Waspada La Nina 2026, BMKG Rilis Prediksi Puncak Musim Hujan

Bagikan :
Ilustrasi waspada La Nina 2026 di Indonesia. (Pixabay.com)

TUGUJOGJA – Memasuki akhir 2025 dan menjelang tahun baru 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dinamika atmosfer yang diprediksi akan semakin aktif.

Fenomena La Nina lemah, ditambah kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) negatif, menjadi kombinasi yang dapat meningkatkan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

BMKG menyampaikan bahwa puncak musim hujan akan berlangsung hingga Februari 2026, terutama di kawasan Jawa dan Bali. Kondisi ini diikuti dengan potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk transportasi udara dan laut.

Prediksi Curah Hujan Tinggi Akhir 2025 – Awal 2026

Dalam laporan resmi BMKG, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa sejak Desember 2025 hingga Januari 2026, beberapa wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi. Kisaran curah hujan yang masuk kategori tersebut berkisar antara 300–500 milimeter per bulan.

Beberapa wilayah yang berpotensi menerima intensitas hujan besar meliputi:

  • Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Papua Selatan

Sementara itu, Kalimantan secara klimatologis memang berada pada musim hujan sepanjang tahun, sehingga pada periode Nataru kondisi basah akan semakin terasa.

BMKG menegaskan bahwa peningkatan curah hujan tersebut tidak hanya dipicu oleh La Nina dan IOD negatif, tetapi juga oleh aktivitas gelombang atmosfer lain seperti Rossby, Kelvin, dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang memperkuat pembentukan awan hujan di berbagai daerah, termasuk Sumatera bagian selatan, Jawa, Kalimantan, serta Papua.

Baca juga  Gempa Magnitudo 6,5 Guncang DIY, Warga Rasakan Guncangan Kuat Dini Hari

Wilayah yang Mengalami Puncak Musim Hujan

Meski secara umum Indonesia memasuki musim penghujan, puncak intensitas hujan berbeda-beda setiap wilayah. Berikut ringkasannya:

Puncak Musim Hujan Desember 2025

  • Sebagian besar wilayah Sumatera
    (kecuali Bengkulu dan Lampung)

Puncak Musim Hujan Januari–Februari 2026

  • Lampung
  • Bengkulu
  • Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara

Wilayah Jawa dan Bali disebut menjadi pusat utama intensitas hujan pada awal 2026, sejalan dengan prediksi puncak musim hujan nasional.

Daftar Wilayah Berpotensi Cuaca Ekstrem Selama Nataru 2025/2026

Selama periode Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026, beberapa kawasan berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat, badai, dan angin kencang. Daftar wilayahnya meliputi:

  • Jawa
  • Bali
  • Nusa Tenggara
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Papua Selatan

Dampak Cuaca terhadap Transportasi Udara

BMKG juga menaruh perhatian pada sektor penerbangan karena pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) diperkirakan semakin sering terjadi. Awan CB dikenal sebagai pemicu turbulensi, hujan lebat, petir, hingga gangguan jarak pandang.

Rute Penerbangan Berisiko Desember 2025

  • Laut Natuna
  • Selat Karimata bagian selatan
  • Selat Makassar
  • Laut Sulawesi
  • Laut Banda
  • Papua bagian utara

Rute Penerbangan Berisiko Januari 2026

  • Samudra Hindia barat Sumatera hingga selatan Nusa Tenggara
  • Laut Jawa
  • Selat Makassar
  • Laut Banda
  • Laut Arafura
  • Wilayah Papua
Baca juga  Cuaca Mudik 2026 Berfluktuasi: Terik Menyengat dan Hujan Lebat Bergantian

BMKG meminta maskapai dan pilot untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan cuaca selama dua bulan ini.

Transportasi Laut Juga Perlu Waspada Gelombang Tinggi

Tak hanya penerbangan, sektor pelayaran pun berisiko terdampak. BMKG memprediksi gelombang laut sedang (1,25-2,5 meter) di beberapa perairan Indonesia.

