
TUGUJOGJA – Viralnya dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata pantai wilayah Tepus, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, mendapat respons cepat dari Pemerintah Kalurahan Tepus.
Pemerintah setempat segera menggelar forum silaturahmi, klarifikasi, dan mediasi yang melibatkan berbagai pihak terkait guna meredam polemik yang berkembang di media sosial.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah sekaligus melindungi citra sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat pesisir selatan Gunungkidul.
Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi pantai di Tepus, munculnya isu dugaan pungli dinilai berpotensi memengaruhi kepercayaan publik terhadap kawasan wisata tersebut.
Karena itu, pemerintah kalurahan memilih mengedepankan penyelesaian melalui dialog dan musyawarah bersama.
Lurah Tepus, Hendro Pratopo, mengatakan kehadiran pemerintah dalam forum tersebut merupakan bentuk tanggung jawab untuk memastikan situasi tetap kondusif dan pariwisata di wilayah Tepus dapat berjalan dengan baik.
“Sebagai pemerintah kalurahan, kami berkepentingan menjaga situasi tetap kondusif dan memastikan pariwisata di wilayah Tepus tetap berjalan dengan baik,” ujar Hendro, Minggu (1/6/2026).
Menurutnya, berbagai aspirasi maupun kritik yang muncul dari masyarakat perlu dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan tata kelola pariwisata dan pelayanan kepada wisatawan.
Klarifikasi dan Mediasi Jadi Langkah Awal Penyelesaian
Dalam forum yang berlangsung secara kekeluargaan tersebut, pihak yang dikaitkan dengan dugaan pungutan terhadap wisatawan hadir dan menyatakan kesediaannya untuk berdiskusi bersama.
Sikap terbuka itu mendapat apresiasi karena menunjukkan adanya niat baik untuk menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang sehat.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi seluruh pihak untuk menyampaikan pandangan secara langsung sehingga informasi yang sebelumnya berkembang di media sosial dapat diklarifikasi secara terbuka dan proporsional.
Pemerintah Kalurahan Tepus menegaskan akan terus memfasilitasi komunikasi apabila diperlukan pembahasan lanjutan.
Langkah tersebut dinilai penting agar penyelesaian persoalan tidak berhenti pada proses klarifikasi, tetapi juga menghasilkan kesepahaman bersama sebagai dasar perbaikan ke depan.
Bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata, penyelesaian masalah secara cepat menjadi kebutuhan penting. Kepercayaan wisatawan dianggap sebagai aset utama yang harus dijaga bersama.
Pariwisata Tepus Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat
Kawasan pantai di Tepus selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Gunungkidul. Keindahan pesisir, hamparan pasir putih, dan karakter pantai yang khas menjadikan wilayah tersebut ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Tingginya jumlah kunjungan wisatawan turut menggerakkan berbagai sektor usaha masyarakat. Mulai dari pelaku usaha kuliner, penyedia jasa parkir, pedagang suvenir, hingga pengelola destinasi wisata merasakan dampak ekonomi dari berkembangnya sektor pariwisata.
Karena itu, setiap persoalan yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan menjadi perhatian serius pemerintah maupun masyarakat setempat.
Hendro menilai komunikasi dan koordinasi merupakan kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Menurutnya, komunikasi yang baik dapat mencegah kesalahpahaman sekaligus mempercepat proses penyelesaian ketika terjadi permasalahan.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap wisatawan tetap merasa aman dan nyaman saat berkunjung ke kawasan Tepus.
Menjaga Citra Positif Destinasi Wisata
Viralnya dugaan pungli di kawasan pantai Tepus menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan kepada wisatawan harus terus ditingkatkan dan diawasi bersama.
Di era digital, sebuah peristiwa dapat dengan cepat menyebar luas dan memengaruhi persepsi publik terhadap suatu destinasi wisata.
Karena itu, Pemerintah Kalurahan Tepus mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam sektor pariwisata untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi dan introspeksi bersama.
Hendro berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi sehingga wisatawan tetap merasa nyaman saat berkunjung ke wilayah Tepus.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali sehingga wisatawan tetap merasa nyaman saat berkunjung ke wilayah Tepus,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kualitas pelayanan dan keramahan masyarakat dalam menyambut setiap pengunjung.
Pemerintah Kalurahan Tepus juga mengimbau masyarakat, pelaku wisata, kelompok pengelola destinasi, dan seluruh pihak terkait untuk terus mengedepankan pelayanan yang baik, ramah, dan humanis.
Pelayanan yang berkualitas dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan kepuasan wisatawan sekaligus menjaga citra positif destinasi wisata.
“Pelayanan yang baik kepada wisatawan harus menjadi komitmen bersama agar pariwisata Tepus dan Gunungkidul tetap berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Hendro.