
TUGUJOGJA– Tragedi memilukan yang merenggut nyawa IDS (16), seorang siswa SMA di Bambanglipuro, Bantul, memicu gelombang kemarahan luas di tengah masyarakat.
Kasus pengeroyokan brutal yang menewaskan remaja tersebut tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengguncang rasa keadilan publik.
Sikap FJI DIY
Menanggapi peristiwa ini, Dewan Pimpinan Pusat Forum Jihad Islam (DPP FJI) Daerah Istimewa Yogyakarta langsung mengambil langkah tegas dengan berkomitmen mengawal penuh proses hukum agar berjalan transparan dan tuntas, Rabu (29/4/2026).
Panglima DPP FJI DIY, Abdurahman Abu Zaki atau yang akrab disapa Gus Dar, memimpin langsung kunjungan ke rumah duka di wilayah Pandak, Bantul.
Ia datang bersama tim kuasa hukum Hanuji Wibowo, S.H., serta puluhan anggota lain. Mereka memberikan dukungan moril kepada keluarga korban sekaligus menegaskan keseriusan organisasi dalam memperjuangkan keadilan bagi IDS.
Dalam suasana penuh duka, Gus Dar menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia secara tegas mengecam aksi kekerasan yang telah melampaui batas kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kasus ini.
“Kami sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan sadis ini. FJI DIY akan mengawal kasus ini sampai tuntas. Kami ingin memastikan para pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan biadab mereka,” ujar Gus Dar dengan nada tegas.
Tidak hanya fokus pada jalannya persidangan, FJI DIY juga menyoroti potensi adanya upaya penghambatan proses penyidikan.
Gus Dar mengingatkan semua pihak agar tidak mencoba melakukan tekanan, intimidasi, atau intervensi dalam bentuk apa pun terhadap keluarga korban maupun para saksi.
“Kami siap melindungi keluarga korban dan saksi. Jangan ada yang berani melakukan intimidasi atau upaya pelemahan hukum. Kami ingin proses ini berjalan jujur, adil, dan tanpa intervensi,” tambahnya.
Apresiasi terhadap Penangkapan Tersangka Pengeroyokan Siswa SMA di Bantul
Di sisi lain, tim kuasa hukum FJI DIY yang diwakili oleh Hanuji Wibowo memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Polres Bantul yang telah menangkap tujuh orang tersangka.
Namun, ia menegaskan bahwa penegakan hukum belum selesai sampai seluruh pelaku berhasil ditangkap.
“Kami menghargai kerja cepat kepolisian, tetapi kami menilai jumlah pelaku kemungkinan lebih banyak. Kami mendesak agar aparat segera menangkap pelaku lain yang masih buron. Penegakan hukum harus maksimal agar tragedi serupa tidak terulang,” tegas Hanuji.
Suasana haru menyelimuti pertemuan tersebut ketika Sugeng, ayah korban, menyampaikan harapannya dengan suara bergetar. Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan sekaligus berharap keadilan benar-benar tegak.
“Kami sangat berterima kasih atas pendampingan ini. Kami hanya ingin semua pelaku ditangkap tanpa terkecuali dan dihukum seberat-beratnya,” ungkap Sugeng.
Kasus tragis ini kini menjadi sorotan publik dan menuntut perhatian serius dari aparat penegak hukum. Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan efek jera agar tidak terulang. (ef linangkung)