
TUGUJOGJA — Ketegangan muncul di Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, setelah warga bersama Karangtaruna setempat menggelar aksi demonstrasi dan kemudian melaporkan Pemerintah Kalurahan ke Polres Gunungkidul.
Mereka menilai terdapat dugaan penyelewengan Dana Desa yang selama ini menimbulkan keresahan di masyarakat.
Pada Minggu (7/12/2025) malam, perwakilan Karangtaruna Kalurahan Ngunut datang ke Polres Gunungkidul membawa berkas terkait dugaan penyimpangan anggaran.
Toni, Ketua Koordinator Aksi Damai, memimpin langsung proses pelaporan. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dokumen pendukung secara lengkap.
“Kami sudah menyerahkan seluruh dokumen pendukung kepada Polres Gunungkidul. Kami berharap aparat kepolisian menindaklanjuti laporan ini dan mengusutnya sampai tuntas,” ujar Toni.
Pelaporan ini menjadi puncak dari keresahan warga yang telah berlangsung lama. Mereka melihat adanya ketidaksesuaian dalam pengelolaan Dana Desa, yang seharusnya menjadi dasar pembangunan wilayah.
Warga menuntut transparansi agar penggunaan anggaran kembali sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Warga juga meminta Polres Gunungkidul bekerja profesional, objektif, dan terbuka dalam mendalami dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut. Mereka menekankan bahwa yang diharapkan adalah keadilan dan kejelasan.
“Bila dana itu dipakai sesuai aturan, tentu tidak akan muncul kegaduhan seperti ini,” kata seorang warga yang ikut serta dalam pelaporan.
Selain membuat laporan polisi, Toni menyampaikan bahwa warga dan Karangtaruna akan menggelar aksi damai lanjutan pada Senin, 8 Desember 2025.
Mereka akan berkumpul di titik temu Kalurahan Ngunut sebagai bentuk desakan moral agar Pemerintah Kalurahan memberikan klarifikasi terbuka.
Aksi tersebut diarahkan untuk meminta pemerintah kalurahan menjelaskan secara transparan dugaan penyalahgunaan Dana Desa.
Warga berharap pihak kalurahan hadir dan memaparkan alur penggunaan anggaran secara terbuka.
“Apapun hasil penyelidikan nanti, kami percaya Polres Gunungkidul mampu menyelesaikan permasalahan ini dengan baik. Yang kami inginkan hanyalah kebenaran,” tegas Toni.
Bagi warga, demonstrasi dan langkah pelaporan ini merupakan bagian dari kepedulian mereka terhadap masa depan Kalurahan Ngunut.
Mereka ingin memastikan Dana Desa kembali berfungsi sebagai instrumen pembangunan yang memberikan manfaat luas, bukan untuk kepentingan pihak tertentu.
Saat ini warga menantikan proses hukum yang sedang berjalan dan sikap Pemerintah Kalurahan.
Mereka berharap muncul titik terang yang dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran dan tata kelola pemerintahan tingkat lokal.