
TUGU JOGJA – Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Tahun 2026 resmi digelar pada 7-9 Agustus 2026 dengan menghadirkan konsep baru.
Untuk pertama kalinya, jalan hasil penataan kawasan Pantai Sepanjang dimanfaatkan sebagai lintasan drag race sepatu roda 100 meter untuk kelas Standar dan Speed, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Kabupaten Gunungkidul.
Ajang ini diikuti 458 atlet dari tujuh provinsi di Indonesia, termasuk peserta yang datang dari Makassar.
Selain menjadi arena persaingan atlet, kejuaraan tersebut juga memadukan olahraga prestasi dengan destinasi wisata Pantai Sepanjang sehingga menghadirkan pengalaman berbeda bagi peserta maupun pengunjung.
Konsep Baru Kejuaraan di Pantai Sepanjang
Ketua Panitia, Linangkung, mengungkapkan penyelenggaraan tahun ini menghadirkan konsep baru yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Selama dua penyelenggaraan terdahulu, seluruh nomor pertandingan hanya berlangsung di Lintasan Sepatu Roda Area Parkir Pasar Sapi Siyonoharjo, Playen.
Namun pada edisi ketiga, panitia sengaja menghadirkan Pantai Sepanjang sebagai lokasi utama nomor sprint untuk mendukung program sport tourism yang terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
“Kami mengemas kejuaraan dengan konsep baru. Jalan hasil penataan Pantai Sepanjang kami manfaatkan menjadi arena drag race sepatu roda 100 meter untuk kelas Standar maupun Speed. Selama ini pertandingan hanya digelar di lintasan sepatu roda kawasan Pasar Sapi Siyonoharjo. Tahun ini kami ingin memberikan pengalaman berbeda sekaligus mendukung pengembangan sport tourism di Gunungkidul,” ujarnya.
Langkah tersebut langsung mencuri perhatian para atlet, pelatih, hingga pengunjung. Lintasan yang berada di tepi pantai menghadirkan panorama Laut Selatan sebagai latar belakang perlombaan.
Perpaduan olahraga prestasi dengan destinasi wisata itu menciptakan atmosfer yang tidak biasa sekaligus menjadi daya tarik tersendiri.
Kejuaraan Bupati Gunungkidul Cup III diketahui juga menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup signifikan.
Jumlah peserta meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada pelaksanaan tahun lalu jumlah peserta berkisar 300 atlet, kini meningkat menjadi 458 atlet.
Peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa kejuaraan ini semakin mendapat tempat di kalangan komunitas sepatu roda nasional.
Promosi yang semakin luas, kualitas penyelenggaraan yang terus membaik, serta fasilitas pertandingan yang berkembang membuat ajang ini semakin diminati.
Sambutan Bupati dan Makna Kejuaraan
Semangat itu juga tercermin dalam sambutan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih yang dibacakan Staf Ahli Bupati, Supriyanto, saat pembukaan kejuaraan.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, relawan, dan semua pihak yang telah bekerja keras sehingga kejuaraan dapat terselenggara dengan baik.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Kejuaraan Open Sepatu Roda Piala Bupati Gunungkidul III memiliki makna yang semakin istimewa karena menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Kabupaten Gunungkidul.
Menurutnya, semangat kompetisi yang dibangun melalui olahraga merupakan wujud nyata semangat kemerdekaan, yakni semangat untuk terus maju, berprestasi, memperkuat persatuan, serta mengharumkan nama daerah dan bangsa.
Bupati juga mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang hingga kini tetap relevan bagi generasi muda.
“Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”
Pesan tersebut, menurutnya, mengajarkan bahwa setiap prestasi besar selalu diawali keberanian untuk memiliki mimpi yang tinggi.
Dalam dunia olahraga, mimpi menjadi juara tidak pernah lahir secara instan, melainkan harus ditempa melalui latihan yang konsisten, disiplin, kerja keras, mental yang kuat, ketekunan, dan kemauan untuk terus berkembang.
Karena itu, Bupati menegaskan bahwa Kejuaraan Open Sepatu Roda Piala Bupati Gunungkidul bukan sekadar ajang memperebutkan medali maupun gelar juara.
Lebih dari itu, kejuaraan tersebut menjadi wadah pembinaan atlet, sarana pencarian bibit-bibit unggul, sekaligus momentum membangun karakter generasi muda yang sportif, tangguh, disiplin, dan berintegritas.
Sport Tourism dan Dampak bagi Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga memberikan perhatian besar terhadap konsep penyelenggaraan yang memadukan olahraga dengan destinasi wisata.
Menurut Bupati, pemilihan Pantai Sepanjang bersama Lintasan Sepatu Roda Logandeng sebagai lokasi pertandingan merupakan langkah strategis dalam mengembangkan sport tourism.
Melalui konsep tersebut, olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi atlet, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kehadiran ratusan atlet beserta keluarga, ofisial, pelatih, dan pengunjung diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro yang berada di kawasan wisata.
“Melalui berbagai penyelenggaraan event olahraga seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa Gunungkidul tidak hanya memiliki bentang alam yang indah, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan berkualitas yang mendukung pembinaan atlet sekaligus memperkuat citra pariwisata daerah dengan semangat The Vibe of Paradise,” demikian pesan Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya jumlah peserta dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menilai pertumbuhan jumlah atlet yang mengikuti kejuaraan menjadi indikator bahwa kualitas penyelenggaraan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Bupati berharap panitia mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu, atlet, pelatih, dan ofisial yang datang dari berbagai daerah sehingga mereka membawa kesan positif tentang Gunungkidul.
Kepada seluruh atlet, Bupati berpesan agar bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati setiap lawan, mematuhi seluruh aturan pertandingan, dan menampilkan kemampuan terbaik.
Ia mengingatkan bahwa setiap perlombaan harus menjadi kesempatan untuk belajar, berkembang, serta meningkatkan kualitas diri menuju prestasi yang lebih tinggi.
Kejuaraan Berlangsung selama Tiga Hari
Kini, selama tiga hari ke depan, lintasan Pantai Sepanjang dan arena sepatu roda Siyonoharjo akan menjadi saksi lahirnya para juara baru.
Lebih dari sekadar perebutan medali, kejuaraan ini menjadi simbol kebangkitan olahraga prestasi sekaligus bukti bahwa Gunungkidul mampu menghadirkan perpaduan harmonis antara kompetisi, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di tengah gemuruh tepuk tangan dan semangat para atlet yang terus membara, satu pesan mengemuka bahwa Gunungkidul tidak lagi hanya dikenal sebagai surga wisata alam.
Namun, wilayah tersebut juga dipandang sedang membangun identitas baru sebagai panggung sport tourism nasional yang melahirkan atlet-atlet masa depan Indonesia. (ef linangkung)