
TUGU JOGJA – Magma Entertainment, salah satu rumah produksi film terkemuka di Indonesia, secara resmi mengumumkan peta jalan (roadmap) proyek film terbaru mereka dalam agenda Jaff Market 2025 di Jogja Expo Center (JEC).
Dalam sesi presentasi yang menarik perhatian, produser Linda Gozali membeberkan tiga rilisan besar yang akan mengisi slot bioskop Indonesia dari tahun 2026 hingga 2028, termasuk kejutan dari semesta cerita horor yang telah mereka bangun, yang dikenal sebagai Qodrat Verse.
Pengumuman ini menegaskan komitmen studio tersebut untuk tidak hanya merilis film tahunan, tetapi juga membangun strategi jangka panjang yang lebih terstruktur dan berani dalam membangun intellectual property (IP) film horor dan komedi. Fokus utama strategi ini adalah memperkuat narasi semesta Qodrat, sekaligus menyuntikkan elemen eksperimental genre baru.
Tahun 2026: Pembuka Roadmap dengan Dua Genre Kontras
Tahun 2026 akan menjadi tahun yang padat dan menarik bagi Magma Entertainment. Slot tahun ini dibuka dengan hadirnya film horor ambisius berjudul Badut Gendong (The Dance of the Dead) yang ditargetkan tayang pada kuartal kedua 2026.
Film Badut Gendong disebut-sebut sebagai proyek “anti-Qodrat Universe”. Konsep ini menandai langkah berani Magma untuk mengeksplorasi narasi horor dari sudut pandang yang berbeda.
Berbeda secara fundamental dari film Qodrat yang cenderung berfokus pada figur heroik religius dan perjuangan melawan kejahatan spiritual, Badut Gendong justru mengambil sudut pandang antagonis dan menggali sisi gelap dari konflik spiritual.
Linda Gozali menyampaikan bahwa film ini secara unik akan mempertemukan dua entitas ikonik yang telah dikenal publik: Ustadz Qodrat dan sosok antagonis Badut Gendong.
Pertemuan dua dunia ini diharapkan menjadi daya tarik utama yang memicu spekulasi dan antusiasme penonton mengenai bagaimana narasi kedua entitas ini akan berinteraksi dalam satu semesta yang sama.
Masih di tahun 2026, Magma juga merilis film dengan genre yang sama sekali berbeda, yaitu Mayat Hidup atau berjudul alternatif Jumpscare. Film ini dikategorikan sebagai komedi-horor yang berfungsi sebagai tribute untuk gaya sinema 1980-an.
Film ini direncanakan sebagai “hiburan utama 2026” dengan pendekatan genre yang lebih eksperimental, menyajikan tontonan yang ringan namun tetap menyentuh elemen horor yang khas. Pilihan untuk merilis dua judul yang sangat kontras, satu horor serius dan satu komedi-horor menunjukkan fleksibilitas Magma dalam menggarap berbagai segmen pasar.
Misteri 2027 dan Puncak Trilogi Qodrat Verse
Strategi Magma Entertainment menunjukkan pola yang terencana hingga tiga tahun ke depan. Menariknya, slot tahun 2027 sengaja dibiarkan kosong dan disiapkan sebagai “kejutan” yang belum diungkap ke publik.
Keputusan ini menunjukkan adanya proyek rahasia yang memiliki bobot besar atau kebutuhan waktu pengembangan yang panjang, sehingga Magma memilih untuk tidak terburu-buru mengumumkannya. Keberadaan slot kosong ini sukses menciptakan rasa penasaran di kalangan pelaku industri dan penggemar film.
Puncak dari roadmap tiga tahun Magma Entertainment akan hadir pada tahun 2028 dengan perilisan Qodrat 3. Film ini didapuk sebagai penutup trilogi Qodrat Verse yang telah sukses membangun basis penggemar yang solid.
Produser Linda Gozali menyampaikan bahwa film ketiga ini akan menjadi momentum penting untuk memperdalam sosok Ustadz Qodrat dan peran utamanya dalam semesta cerita yang semakin luas. Sebagai penutup trilogi, Qodrat 3 diharapkan memberikan resolusi yang memuaskan atas semua konflik spiritual dan naratif yang telah dibangun sejak film pertamanya.
Dengan roadmap yang lebih terstruktur dan berani ini, Magma Entertainment menegaskan strategi jangka panjang yang melampaui sekadar merilis film tahunan.
Langkah strategis ini mencerminkan ambisi untuk menjadi pemain kunci dalam pengembangan franchise film horor di Indonesia, dengan kombinasi antara IP yang sudah mapan (Qodrat) dan IP baru yang berani (Badut Gendong). Strategi ini diharapkan mampu memberikan pengalaman sinematik yang beragam dan berkelanjutan bagi penonton film Indonesia.***