
TUGUJOGJA – Kabar dugaan percobaan penculikan anak di lingkungan Masjid Nurul Fallah, Dusun Bedreg, Sembego, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, menjadi perhatian masyarakat setelah informasi tersebut beredar luas di media sosial. Kepolisian pun melakukan pengecekan lapangan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait kejadian tersebut.
Peristiwa tersebut melibatkan seorang anak perempuan berusia sembilan tahun yang disebut sempat didekati orang tidak dikenal di sekitar area masjid.
Anak tersebut dilaporkan berhasil menghindari situasi yang membuatnya merasa terancam setelah memanggil orang di sekitarnya.
Kronologi Dugaan Kejadian
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas ibadah Ramadan berlangsung di Masjid Nurul Fallah.
Pada saat itu sejumlah santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPO) baru saja menyelesaikan salat Magrib dan berbuka puasa bersama.
Sekitar pukul 18.20 WIB, anak perempuan berinisial X (9) masih berada di area masjid. Ia kemudian diduga dihampiri oleh orang tidak dikenal yang mencoba mengajak berbincang.
Dalam informasi yang beredar di lingkungan warga, orang tersebut diduga mencoba membawa korban menuju mobil minibus berwarna hitam yang berada di sekitar lokasi.
Korban disebut sempat berada di dalam kendaraan tersebut sebelum akhirnya berusaha melawan.
Korban kemudian berteriak dan memanggil orang-orang yang berada di sekitar lokasi. Teriakan tersebut menarik perhatian warga yang berada di sekitar masjid.
“Korban berontak dan berteriak memanggil orang-orang yang sedang melintas di samping mobil tersebut. Karena situasi mulai menarik perhatian warga, pelaku akhirnya melepaskan korban dan langsung melarikan diri menggunakan mobil,” tulis laporan dari Jagawarga setempat.
Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Dugaan Keterlibatan Beberapa Orang
Sejumlah warga juga menyampaikan dugaan bahwa kejadian tersebut mungkin melibatkan lebih dari satu orang.
Menurut informasi yang dihimpun warga, terdapat beberapa orang yang diduga berada di sekitar area masjid sebelum kejadian.
Warga menyebut kemungkinan adanya pembagian peran di antara orang-orang tersebut, antara lain dua orang berada di dalam mobil minibus hitam, dua orang lainnya menggunakan sepeda motor di sekitar parkiran sisi selatan masjid, serta satu orang menggunakan sepeda motor di sisi utara masjid.
Sebagian warga juga menyebut orang-orang tersebut sempat terlihat berada di masjid dalam beberapa hari sebelumnya, termasuk saat berbuka puasa dan melaksanakan salat Magrib.
Namun informasi tersebut masih berupa dugaan yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Polisi Lakukan Pengecekan di Lokasi
Setelah kabar dugaan percobaan penculikan tersebut viral di media sosial, jajaran kepolisian dari Polresta Sleman melakukan pengecekan ke lokasi.
Personel piket fungsi dari Polsek Depok Timur mendatangi Masjid Nurul Fallah pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Petugas yang melakukan pengecekan antara lain Aiptu Kurniawan, Aiptu Dwi Sakti, Aiptu Eko S, dan Bripka Sage.
Polisi kemudian melakukan klarifikasi terhadap korban, orang tua korban, serta sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi.
Petugas juga menelusuri informasi yang beredar di media sosial untuk memastikan kronologi kejadian secara akurat.
Klarifikasi Sementara dari Korban
Berdasarkan hasil klarifikasi awal, peristiwa yang membuat korban merasa takut terjadi pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB setelah salat Tarawih.
Saat itu korban berada di serambi Masjid Nurul Fallah sambil menunggu hujan reda.
Korban kemudian didatangi seorang pria tidak dikenal yang turun dari mobil boks berwarna hitam yang berhenti di jalan depan masjid.
Menurut keterangan korban, pria tersebut mengajak korban berjalan-jalan dan menawarkan akan membelikan jajanan.
Korban tidak menanggapi ajakan tersebut dan memilih memanggil seseorang yang sedang melintas di sekitar masjid.
Ketika ada orang lain yang mendekat, pria tersebut kemudian meninggalkan lokasi. Dalam peristiwa tersebut korban tidak mengalami luka maupun kekerasan fisik.
Polisi Telusuri Rekaman CCTV
Untuk memastikan kronologi kejadian, pihak kepolisian melakukan pendataan terhadap saksi serta meminta keterangan dari orang tua korban.
Petugas juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lingkungan masjid serta jalan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan kendaraan maupun orang yang diduga berada di sekitar lokasi saat peristiwa terjadi.
Hingga saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan tambahan sebelum menarik kesimpulan terkait dugaan percobaan penculikan tersebut.
Warga Diminta Tetap Waspada
Polresta Sleman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Di sisi lain, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak-anak, terutama di ruang publik seperti tempat ibadah, area bermain, dan lingkungan sekitar.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan orang asing dengan perilaku mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan fakta terkait peristiwa yang sempat menjadi perhatian warga Maguwoharjo tersebut.