
TUGU JOGJA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Angkatan XLIX resmi memulai pengabdian kepada masyarakat di Padukuhan Nologaten, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Sebanyak 13 mahasiswa diterjunkan untuk menjalankan berbagai program yang berorientasi pada digitalisasi layanan sekaligus pemberdayaan masyarakat selama semester genap Tahun Akademik 2025/2026.
Tim KKN yang diketuai oleh Riria Zendy Mirahati membawa tema besar mengenai optimalisasi partisipasi masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan, kesehatan, pengelolaan lingkungan, promosi wilayah, digitalisasi layanan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemilihan fokus tersebut bukan tanpa alasan. Perkembangan teknologi menuntut masyarakat untuk semakin adaptif terhadap layanan digital, sementara pelaku usaha lokal juga membutuhkan strategi baru agar mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa UMBY berupaya menghadirkan program yang tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu berkembang secara mandiri.
Digitalisasi Layanan Menjadi Jawaban atas Tantangan Masyarakat
Digitalisasi menjadi salah satu fokus utama program KKN Mandiri UMBY di Nologaten. Langkah ini dilakukan karena berbagai layanan masyarakat dan aktivitas ekonomi kini semakin banyak memanfaatkan teknologi digital.
Melalui program tersebut, mahasiswa membantu masyarakat mengenalkan berbagai platform digital yang dinilai mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan efisiensi layanan. Salah satu implementasinya adalah pendampingan pendaftaran merchant ShopeeFood bagi pelaku usaha lokal sehingga produk yang dihasilkan dapat menjangkau konsumen lebih luas.
Selain itu, mahasiswa juga mengoptimalkan pemanfaatan Aplikasi Daun sebagai bagian dari penguatan layanan berbasis digital. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi sekaligus mendukung aktivitas masyarakat yang semakin terhubung dengan teknologi.
Digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing UMKM. Dengan memanfaatkan platform digital, pelaku usaha tidak lagi hanya bergantung pada pemasaran secara konvensional, tetapi memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar secara lebih efektif.
Koordinasi dengan DPL untuk Memastikan Program Tepat Sasaran
Sebelum turun ke lapangan, seluruh mahasiswa mengikuti rapat koordinasi bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ratri Paramitalaksmi, S.E., M.Ak., Ak., CA., CAP.
Dalam pertemuan tersebut, DPL memberikan arahan mengenai target luaran yang harus dicapai selama pelaksanaan KKN. Tidak hanya menyangkut administrasi kegiatan, mahasiswa juga diminta menyusun berbagai program yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Beberapa target yang menjadi perhatian meliputi pembaruan administrasi dan buku tabungan Bank Sampah, pengembangan aplikasi deteksi penyakit tanaman, pemberdayaan ekonomi UMKM, hingga penyusunan laporan akhir yang terdokumentasi secara sistematis.
Koordinasi ini dilakukan agar seluruh program yang dijalankan memiliki arah yang jelas, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
Observasi Lapangan Jadi Dasar Penyusunan Program Kerja
Setelah proses koordinasi selesai, mahasiswa melakukan observasi langsung ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Jasmine di Padukuhan Nologaten.
Observasi dilakukan untuk mengetahui kondisi riil masyarakat sehingga program yang disusun tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Dari hasil pemetaan tersebut, mahasiswa menyusun sejumlah program yang berfokus pada pengelolaan lingkungan melalui penguatan administrasi Bank Sampah, penyediaan tempat sampah khusus botol plastik, serta pemanfaatan limbah galon bekas menjadi pot tanaman.
Selain itu, promosi wilayah juga menjadi perhatian melalui pembuatan media informasi berupa banner yang diharapkan dapat memperkuat identitas kawasan sekaligus mendukung berbagai aktivitas masyarakat.
Pendekatan berbasis observasi ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN karena memungkinkan mahasiswa memahami potensi sekaligus tantangan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
Penguatan UMKM, Lingkungan, dan Pendidikan Jadi Prioritas
Selain digitalisasi layanan, mahasiswa UMBY juga memberikan perhatian pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM.
Program yang disiapkan meliputi pembuatan desain kemasan produk, pengembangan branding, hingga pendampingan strategi pemasaran agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Di bidang ketahanan pangan, mahasiswa turut mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan potensi lokal sekaligus memperkuat kemandirian pangan keluarga.
Sementara itu, aspek pendidikan juga tidak luput dari perhatian. Mahasiswa dari Program Studi Psikologi diterjunkan untuk mendampingi proses pembelajaran di PAUD setempat sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Seluruh rangkaian program tersebut dipadukan dengan keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan sehingga hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terjalin secara lebih erat.
KKN UMBY Diharapkan Memberikan Dampak Berkelanjutan
Program KKN Mandiri UMBY dijadwalkan berlangsung selama empat minggu. Seluruh kegiatan dimulai dari tahap observasi, pelaksanaan program, evaluasi, hingga penyusunan laporan akhir sebelum hasil program diserahkan kepada masyarakat.
Melalui pendekatan yang menggabungkan digitalisasi layanan dengan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa berharap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang tetap dirasakan meskipun masa KKN telah berakhir.
Ketua Tim KKN Mandiri UMBY, Riria Zendy Mirahati, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang agar mampu menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat.
“Program KKN ini diharapkan dapat menjadi wadah sinergi yang nyata antara mahasiswa dan warga. Kami berfokus mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan digitalisasi layanan di Padukuhan Nologaten melalui penguatan ketahanan pangan, kesehatan, lingkungan, promosi wilayah, serta pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa UMBY berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pendampingan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi wilayah secara mandiri di masa mendatang.