Potensi Gelombang Desember 2025

  • Perairan barat dan selatan Sumatera
  • Selat Sunda
  • Perairan selatan Jawa hingga NTT
  • Perairan utara Anambas dan Natuna
  • Samudra Pasifik utara dari Halmahera hingga Papua

Potensi Gelombang Januari 2026

  • Perairan barat Sumatera
  • Selat Sunda
  • Perairan selatan Jawa hingga NTT
  • Utara Anambas dan Natuna
  • Laut Natuna Utara
  • Laut Halmahera
  • Kepulauan Sangihe-Talaud
  • Utara Papua Barat hingga Samudra Pasifik utara

Pihak pelayaran, terutama kapal kecil dan nelayan, diimbau menyesuaikan jadwal melaut dengan memperhatikan informasi peringatan dini dari BMKG.

Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan BMKG

Untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi, BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di berbagai wilayah rawan, di antaranya:

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Jawa Barat
  • Jawa Timur

Selain itu, BMKG memperkuat layanan informasi cuaca melalui berbagai platform digital seperti:

  • Aplikasi InfoBMKG
  • Digital Weather for Traffic
  • Ina-SIAM (System of Interactive Aviation Meteorology)
  • InaWIS (Indonesia Weather Information for Shipping)

Seluruh layanan ini dapat membantu masyarakat, operator transportasi, hingga pemerintah daerah dalam memantau perkembangan cuaca secara real-time.

Baca juga  FTB UAJY Ajak 116 Siswa SMA DIY Belajar Sains Lewat Praktik Langsung di Laboratorium

Prediksi BMKG menunjukkan bahwa Indonesia perlu lebih waspada menghadapi puncak musim hujan yang berlangsung hingga awal 2026. Kombinasi La Nina lemah, IOD negatif, serta aktivitas gelombang atmosfer lainnya berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah daerah.

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem, masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti peringatan dini cuaca, sementara pihak penerbangan dan pelayaran perlu meningkatkan kewaspadaan pada rute-rute berisiko tinggi.

***

situs togel

link slot

link slot

slot resmi

toto togel

situs toto

situs gacor

situs toto

link slot

situs toto

situs togel

toto togel

situs togel

situs toto

situs slot

situs toto

situs toto

situs toto

situs togel

situs gacor

situs toto

situs toto

situs slot

situs toto

jacktoto

link slot

situs toto

situs toto

link slot

situs toto

link slot

situs toto

situs toto

situs toto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs togel

jacktoto

situs toto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs toto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs togel

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs toto

situs toto

jacktoto

situs togel

situs togel

jacktoto

jacktoto

jacktoto

link slot

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

link slot

jacktoto

link slot

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs gacor

jacktoto

jacktoto

jacktoto

jacktoto

situs toto

jacktoto

link slot

link slot

jacktoto

Berita Terbaru

kebakaran lahan kota jogja
Damkarmat Kota Jogja Catat 44 Kasus Kebakaran hingga Agustus 2026, Pemkot Imbau Warga Stop Bakar Sampah
pexels-defrinomaasy-31679224 (2)
Cara Cek PIP 2026 yang Belum Cair Lewat HP, Ini Penyebab Dana Belum Masuk Rekening
christian-wiediger-GWkioAj5aB4-unsplash
Bot Telegram EDABU BPJS BOT Resmi atau Penipuan? BPJS Kesehatan Buka Suara Soal Isu Kebocoran Data
6307631852319086698
KAI Daop 6 Tutup Perlintasan Tak Terjaga di Sentolo, Sudah 10 Titik Ditutup Sepanjang 2026
Screenshot_2026-08-04-09-19-28-849_com.google.android.apps
Pantai Wediombo Kembali Jadi Habitat Penyu Lekang, Puluhan Tukik Dilepas ke Laut

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

haedar nashir

Ini Harapan Haedar Nashir untuk Penerus Paus Fransiskus