Target TPA Bebas Sampah Organik 2026 Terus Dikebut, DLH Gunungkidul Kekurangan SDM

Bagikan :
Target TPA Bebas Sampah Organik 2026 Terus Dikebut, DLH Gunungkidul Kekurangan SDM/Ef Linangkung

TUGUJOGJA – Gunungkidul menargetkan TPA bebas sampah organik pada Agustus 2026. DLH menghadapi krisis SDM akibat banyak pegawai pensiun.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mempercepat program pengurangan sampah dengan menargetkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bebas sampah organik pada Agustus 2026. Di tengah upaya tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul menghadapi tantangan besar berupa krisis sumber daya manusia (SDM) akibat banyaknya pegawai yang memasuki masa purna tugas.

Target tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA melalui penguatan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Namun, keterbatasan personel di sejumlah unit kerja dinilai berpotensi memengaruhi optimalisasi pelayanan dan pelaksanaan program lingkungan.

Hampir 400 Bank Sampah Jadi Andalan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan berbagai langkah terus dilakukan agar target bebas sampah organik dapat tercapai sesuai jadwal.

Hingga pembaruan terbaru, Kabupaten Gunungkidul telah memiliki hampir 400 bank sampah dan 21 Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Seluruh fasilitas tersebut didorong menjadi ujung tombak pengelolaan sampah di tingkat masyarakat sehingga sampah organik tidak lagi langsung dibuang ke TPA.

Baca juga  Jadwal Liga Inggris 2025/2026 Pekan 5: Big Match MU vs Chelsea hingga Arsenal vs Man City

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemilahan sampah dari rumah tangga sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Banyak Pegawai Pensiun, Jabatan Strategis Kosong

Di balik percepatan program tersebut, DLH harus menghadapi persoalan serius berupa berkurangnya jumlah pegawai.

Gelombang purna tugas menyebabkan sejumlah posisi strategis belum terisi, termasuk jabatan Kepala Bidang yang menangani perizinan.

“Selain itu, saat ini kita juga sedang krisis kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) akibat banyaknya pegawai yang memasuki masa purna tugas. Salah satunya posisi Kepala Bidang (Kabid) yang menangani perizinan telah kosong sejak Mei lalu, padahal posisi ini sangat vital untuk melayani investor dalam salah satu syarat perizinan,” ujar Edy Basuki.

Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan administrasi, terutama yang berkaitan dengan proses perizinan bagi investor.

UPT Laboratorium dan Pertamanan Ikut Terdampak

Keterbatasan personel juga dirasakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium DLH.

Laboratorium yang akan menghadapi proses akreditasi pada Februari 2027 kini hanya diperkuat tiga hingga empat personel. Padahal, laboratorium memiliki peran penting dalam mendukung pengawasan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Gunungkidul.

Baca juga  Gusti Irwan Wibowo Meninggal karena Apa? Kabar Duka Musisi Gustiwiw Tutup Usia

Situasi serupa terjadi di UPT Kebersihan dan Pertamanan.

Perawatan taman di kawasan perbatasan yang sebelumnya ditangani empat petugas kini hanya dikerjakan oleh satu orang setelah tiga petugas lainnya memasuki masa pensiun. Kondisi tersebut membuat beban kerja meningkat di tengah kebutuhan pemeliharaan ruang terbuka hijau yang tetap berjalan.

Bupati Minta ASN Tetap Optimistis

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengakui kekurangan tenaga terlatih tidak hanya terjadi di DLH, tetapi juga melanda sejumlah sektor pelayanan publik lainnya.

Menurutnya, sektor pendidikan bahkan masih mengalami kekurangan sebanyak 1.172 guru.

Meski demikian, Endah meminta seluruh jajaran DLH tetap menjaga semangat dalam menjalankan tugas menjaga kelestarian lingkungan.

“Jangan sampai kita menyerah. Ujian adalah syarat untuk naik kelas,” tegas Endah.

Ia menilai peran DLH sangat strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Handayani.

Karena itu, aparatur sipil negara (ASN) didorong terus meningkatkan kompetensi, memperluas pengetahuan, dan melanjutkan pendidikan agar mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengelolaan Lingkungan

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga menyiapkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat pengelolaan lingkungan pada 2026.

Baca juga  Apakah Sekolah di Jakarta Libur 1 September 2025? Ini Penjelasan Resmi dari Kemenag dan Disdik

Menurut Endah, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh DLH saja. Keterlibatan seluruh perangkat daerah serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk mencapai target pengurangan sampah.

Selain pengelolaan sampah, pemerintah daerah juga memberi perhatian terhadap keseimbangan ekosistem. Salah satu isu yang kini menjadi perhatian adalah meningkatnya populasi monyet ekor panjang di sejumlah wilayah yang memunculkan persoalan lingkungan.

Kondisi Pengelolaan Sampah Gunungkidul

Program Kondisi Saat Ini
Target TPA Bebas Sampah Organik Agustus 2026
Bank Sampah Hampir 400 unit
TPS 3R 21 lokasi
Kabid Perizinan Kosong sejak Mei 2026
Personel UPT Laboratorium 3โ€“4 orang
Kekurangan Guru di Gunungkidul 1.172 orang

Target bebas sampah organik pada Agustus 2026 menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan. Di tengah keterbatasan personel akibat gelombang pensiun, pemerintah berharap sinergi antara perangkat daerah, masyarakat, serta berbagai fasilitas pengelolaan sampah yang telah tersedia mampu menjaga keberlanjutan program sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.***

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13โ€“19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

film pendek mijil

Film Pendek โ€œMijilโ€ Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah