan ekonomi semata, melainkan dari kekuatan solidaritas sosial masyarakatnya.

“Semangat ini bukan sekadar tentang bantuan, tetapi tentang saling menopang. Dengan kolaborasi, semua pihak menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta,” tegasnya.

Baca juga  1.029 Pekerja Rokok di Kulon Progo Terima BLT DBH CHT, Nilai Bantuan 2025 Naik Jadi Rp700 Ribu

Wawan optimistis, dengan pendekatan kolaboratif dan semangat gotong royong, pembangunan yang inklusif dan berkeadilan dapat benar-benar terwujud.

“Kota Yogyakarta ingin menjadi contoh bagaimana kekuatan kebersamaan dan keterbukaan antarunsur dapat mempercepat tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap pihak memiliki peran vital dalam mewujudkan visi tersebut.

Pemerintah mengatur arah, dunia usaha membawa inovasi dan sumber daya, akademisi menyediakan riset dan solusi, media menjadi jembatan informasi, sedangkan masyarakat menjadi penggerak utama di lapangan.

“Semua unsur harus berjalan beriringan. Inilah semangat Heptahelix yang menjadi fondasi Kota Yogyakarta dalam mewujudkan pembangunan yang berdaya, inklusif, dan berkelanjutan,” beber Wawan.

Sementara itu, Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Mohamad Irhas Effendi, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat model kolaborasi ini.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa tema seminar kali ini, Kampus Berdampak: Implementasi Heptahelix dalam Transformasi Pengabdian Masyarakat.

Tema ini menegaskan peran kampus sebagai motor penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan budaya.

Baca juga  Cegah Konflik Sosial, Pemkot Yogyakarta Luncurkan Mobil Keliling LK3 untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

“Perguruan tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma, salah satunya pengabdian kepada masyarakat. Tapi pengabdian itu tidak boleh berhenti di kegiatan seremonial. Harus nyata, berkelanjutan, dan terukur dampaknya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Irhas menambahkan, konsep Kampus Berdampak hadir untuk menegaskan bahwa universitas bukan hanya menara gading, tetapi pusat inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Melalui seminar ini, kami ingin menciptakan forum akademis sekaligus wadah kolaborasi lintas sektor. Kami berharap kegiatan ini melahirkan jejaring kerja nyata antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, media, dan masyarakat,” pungkasnya. (ef linangkung)

link gacor

link togel

link slot

bandar togel

togel online

situs togel

bandar togel

slot online

link slot

situs toto

slot gacor

situs togel

toto togel

situs toto

slot mahjong

bandar togel

togel online

situs togel

situs slot

slot gacor hari ini

slot gacor

situs gacor

link gacor

situs slot

slot gacor

situs gacor

situs togel

link slot

slot gacor

slot resmi

situs toto

slot gacor hari ini

situs togel

link togel

togel online

slot online

toto

toto slot

Berita Terbaru

raperda hpr
Terungkap 126 Anjing Dibunuh per Hari, DIY Resmi Larang Perdagangan Hewan Penular Rabies untuk Pangan
kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai