
TUGUJOGJA – Video keluhan wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai di Gunungkidul, Gunungkidul, viral di media sosial setelah menyoroti dugaan ketidaksesuaian layanan yang diterima pengunjung saat berada di destinasi wisata tersebut.
Transaksi tiket masuk yang dibayarkan sebesar Rp 120.000 ribu untuk delapan orang hanya tercatat Rp 60.000 untuk empat orang. Selanjutnya, pembayaran Rp 60.000 untuk empat orang hanya tercatat untuk dua orang sebesar Rp 30.000 di struk pembayaran.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi dan memicu perhatian publik serta respons dari pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Ekonomi Kreatif Gunungkidul, Harry Sukmono, menyatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap petugas yang bertugas saat kejadian berlangsung.
โKami sudah melakukan klarifikasi kepada petugas kami yang melayani wisatawan pada hari itu. Dari hasil penelusuran, peristiwa tersebut memang benar terjadi,โ ujar Harry.
Dispar Akui Ada Kelalaian Petugas
Harry menjelaskan, hasil penelusuran internal menunjukkan insiden tersebut terjadi akibat keteledoran dan kurangnya ketelitian petugas di lapangan saat memberikan pelayanan kepada wisatawan.
Menurut dia, kondisi itu menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung karena layanan yang diterima tidak sesuai dengan harapan.
โAtas nama dinas, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada wisatawan yang merasa dirugikan atas peristiwa ini,โ katanya.
Permohonan maaf tersebut, lanjut Harry, merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pelayanan wisata di kawasan pantai Gunungkidul yang selama ini menjadi salah satu tujuan wisata utama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Petugas Akan Dibina dan Pengawasan Diperketat
Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, Dinas Pariwisata Gunungkidul menyatakan akan melakukan pembinaan terhadap personel yang terlibat dalam insiden itu.
โKami akan melakukan pembinaan kepada petugas yang bersangkutan. Kami juga menekankan kepada seluruh personel agar lebih teliti, hati-hati, dan cermat dalam melayani wisatawan,โ tegas Harry.
Selain pembinaan, pihaknya juga akan memperketat pengawasan terhadap sistem pelayanan wisata, termasuk memastikan kesesuaian antara tiket yang diberikan dengan layanan yang diterima wisatawan di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi internal guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Video Viral Jadi Bahan Evaluasi
Harry juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyebarkan video keluhan tersebut di media sosial.
Menurutnya, informasi yang beredar dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas layanan wisata ke depan.
โKami berterima kasih atas video yang beredar. Ini menjadi masukan berharga bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan,โ ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap evaluasi dan pembenahan layanan yang dilakukan dapat menjaga kepercayaan wisatawan serta mempertahankan reputasi kawasan pantai di Gunungkidul sebagai destinasi unggulan yang memberikan pelayanan profesional kepada pengunjung.