Polemik Bendera One Piece di Bantul: Bupati Nyatakan Tidak Mengizinkan, tapi Juga Tidak Melarang

Bagikan :
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslich/Foto: Pemkab Bantul

TUGUJOGJA – Bupati Bantul, Abdul Halim Muslich, akhirnya angkat suara soal kontroversi pengibaran bendera bajak laut One Piece. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk melarang karena sejauh ini bendera itu tidak menunjukkan potensi membahayakan.

Bendera bergambar simbol bajak laut dari serial kartun Jepang One Piece tiba-tiba mencuri perhatian warga Bantul. Beberapa pihak mempersoalkan kehadiran bendera itu dalam sejumlah kegiatan masyarakat.

Mereka menilai simbol tersebut bisa mengganggu ketertiban sosial hingga memicu kesalahpahaman. Sorotan publik pun mengarah ke pemerintah daerah. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslich, akhirnya bicara blak-blakan.

“Bukan kok Saya mengizinkan, tapi saya juga tidak melarang,” ujar Halim.

Polemik Bendera One Piece di Bantul

Bupati menegaskan bahwa pihaknya menilai bendera One Piece sekadar bagian dari kesenangan, bukan simbol perlawanan apalagi ancaman terhadap persatuan bangsa. Ia meminta publik memahami konteks di balik keberadaan bendera tersebut.

“Mainan seperti itu maknanya apa bagi kita? Itu bendera dari film kartun, semata untuk gembira. Kita tidak punya alasan untuk melarang,” ujar Halim saat ditemui di kompleks Pemkab Bantul.

Baca juga  Fakultas Kedokteran UAJY Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Hipertensi di Kulon Progo

Ia kemudian memberi analogi, dengan contoh bendera Bergambar Gus Dur, Habib Syech, Klub Sepakbola Persiba Bantul ataupun PSIM.

“Kalau ada yang mengibarkan bendera bergambar Gus Dur, Habib Syech, atau Persiba, apakah kita akan melarang? Kan tidak. Apalagi kalau itu untuk sholawatan, atau untuk menunjukkan kecintaan terhadap tokoh atau klub sepak bola, ya sah-sah saja,” kata dia.

Pemerintah Tidak Punya Alasan Melarang

Abdul Halim menyebut bahwa pemerintah hanya bisa bertindak apabila ada dasar kuat, seperti pelanggaran hukum atau ancaman terhadap ideologi negara.

Ia memastikan hingga saat ini belum ada laporan yang menunjukkan bahwa bendera One Piece berkaitan dengan kelompok atau gerakan yang membahayakan.

“Saya sendiri juga tidak paham maksudnya bendera itu. Tapi sejauh yang saya tahu, itu hanya mainan dari film kartun,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah siap melarang jika nantinya bendera tersebut terbukti menjadi simbol dari tindakan yang memecah belah bangsa.

“Tapi sekarang? Apa alasan kita melarang? Tidak ada. Gambar itu tidak lebih dari hiburan. Sama seperti orang yang masang gambar Habib Luthfi atau Mbah Moen di rumah mereka,” tambahnya.

Baca juga  Dinkes Ungkap Temuan TBC di Kulon Progo Baru 44,55 Persen, Jauh dari Target Nasional 90 Persen

Meski menilai bendera One Piece tidak berbahaya, Bupati Halim tetap mengimbau masyarakat untuk tidak berlebihan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga suasana formal dan semangat nasionalisme dalam kegiatan resmi, tanpa harus menambahkan simbol-simbol asing yang bisa menimbulkan tafsir liar.

“Kalau sedang upacara atau kegiatan kenegaraan, ya kibarkan saja bendera merah putih. Jangan ditambahi macam-macam. Nanti malah mengundang polemik yang tak perlu,” ucapnya.

Menurutnya, ketika bendera asing dikibarkan berbarengan dengan merah putih tanpa maksud yang jelas, justru bisa menciptakan kesan yang ganjil.

“Jangan sampai ada kesan kita melenceng dari nilai-nilai nasional. Mari fokus menginternalisasi semangat patriotisme. Jangan ditambah-tambahi dengan simbol-simbol yang bisa membingungkan,” pungkasnya. (ef linangkung)

situs toto

situs toto togel

situs togel terpercaya

klik di sini

slot online

slot gacor

situs slot resmi

link slot gacor

link slot gacor

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13โ€“19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini