
TUGUJOGJA- Yogyakarta kembali bergeliat sejak fajar Minggu, 4 Januari 2026. Suasana stasiun-stasiun utama di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta tampak padat oleh ribuan penumpang.
Hari ini menandai puncak arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, sekaligus menjadi hari terakhir masa Angkutan Nataru. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang.
Sepanjang hari ini, KAI Daop 6 Yogyakarta memberangkatkan 36.723 penumpang dan menerima kedatangan 26.491 penumpang yang turun di berbagai stasiun wilayah Yogyakarta, Solo, Klaten, hingga Wates.
Angka keberangkatan ini meningkat 22 persen dibandingkan volume penumpang pada akhir pekan normal.
Lonjakan tersebut menegaskan kuatnya arus pergerakan masyarakat yang kembali ke kota tujuan setelah menikmati libur panjang Nataru di Yogyakarta dan sekitarnya.
Puncak Arus Balik Nataru 2025/2026
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa Minggu (4/1/2026) menjadi puncak arus balik paling padat selama masa Angkutan Nataru.
Stasiun Tugu Yogyakarta memegang peran sentral sebagai simpul utama pergerakan penumpang.
“Pada hari ini, Minggu (4/1), menjadi puncak arus balik di Daop 6, khususnya Stasiun Tugu Yogyakarta. Stasiun ini memberangkatkan 16.597 penumpang, atau meningkat 38 persen dibandingkan akhir pekan biasanya,” ujar Feni.
Hingga menjelang tengah malam pukul 24.00 WIB, KAI Daop 6 Yogyakarta masih menyediakan sekitar 7.000 tiket keberangkatan dari berbagai stasiun di wilayahnya.
Angka tersebut menunjukkan tingginya animo masyarakat yang masih melakukan perjalanan di penghujung libur panjang.
Pantauan data keberangkatan dan kedatangan menunjukkan distribusi penumpang yang merata di sejumlah stasiun utama.
Stasiun Yogyakarta (Tugu) mencatat keberangkatan tertinggi dengan 16.597 pelanggan, sementara 10.674 pelanggan tiba dan turun di stasiun tersebut. Stasiun Lempuyangan melayani 5.349 penumpang berangkat dan menerima 4.753 penumpang datang.
Di wilayah Solo, Stasiun Solobalapan memberangkatkan 5.891 pelanggan dan menerima kedatangan 5.726 pelanggan, menandakan tingginya mobilitas lintas provinsi.
Sementara itu, Stasiun Klaten memberangkatkan 1.887 penumpang dan menerima 1.319 penumpang. Stasiun Wates mencatat 739 penumpang berangkat dan 572 penumpang datang. Sisanya tersebar di stasiun-stasiun lain dalam wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Di tengah padatnya arus balik, KAI Daop 6 Yogyakarta masih menyediakan sekitar 7.000 tempat duduk untuk perjalanan Angkutan Nataru. Tiket tersebut mencakup sejumlah kota tujuan favorit seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Semarang.
Feni mengimbau masyarakat agar segera merencanakan perjalanan dan memanfaatkan layanan pemesanan resmi KAI. Faop 6 terus mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi mitra KAI.
“Masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur Connecting Train sebagai alternatif relasi keberangkatan apabila tiket pada relasi utama telah habis,” jelasnya.
Tujuan Favorit dan Kereta Paling Padat Penumpang
Data KAI mencatat Pasarsenen dan Gambir di Jakarta sebagai tujuan paling diminati penumpang dari wilayah Daop 6 Yogyakarta. Selain itu, Surabaya Gubeng, Bandung, dan Malang juga masuk dalam daftar stasiun tujuan favorit selama arus balik Nataru.
Sementara itu, lima kereta api dengan tingkat okupansi tertinggi selama puncak arus balik antara lain KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Progo, dan KA Fajar Utama YK.
Kereta-kereta tersebut melayani rute jarak menengah dan jauh yang menjadi tulang punggung arus balik ke kota-kota besar.
Seiring berakhirnya masa libur Nataru 2025/2026, KAI Daop 6 Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan dari rumah menuju stasiun.
Kepadatan lalu lintas dan rekayasa arus kendaraan di sejumlah ruas jalan berpotensi menyebabkan keterlambatan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk berangkat lebih awal menuju stasiun agar tidak tertinggal kereta. Kepadatan lalu lintas selama arus balik masih terjadi, terutama di akses menuju stasiun-stasiun utama,” tegas Feni.
Puncak arus balik yang terjadi hari ini menjadi penutup rangkaian panjang Angkutan Nataru 2025/2026. Ribuan penumpang kembali ke rutinitas dan membawa harapan baru di awal tahun. (ef linangkung)