
Warga Rusunawa Jogoyudan menerima bantuan satu unit gerobak sampah dari Pemerintah Kota Yogyakarta pada Rabu (30/4). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan diterima oleh Ritom Gunawan selaku perwakilan pengurus Rusunawa. Bantuan ini menjadi solusi cepat atas keluhan warga terkait pengelolaan sampah di lingkungan mereka.
“Alhamdulillah, sangat bermanfaat. Muatannya pas, tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil. Cukup untuk mengangkut sampah di lingkungan kami,” ujar Ritom.
Ia juga menceritakan bahwa sebelumnya warga harus membawa sampah satu per satu menggunakan kantong kresek ke TPS, karena gerobak lama yang terbuat dari kayu sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi.
Pemberian gerobak ini bersifat insidental, seiring adanya permintaan langsung dari warga saat mengikuti kegiatan open house. Hasto menjelaskan bahwa saat ini Pemkot hanya memiliki 42 unit gerobak kecil yang tersedia untuk permintaan mendesak.
“Hari ini ada warga ikut open house dan minta gerobak. Untuk permintaan insidental cuma ada 42,” jelasnya.
Gerobak-gerobak tersebut telah disalurkan ke berbagai titik di Kota Yogyakarta, seperti Wirobrajan dan Tegalrejo, yang umumnya diterima oleh warga tingkat RW. Namun, ke depan Pemkot berencana memperluas distribusi bantuan.
“Nantinya pada bulan Agustus 2025 setiap RW akan diberikan satu gerobak. Sekarang sedang penyisiran anggaran dengan dana sekitar Rp 3 miliar,” tambah Hasto.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengingatkan agar warga turut merawat gerobak yang telah diberikan, meskipun digunakan untuk membawa sampah.
“Gerobak ini harus dirawat. Walaupun untuk membawa sampah, kebersihannya tetap perlu diperhatikan. Jangan mentang-mentang gerobak untuk buang sampah rupanya umbruk-umbrukan, kotor,” pesannya.
Pemkot juga berencana membersihkan seluruh gerobak dan mobil pengangkut sampah agar kesan pengelolaan sampah di kota ini tetap bersih dan terawat.
“Saya ingin menunjukkan bahwa meski untuk sampah, sarana pengangkutnya tidak harus kotor. Harus tetap dirawat,” tutupnya.