Marak Ajakan Aksi Demonstrasi di Mapolda DIY, Masyarakat Diimbau Jaga Kondusivitas pada Ramadan 1447 H

Bagikan :
Ajakan Aksi Demonstrasi di Mapolda DIY/Foto: Istimewa

TUGUJOGJA – Gelombang ajakan aksi demonstrasi di Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa, 24 Februari 2026, terus menyebar luas melalui berbagai platform media sosial.

Seruan itu mengajak masyarakat untuk turun ke jalan dan menyuarakan kemarahan kolektif terhadap dugaan kekerasan aparat. Di tengah derasnya arus mobilisasi massa tersebut, sejumlah pihak justru mengeluarkan imbauan agar warga tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi.

Situasi ini menghadirkan dua arus besar di ruang publik: semangat perlawanan yang membara dan panggilan untuk menjaga ketenangan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Ajakan Demonstrasi di Mapolda DIY

Seruan aksi yang beredar memuat ajakan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk merapatkan barisan. Penyelenggara mengumumkan bahwa aksi akan digelar pada:

Hari/Tanggal: Selasa, 24 Februari 2026

Pukul: 16.30 WIB

Titik Aksi: Mapolda DIY

Titik Parkir: UPN Veteran Yogyakarta

Informasi kontak juga mencantumkan nama LBH Yogyakarta serta Satgas PPKS Srikandi UGM.

Ajakan tersebut menggunakan narasi emosional yang menyentuh rasa keadilan publik. Penyebaran pesan berlangsung cepat dan masif. Mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum menerima pesan berantai yang menyerukan partisipasi dalam aksi tersebut.

Baca juga  12 Perusahaan di Gunungkidul Adu Gengsi di Turnamen Voli Piala Kemerdekaan #1, Panasnya Persaingan Menuju PORDA XVII

Di sejumlah sudut kota, percakapan tentang aksi itu mengalir deras. Warga membahasnya di warung kopi, di grup percakapan keluarga, hingga di ruang-ruang diskusi kampus. Sebagian menyatakan dukungan, sebagian lainnya mengaku cemas.

Pemerintah Kalurahan Condongcatur Serukan Ketenangan

Di tengah situasi yang memanas, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengambil langkah preventif. Ia menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh warga agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang bersifat provokatif.

Ia mengajak masyarakat untuk menjaga suasana tetap sejuk, terutama karena momen aksi berdekatan dengan bulan suci Ramadan.

Dalam pesannya, ia menekankan beberapa poin penting berikut.

  • Warga tidak mudah terpengaruh ajakan yang bersifat provokatif.
  • Orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pelajar.
  • RT, RW, dukuh, dan Jaga Warga meningkatkan kewaspadaan lingkungan serta aktif berkoordinasi dengan aparat keamanan.
  • Seluruh elemen masyarakat mengedepankan komunikasi dan musyawarah.

Ia mengingatkan bahwa ketertiban dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Ia juga menekankan bahwa perbedaan pendapat harus disampaikan dengan cara yang damai dan bermartabat.

“Kami mengajak seluruh warga untuk menjaga Condongcatur tetap aman, tertib, dan kondusif demi kenyamanan bersama,” tegasnya.

Baca juga  Nglindur Culture Festival 2025: 110 Tumpeng Warnai Peringatan 110 Tahun Kalurahan Nglindur

Seruan tersebut menyentuh sisi paling mendasar dari kehidupan bermasyarakat: rasa saling menjaga. Banyak orang tua mengaku mulai membatasi aktivitas anak-anaknya di luar rumah pada hari pelaksanaan aksi. Mereka memilih berdialog, bukan melarang secara sepihak.

Disdikpora DIY Keluarkan Surat Edaran Antisipasi Aksi Anarkis

Kekhawatiran terhadap potensi keterlibatan pelajar mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY mengeluarkan Surat Edaran Nomor B/400.3/191/D14 Tahun 2025 tentang Antisipasi Aksi Anarkis.

Surat tersebut ditujukan kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB se-DIY. Kepala Disdikpora DIY, Drs. Suhirman, M.Pd., menetapkan edaran itu di Yogyakarta pada 24 Februari 2026.

Dalam suratnya, Disdikpora meminta sekolah melakukan hal berikut.

  • Mencegah peserta didik agar tidak terlibat dalam aksi yang berpotensi anarkis.
  • Mendorong peserta didik untuk menjaga kondusivitas dan menghindari tindakan melanggar hukum.
  • Berkoordinasi dengan orang tua atau wali untuk meningkatkan pengawasan di luar jam sekolah.
  • Memperkuat komunikasi dan edukasi tentang pentingnya menjaga ketertiban serta menghormati hukum.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya bagi kalangan pelajar yang rentan terpengaruh ajakan di media sosial

Di balik dinamika ini, tersimpan cerita-cerita kecil yang jarang terdengar. Seorang ibu di Condongcatur mengaku semalaman berdiskusi dengan anaknya yang duduk di bangku SMA.

Baca juga  Indonesian Custom Show 2025: Perpaduan Karya, Nasionalisme, dan Hiburan Spektakuler di Jogja

Sang anak ingin ikut aksi karena merasa terpanggil oleh isu keadilan. Sang ibu tidak memarahinya. Ia memilih menjelaskan risiko dan mengajak anaknya berpikir panjang.

Di sisi lain, seorang mahasiswa menyatakan bahwa ia ingin menyuarakan aspirasi secara damai. Ia menolak tindakan anarkis dan berharap aparat serta massa sama-sama menahan diri.

Situasi ini memperlihatkan betapa isu publik tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu bersinggungan dengan ruang keluarga, ruang sekolah, dan ruang sosial yang lebih luas.

Yogyakarta selama ini terkenal sebagai kota pelajar dan kota budaya. Identitas itu lahir dari tradisi dialog, intelektualitas, dan sikap santun dalam menyampaikan perbedaan.

Momentum aksi demonstrasi di Mapolda DIY menjadi ujian kedewasaan bersama. Masyarakat memiliki hak menyampaikan pendapat. Namun, masyarakat juga memikul tanggung jawab menjaga ketertiban umum.

Pada Ramadan 1447 H, banyak tokoh masyarakat mengajak semua pihak untuk menahan diri. Mereka berharap setiap aspirasi tersampaikan tanpa menimbulkan korban, tanpa melahirkan luka baru. (ef linangkung)

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis