Viral Penculikan Anak di Kotagede Terungkap, Polisi Pastikan Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Bocah Laki-laki di Umbulharjo

Bagikan :
Terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak di Kotagede. (Ist)

TUGUJOGJA – Kasus yang sempat viral di media sosial sebagai dugaan penculikan anak di wilayah Kotagede akhirnya terungkap.

Aparat kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut merupakan dugaan pelecehan seksual terhadap seorang bocah laki-laki di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Peristiwa ini mengguncang warga dan memicu keprihatinan mendalam dari masyarakat.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Gandung H membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa jajaran kepolisian telah bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian. Polisi juga berhasil mengamankan terduga pelaku.

Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual di Gorong-gorong Jalan Pramuka

Peristiwa dugaan pelecehan seksual terhadap anak ini terjadi pada Jumat, 13 Februari 2026, sekitar pukul 14.30 WIB.

Lokasi kejadian berada di gorong-gorong sungai di Jalan Pramuka, tepatnya di sekitar pertigaan Jalan Gambiran, Umbulharjo, Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sekitar pukul 13.20 WIB, korban berinisial DD (14), warga Umbulharjo, bersama temannya J, mendatangi gorong-gorong di Jalan Pramuka. Keduanya mencari ikan untuk pakan chana atau ikan gabus.

Saat mereka tengah mencari ikan, seorang laki-laki tak dikenal mendekati keduanya dan menanyakan apa yang sedang mereka lakukan. DD dan J menjawab bahwa mereka sedang mencari ikan untuk makanan ikan chana.

Baca juga  UAJY dan Puspresnas Tutup Bina Talenta Indonesia 2026, Bekali Pelajar dengan Inovasi Energi Terbarukan

Pelaku kemudian turun ke dalam gorong-gorong dan mengajak kedua anak tersebut masuk lebih jauh ke bagian yang lebih gelap. Tidak lama berselang, pelaku memegang DD dan menariknya menuju bagian gorong-gorong yang lebih dalam dan gelap.

Pelaku diduga memaksa melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap korban. Melihat kejadian tersebut, J merasa ketakutan dan langsung melarikan diri sambil berteriak meminta pertolongan. J segera menuju rumah DD dan memberitahukan peristiwa itu kepada ayah korban, MS (39).

Orang Tua Korban Langsung Bertindak

Mendengar laporan dari J, MS segera mendatangi lokasi yang disebutkan. Setibanya di gorong-gorong Jalan Pramuka, MS langsung turun ke lokasi dan mendapati anaknya dalam kondisi lemas terbaring di dalam gorong-gorong bersama seorang laki-laki yang diduga sebagai pelaku.

MS sempat mengejar pelaku sejauh kurang lebih 15 meter. Namun, ia memutuskan menghentikan pengejaran karena melihat kondisi anaknya yang membutuhkan pertolongan segera. MS kemudian mengangkat dan membawa anaknya pulang.

Karena khawatir dengan kondisi fisik dan psikis korban, keluarga segera membawa DD ke Rumah Sakit Wirosaban untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca juga  Daftar Diskon Transportasi Libur Sekolah 2026, Tiket Kereta, Kapal hingga Pesawat Lebih Murah

Selain DD, informasi juga menyebutkan identitas orang tua anak lain yang berada di lokasi, yakni AS (38), warga Umbulharjo, orang tua dari AB (11), laki-laki.

Polsek Umbulharjo Lakukan Penanganan Cepat

Menerima laporan terkait dugaan pelecehan seksual terhadap anak, jajaran Polsek Umbulharjo langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung H, menegaskan bahwa pihak kepolisian terus mendalami kasus ini dan memburu terduga pelaku.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Viral di Media Sosial, Polisi Luruskan Informasi

Kasus ini sempat viral di berbagai platform media sosial dengan narasi penculikan anak di Kotagede.

Namun, kepolisian meluruskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut mengarah pada dugaan pelecehan seksual terhadap anak, bukan penculikan.

Pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan untuk mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.

Aparat juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di ruang terbuka atau lokasi yang sepi.

Baca juga  Lebaran 2026 di DIY: Masjid Disulap jadi Rest Area, Pemda DIY dan Kemenhub Perkuat Sinergi demi Mudik Aman dan Nyaman

link gacor

link togel

link slot

bandar togel

togel online

situs togel

bandar togel

slot online

link slot

situs toto

slot gacor

situs togel

toto togel

situs toto

slot mahjong

bandar togel

togel online

situs togel

situs slot

slot gacor hari ini

slot gacor

situs gacor

link gacor

situs slot

slot gacor

situs gacor

situs togel

link slot

slot gacor

slot resmi

situs toto

slot gacor hari ini

situs togel

link togel

togel online

slot online

toto

toto slot

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13โ€“19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

film pendek mijil

Film Pendek โ€œMijilโ€ Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah