
TUGUJOGJA— Ribuan calon mahasiswa mulai memadati lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta menjelang pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026.
Kampus ini menunjukkan kesiapan penuh dengan sistem terstruktur, fasilitas modern, serta perhatian khusus terhadap peserta difabel.
Sebanyak 15.783 peserta tercatat akan mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNY. Jumlah ini mencerminkan tingginya minat calon mahasiswa untuk menembus salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia.
Di balik angka besar tersebut, terdapat kisah perjuangan yang mengundang empati, 17 peserta difabel turut ambil bagian dalam seleksi ketat ini.
Mereka terdiri dari enam penyandang tunanetra, tiga tunadaksa, dan delapan tunarungu. Kehadiran mereka bukan sekadar angka statistik, melainkan simbol tekad kuat untuk meraih pendidikan tinggi tanpa batas.
UTBK-SNBT 2026 di UNY
Kepala Unit Admisi UNY, Bambang Saptono, menegaskan bahwa pihak kampus telah menyusun pelaksanaan ujian secara sistematis. UNY membagi ujian ke dalam 12 sesi yang berlangsung secara ketat dan terjadwal.
Panitia menyiapkan 69 ruang ujian dengan kapasitas mencapai 1.405 peserta per sesi. Infrastruktur ini memungkinkan kampus mengelola arus peserta dalam jumlah besar secara efektif.
“UNY menyiapkan seluruh kebutuhan teknis agar pelaksanaan UTBK berjalan lancar dan efisien,” ujar Bambang dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
UNY tidak hanya mengandalkan fasilitas fisik. Kampus juga mengerahkan sumber daya manusia dalam jumlah besar demi menjaga integritas ujian. Sebanyak 781 pengawas dan 138 teknisi ruang terlibat langsung dalam pelaksanaan UTBK-SNBT.
Petugas keamanan, tenaga kesehatan, hingga staf administrasi turut disiagakan. Mereka bekerja secara terpadu untuk memastikan seluruh proses berjalan tertib, aman, dan profesional.
Langkah ini menunjukkan keseriusan UNY dalam menjaga kualitas seleksi sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh peserta.
Fasilitas Lengkap dan Teknologi Pengamanan Canggih
Dari sisi teknologi, UNY menghadirkan berbagai sistem pendukung modern. Sekretaris Pusat TIK sekaligus Koordinator TIK UTBK UNY, Restu Widiatmono, menjelaskan bahwa kampus telah menyiapkan metal detector serta jammer sinyal komunikasi untuk mencegah kecurangan.
UNY juga menggandeng Telkom Indonesia untuk memastikan jaringan internet tetap stabil selama ujian berlangsung. Sementara itu, pasokan listrik didukung oleh PLN serta genset cadangan guna mengantisipasi gangguan.
Selain itu, kampus menyediakan area parkir luas, ruang tunggu nyaman, layanan penitipan barang, hingga fasilitas kesehatan lengkap dengan ambulans. Semua ini dirancang untuk memberikan pengalaman ujian yang aman dan nyaman bagi peserta.
UNY juga memberikan perhatian khusus kepada peserta berkebutuhan khusus. Panitia menyiapkan fasilitas yang ramah difabel agar mereka dapat mengikuti ujian dengan setara.
Langkah ini mempertegas komitmen UNY terhadap pendidikan inklusif. Kampus tidak hanya membuka akses, tetapi juga memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing.
Dari aspek pengawasan, Kepala Penjaminan Mutu UNY, Lia Yuliana, memastikan bahwa pihaknya menerapkan sistem monitoring dan evaluasi secara ketat.
Tim penjaminan mutu akan memantau seluruh proses ujian secara menyeluruh. Mereka memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar nasional yang telah ditetapkan.
“Kami memastikan seluruh proses pelaksanaan UTBK-SNBT berjalan sesuai standar nasional,” tegas Lia.
Di balik kesiapan panitia, suasana harap dan tegang mulai terasa di kalangan peserta. UTBK-SNBT bukan sekadar ujian, melainkan pintu menuju masa depan.
Bagi ribuan peserta, termasuk 17 difabel yang ikut berjuang, ujian ini menjadi momentum penting untuk membuktikan kemampuan dan meraih mimpi. (ef linangkung)