Polisi Tetapkan AF Sebagai Tersangka KDRT usai Iris Leher Suami di Losmen Parangtritis

Bagikan :
Liburan keluarga di Parangtritis berujung berdarah, istri jadi tersangka. (Ist)

TUGUJOGJA – Suasana akhir pekan di kawasan wisata Pantai Parangtritis, Bantul, mendadak geger setelah terjadi dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di sebuah kamar losmen, Sabtu (9/5/2026) sore.

Seorang pria bernama Sukimin (35), warga Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami luka sobek di bagian leher setelah diduga diserang istrinya sendiri berinisial AF (25) menggunakan pisau saat sedang tidur.

Peristiwa itu terjadi di Losmen Dworowati, Dusun Mancingan XI RT 07, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku pada malam hari.

“Pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, kami berhasil mengamankan terduga pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Kapolsek Kretek AKP Joko Mulyono.

Kasus tersebut kini ditangani Polsek Kretek berdasarkan laporan polisi tertanggal 9 Mei 2026.

Bermula saat Korban Tidur Bersama Anak

Menurut keterangan kepolisian, pasangan suami istri itu sebelumnya datang ke kawasan Pantai Parangtritis untuk berlibur bersama anak mereka.

Setelah berjalan-jalan di area pantai selatan, keluarga tersebut memutuskan beristirahat di losmen yang berada tak jauh dari kawasan wisata.

Baca juga  Anggur Orang Tua Setop Produksi Anggur Merah Kaliurang dan Anggur Hijau Parangtritis

Situasi awal disebut berlangsung normal. Tidak ada keributan maupun pertengkaran yang terdengar dari kamar tempat mereka menginap.

Korban kemudian tertidur bersama anaknya di dalam kamar.

Namun suasana mendadak berubah ketika tersangka AF mendekati korban sambil memeluk dan meminta maaf.

Tak lama setelah itu, tersangka diduga langsung mengeluarkan pisau dan mengiris leher korban.

“Korban mengalami luka sobek di bagian leher akibat benda tajam,” kata Panit Reskrim Polsek Kretek IPDA Kismanto.

Darah sempat mengucur cukup banyak dari leher korban.

Di area losmen, sejumlah tamu disebut keluar kamar setelah mendengar teriakan minta tolong dari korban.

Warga Berdatangan Setelah Korban Berteriak

Korban yang terluka spontan berteriak meminta bantuan. Suasana losmen yang sebelumnya tenang langsung berubah panik.

Beberapa warga dan penghuni losmen mendatangi sumber suara.

Mereka kemudian membantu menyelamatkan korban yang mengalami pendarahan di bagian leher.

Di tengah kepanikan itu, tersangka AF justru meninggalkan lokasi bersama anaknya.

Pisau yang diduga dipakai untuk melukai korban tertinggal di dalam kamar losmen.

Baca juga  Pria 27 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Oyo Bantul, Tolak Pakai Pelampung dan Diduga Mabuk

Polisi kemudian mengamankan barang bukti tersebut saat melakukan olah tempat kejadian perkara.

Korban selanjutnya dibawa menjalani pemeriksaan medis di RS Panembahan Senopati Bantul sebelum membuat laporan resmi ke Polsek Kretek.

Polisi Sita Pisau dan Kaos Berlumuran Darah

Dalam proses penyidikan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus KDRT tersebut.

Barang bukti itu meliputi:

  • Satu bilah pisau bergagang kayu sepanjang sekitar 20 sentimeter
  • Kaos hitam milik korban yang berlumuran darah

Kaos tersebut diketahui bertuliskan “OH, GOOD MORE BULLSHIT” dengan gambar tengkorak di bagian depan.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka AF untuk mendalami motif penganiayaan tersebut.

“Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami motif kejadian ini,” tegas AKP Joko Mulyono.

Tersangka Dijerat Pasal KDRT

Atas kasus tersebut, AF dijerat Pasal 44 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal 10 tahun atau denda hingga Rp30 juta.

Baca juga  Surving tanpa Ijin, Dua Remaja Terseret Rip Current Pantai Parangtritis, Satu Selamat Satu Masih Hilang

Polisi memastikan proses penyidikan masih terus berjalan hingga kini. Pemeriksaan tambahan terhadap saksi maupun pihak keluarga juga masih dilakukan untuk melengkapi berkas perkara.

Kasus KDRT berdarah di kawasan wisata Parangtritis ini kembali memunculkan perhatian publik karena terjadi di tengah momen liburan keluarga yang awalnya terlihat normal.

situs toto

situs slot

slot gacor

situs hk pools

kawijitu

situs hk pools

situs togel

situs hk pools

kawijitu

kawijitu

slot gacor

slot gacor

slot gacor

situs hk pools

kawijitu

kawijitu

situs slot

kawijitu

situs toto

kawijitu

situs hk pools

kawijitu

slot gacor

situs togel

kawijitu

situs hk

situs resmi

situs toto

kawijitu

togel online

kawijitu

situs togel

kawijitu

rtp slot

kawijitu

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis