
TUGUJOGJA– Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas tinggi. Merapi terus mengeluarkan guguran lava pijar sepanjang hari Minggu (4/5) hingga Senin dini hari (5/5).
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), fenomena guguran lava terpantau sebanyak 19 kali menuju arah barat daya.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa menjelaskan, pada periode pengamatan Minggu (4/5) pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat 12 kali guguran lava pijar.
Guguran meluncur ke arah Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih. Jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.
Selain itu, aktivitas kegempaan menunjukkan 93 kali gempa guguran dan 125 kali gempa hybrid atau fase banyak, yang menandakan suplai magma masih berlangsung.
“Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Kami terus memantau peningkatan aktivitas ini, terutama potensi guguran lava dan awan panas yang masih bisa terjadi kapan saja,” ujar Agus Budi Santosa dalam keterangannya, Senin (5/5).
Pada Senin dini hari (5/5) pukul 00.00–06.00 WIB, BPPTKG kembali mencatat 7 kali guguran lava pijar. Arah luncuran sama ke Kali Bebeng dan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter.
Kegempaan pada periode tersebut juga cukup signifikan, dengan 34 kali gempa guguran dan 33 kali gempa hybrid.
Secara visual, Merapi tampak jelas dengan asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dan intensitas sedang, setinggi 75 meter dari puncak.
Cuaca di sekitar gunung cenderung cerah, tapi masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat hujan turun karena berpotensi memicu lahar dingin.
BPPTKG kembali mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya, yaitu di sektor selatan-barat daya sejauh maksimal 7 kilometer dan sektor tenggara sejauh 3–5 kilometer.
Potensi lontaran material vulkanik juga bisa menjangkau hingga radius 3 kilometer dari puncak apabila terjadi letusan eksplosif.
“Data pemantauan kami menunjukkan suplai magma masih berlangsung aktif. Masyarakat juga perlu mengantisipasi bahaya abu vulkanik yang bisa menyebar tergantung arah angin,” tambah Agus.
BPPTKG terus melakukan pengawasan intensif terhadap aktivitas Merapi dan akan segera mengevaluasi status jika terjadi perubahan signifikan. (ef linangkung)