Rekayasa Lalu Lintas Jogja Last Friday Ride 31 Juli 2026, Pesepeda Kembali Melintasi Malioboro Malam Ini

Bagikan :

TUGU JOGJA – Ribuan pesepeda dipastikan kembali memadati jalan-jalan utama Kota Yogyakarta dalam gelaran Jogja Last Friday Ride (JLFR) edisi ke-195 pada Jumat (31/7/2026) malam.

Kegiatan bersepeda bersama yang rutin digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan itu akan kembali melintasi kawasan Malioboro. Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan operasional transportasi umum, sejumlah rekayasa lalu lintas diterapkan di sepanjang kawasan tersebut.

Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar Tugu hingga Malioboro diimbau memilih jalur alternatif agar terhindar dari potensi kepadatan kendaraan.

JLFR menjadi salah satu agenda komunitas sepeda terbesar di Yogyakarta yang selalu menarik ribuan peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja tanpa membedakan usia, jenis sepeda, maupun latar belakang peserta.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, yakni JLFR edisi ke-194 yang berlangsung pada 26 Juni 2026, peserta memulai perjalanan dari Stadion Kridosono pada pukul 18.30 WIB, kemudian melintasi Jalan Atmosukarto, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Kusumanegara, sebelum mengakhiri perjalanan di Jalan Mangkubumi.

Baca juga  40 Kata-kata Selamat Hari Natal untuk Keluarga dan Teman Kerja, Pesan Kedamaian

Untuk pelaksanaan edisi ke-195, penyelenggara memastikan kegiatan tetap digelar sebagaimana diumumkan melalui akun Instagram @jogjalastfridayride.id pada Kamis (30/7/2026).

Dalam unggahan tersebut disampaikan ajakan kepada masyarakat untuk ikut bersepeda dengan tetap mengedepankan keselamatan dan etika berlalu lintas.

“start dari mana saja dan mari bersepeda sama-sama; saling jaga, saling sapa, tetap taat lalulintas, berbagi jalan dan hargai sesama pengguna jalan”.

Malioboro Tetap Menjadi Bagian Rute JLFR Edisi 195

Sebelum pelaksanaan kegiatan, sejumlah instansi seperti Humas Jogja, Humas Polda DIY, Dinas Perhubungan DIY, dan Polresta Yogyakarta juga telah mengumumkan bahwa JLFR edisi Juli 2026 tetap akan melintasi kawasan Malioboro.

Penyelenggaraan kali ini bertepatan dengan agenda Car Free Night (CFN), sehingga koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat di kawasan tersebut tetap berjalan dengan aman dan nyaman.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang digelar pada Senin (20/7/2026), peserta JLFR diarahkan menggunakan lajur kanan atau sisi barat Jalan Malioboro.

Sementara itu, lajur kiri tetap difungsikan sebagai jalur operasional Trans Jogja sehingga layanan angkutan umum tetap dapat beroperasi tanpa hambatan.

Baca juga  Mau Foto di Plang Jalan Malioboro? Ternyata Ada 4 Titik yang Bisa Kamu Datangi

Pengaturan tersebut dilakukan agar aktivitas pesepeda, pengguna transportasi umum, wisatawan, pejalan kaki, hingga pelaku usaha di kawasan Malioboro dapat berlangsung secara bersamaan tanpa saling mengganggu.

Pedestrian Malioboro Dibagi untuk Pesepeda dan Pejalan Kaki

Selain pengaturan kendaraan di badan jalan, pemerintah dan aparat juga menerapkan pembagian ruang pada area pedestrian Malioboro.

Dalam skema tersebut, salah satu sisi pedestrian dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas pesepeda, sedangkan sisi lainnya tetap diperuntukkan bagi pejalan kaki dan wisatawan.

Konsep ini diterapkan sebagai bentuk pemanfaatan ruang publik secara bersama dengan tetap mengedepankan kenyamanan seluruh pengguna kawasan Malioboro.

Polisi Siagakan Personel di Titik Rawan Kemacetan

Satuan Lalu Lintas Polresta Yogyakarta turut menyiapkan personel di sejumlah simpul jalan yang diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan selama berlangsungnya JLFR.

Salah satu lokasi yang diprediksi mengalami perlambatan arus kendaraan berada di kawasan Kleringan. Di titik tersebut, kepadatan lalu lintas berpotensi terjadi ketika rombongan pesepeda melintas.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mengatur arus kendaraan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban kegiatan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Baca juga  Ditangkap Warga Saat Curi HP di Sebokarang Wates, Pria Asal Panjatan Diduga Beraksi Berulang

Rekayasa Lalu Lintas JLFR 31 Juli 2026

Berikut pengaturan lalu lintas yang diterapkan selama pelaksanaan Jogja Last Friday Ride edisi ke-195:

  • Peserta JLFR melintas di lajur kanan (sisi barat) Jalan Malioboro.
  • Lajur kiri Jalan Malioboro tetap digunakan untuk operasional bus Trans Jogja.
  • Area pedestrian dibagi menjadi ruang bagi pesepeda serta ruang untuk pejalan kaki dan wisatawan.
  • Personel Polresta Yogyakarta disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas dan mengantisipasi kemacetan.

Masyarakat yang hendak beraktivitas pada Jumat malam diimbau memperhitungkan waktu perjalanan. Apabila tidak memiliki keperluan mendesak di kawasan Tugu, Jalan Mangkubumi, hingga Malioboro, sebaiknya menggunakan rute alternatif guna menghindari kepadatan lalu lintas selama berlangsungnya JLFR dan Car Free Night.

Berita Terbaru

setu sinau 2
Setu Sinau Malioboro Tarik Antusiasme Wisatawan, Cucu Sultan HB X Turun Langsung Mengajar Aksara Jawa
images (13)
Maestro Lukis Nasirun Meninggal Sakit Apa? Ini Penyebab, Profil, dan Perjalanan Kariernya
167625436_133883862014416_3790561212049279873_n
Panduan Rute Wisata Sungai Mudal Kulon Progo dari Pusat Kota Yogyakarta, Paling Mudah Lewat Mana?
Sejarah Monumen Kecelakaan Kulon Progo
Bukan Pajangan Biasa, Ini Kisah Pilu di Balik Monumen Kecelakaan Kulon Progo
jlfr
Critical Mass JLFR Juli 2026 Diikuti Ribuan Pesepeda dengan Kondusif, Evaluasi Arus dan Titik Kemacetan untuk Gelaran Berikutnya Disiapkan

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Penyebab Nasirun Meninggal

Apa Penyebab Nasirun Meninggal Dunia? Kabar Duka Maestro Seni Jogja Tutup Usia

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

pinho-yjXAtMCPdGs-unsplash

Apakah Nonton Film di Loklok Itu Aman dan Resmi? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Sejarah Monumen Kecelakaan Kulon Progo

Bukan Pajangan Biasa, Ini Kisah Pilu di Balik Monumen Kecelakaan Kulon Progo